Tampilkan postingan dengan label lomba blog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lomba blog. Tampilkan semua postingan

Sambil BerMedsos Minum Air



Sambil bermedsos minum air? Sambil menyelam minum air kaliii hehehe.. Pepatah yang mungkin sering kita dengar, yang berarti melakukan 2 atau 3 pekerjaan dalam satu waktu. Tentunya akan sangat menguntungkan jika kita mempraktekan pepatah "sambil menyelam minum air" dalam hidup kita, menghemat waktu dan waktu jadi begitu bernilai. 

Tentunya berselancar di media sosial (medsos), katakanlah seperti facebook, instagram, twitter, dan semisalnya sudah tidak asing lagi bagi penduduk bumi di zaman sekarang. Apalagi pembaca yang membaca tulisan ini, dipastikan 90% punya akun medsos. Mengapa? Blog saja tahu, masa medsos nggak tempe tahu  hehehe..

Semua hal memiliki manfaat dan sebaliknya kerugian, tergantung dari pemakainya. Ya, tergantung kita sang pemakai hal tersebut. Begitu juga media sosial yang sering kita gunakan. Kita bisa mendapat manfaat dari media sosial juga dapat tenggelam dalam kerugian.

Bicara manfaat, bagaimana jika kita mempraktekan "sambil menyelam minum air" di medsos? Apa bisa?

Coba deh beberapa cara mempraktekannya di bawah ini : 


1. BerMedsos dan Berbagi Manfaat
Mendapat pengalaman berharga hari ini? Mendapat hikmah dari kejadian-kejadian kemarin? Kenapa tidak dituangkan saja ke dalam tulisan dan dipost di dinding medsosmu? Siapa tahu banyak teman yang mendapat manfaat dari tulisanmu. Mulai dari yang sederhana saja. Mungkin kamu baru saja pulang jalan-jalan dari Banjarmasin. Kalau biasanya di medsos hanya upload foto-foto pemandangan dan caption seadanya,  cobalah untuk memberikan beberapa informasi-informasi di setiap foto, seperti harga tiket, lama perjalanan, hotel tempat menginap dan harganya, juga destinasi mana yang menurutmu recomended di Banjarmasin. Jadi upload sekalian memberi informasi bermanfaat bagi yang lainnya kalau-kalau ada teman di friendlist yang mau ke Banjarmasin juga. Oh iya, bisa juga hasil masakan hari ini, upload beserta resepnya agar teman-teman lain bisa praktek juga. Kita pun senang bila ada yang mencoba dan ternyata resep kita memanjakan lidah keluarga mereka. 

2. BerMedsos dan Belajar
Cobalah untuk megikuti akun-akun yang memberi manfaat, ilmu, atau berita yang benar, bukan hoax. Jadi, yang lewat di timeline kita nggak hanya status galau teman-teman kita hehehe.. Dan tentunya, kalau lewat dibaca, bukan menjadi penambah beban jempol untuk terus scroll down..  Setidaknya sehari ada ilmu yang kita dapat walau sedikit. Karena sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit.


3. BerMedsos dan Jualan
Berjualan di medsos? Kenapa tidak? Berjualan di media sosial bisa dilakukan oleh siapa saja. Coba saja dimulai dari karya-karya tanganmu sendiri (seperti rajutan) atau kalau suka desain bisa menawarkan jasa untuk desain. Apa saja. Biasanya bisnis yang dilakukan karena passion bisa lebih awet dan dilakukan dengan senang hati. Atau sudah punya toko? Atau toko keluarga? Coba saja dipromosikan di medsosmu! Rezeki siapa yang tahu. 

Dari info di katadata.co.id , Statistik Telekomunikasi Indonesia 2015 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan 82,05 persen penduduk usia lima tahun ke atas di perdesaan maupun perkotaan mengakses internet untuk keperluan bersosialisasi di dunia maya! Tentu ini peluang besar untuk mempromosikan produk di media sosial.

sumber : databoks.katadata.co.id

Jadi, tunggu apalagi? Mau coba jualan di medsos? 
Nah, Ini beberapa tips untuk berjualan di media sosial :

~ Belajar teknik jualan di sosmed
Nah, kalau sudah mantap hati dan serius mau bisnis lewat medsos, jangan tanggung-tanggung! Pelajarilah teknik marketing. Bisa dimulai dari yang gratis dengan membaca artikel-artikel yang beredar di internet. Dan untuk lebih mantapnya, bisa beli buku atau mengikuti seminar-seminar seputar bisnis online. Atau lebih lebih mantapnya lagi, belajar digital marketing langsung di Dumet School! Kursus ini bisa diikuti siapa saja, walaupun awam sekalipun! Coba saja langsung tengok infonya di sini (klik).


Ini nih yang didapat kalau belajar di Dumet School


~ Bangun kepercayaan calon pembeli
Tentunya calon pembeli yang akan membeli melalui jalur online akan berhati-hati dengan akun penipu. Maka dari itu, hal yang perlu dilakukan adalah membangun kepercayaan calon pembeli. Bisa dengan meng-upload testimoni pembeli sebelumnya, menyertakan alamat dan nomor telepon, dan kalau memang serius akan terjun di bisnis online, kenapa tidak membuat website resmi? Dengan menyertakan website resmi, kepercayaan pembeli  semakin bertambah. Kenapa? Domainnya kan bayar gitu lho hehehe.. 

Oh iya, di Dumet School kita juga bisa belajar buat website sendiri, tanpa perlu basic IT sama sekali! Membuat website sendiri tentu lebih banyak keuntungannya : kita bebas berkreasi, sesuai selera, atau bahkan bisa dijadikan bisnis lagi nanti : jasa pembuatan website! Betul atau betuul??

~ Sambil nulis status, minum air. Eh, promosi.
Sambil nulis status, siratkanlah promosi terselubung. Aku pernah ikut belajar bisnis online di sebuah grup whatsapp, salah satu trik untuk promosi adalah dengan tidak mempromosikannya langsung, tetapi secara tersirat. Siapa sih, yang suka dipromosiin. Iklan di TV saja langsung kita ganti kan hehehe.. begitu juga ngiklan di medsos. Begitu liat iklan, scroll down lagi deh hehe..

Mau tau caranya?

Caranya dengan bercerita. Misalnya "Wah, nggak nyangka hari ini sudah 20 orang yang beli bukuku!" Atau misalnya menceritakan testimoni teman "Tadi ketemu teman lama. Nggak nyangka dia pesen lagi tas rajut karyaku". Atau "Tadi pas jalan bareng adik pakai jilbab ini dan tetangga sampai tanya beli di mana.. katanya bagus kainnya" Dengan cara ini, pembaca akan penasaran. Sebagus apakah barang yang kita jual? Dan kotak inbox bisa terisi berbagai pertanyaan nanti. Tentu bukan dengan berbohong ya nulis statusnya teman-teman. Di sini kita harus melatih kreatifitas mengukir kata bagaimana agar calon pembeli tertarik dan penasaran dengan barang yang kita jual tanpa kita mempromosikannya secara langsung. Kalau masih penasaran dengan teknik menulis seperti ini, bisa googling dengan kata kunci covert selling.

~ Belajar teknik foto yang cantik 
Foto juga mengambil peran besar dalam memikat hati calon pembeli. Untuk mendapatkan hasil yang bagus, tak perlu ke studio dan kamera yang mahal. Cukup smartphone digenggamanmu (yang penting kamera nggak rusak ya!) dan ilmu memotret, seperti cara mengambil sudut yang bagus, mengatur pencahayaannya, juga belajar cara edit foto dengan aplikasi agar lebih cantik, bukan edit untuk menipu. Ini perlu belajar dan banyak latihan. Bisa belajar dari teman atau dari artikel yang banyak beredar di internet. Ketika akan foto produk, sertakan juga sesuatu yang menjadi identitasmu, seperti kartu pengenal diletakan di atas barang yang akan difoto. Ini akan menambah rasa percaya calon pembeli bahwa kita no tipu-tipu. 

~ Bersikap ramah dan cepat membalas pesan
Kalau bisa, segeralah balas pesan calon pembeli dan bersikap ramahlah agar pembeli nyaman untuk bertanya-tanya. 

~ Pantang menyerah, bersabar, dan bersyukur
Tentu semua butuh proses. Tekunlah untuk terus promosi dan melatih skill untuk mempromosikan barang. Bersabarlah jika menemui kesulitan dan bersyukur dengan apa yang didapat hari itu. Karena untuk menuju tempat yang indah harus melewati jalan yang berliku. 

Nah, itulah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mempraktekan pepatah "sambil menyelam minum air" ketika berMedsos. Saatnya menjadi pengguna sosial media yang bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Semoga bermanfaat. Selamat bersosial media dan jangan lupa minum air yaaa...

Menjaga Lahan Gambut, Menuju Indonesia Sejahtera


Indonesia, siapa yang tidak mengenal negara merah putih ini. Negara yang terkenal dengan keindahan dan kekayaan alamnya. Berbagai macam flora, fauna, segar hijaunya pemandangan, bahkan hutan kalimantan pun mendapat gelar paru-paru dunia. Tentunya hal ini merupakan hal yang patut disyukuri dan dilestarikan karena bermanfaat bagi seisi bumi pertiwi bahkan seluruh dunia. 

Bicara tentang hutan Indonesia, ingatkah dengan kebakaran hutan dan lahan yang menimpa Indonesia tahun 2015? Ternyata kebakaran itu menyebabkan lebih dari 120,000 penduduk terserang penyakit pernapasan, keanekaragaman hayati terancam seperti musnahnya fauna dan hilangnya habitat serta pangan bagi fauna, akses pendidikan terganggu karena ditutupnya sekolah, Kerugian finansial negara sebesar 220 triliun rupiah, dan epasnya emisi gas rumah kaca (GRK) yang hampir setara dengan total emisi harian GRK Amerika Serikat. Tentu hal ini sangat meresahkan.

Mengapa?

Sebagaimana informasi yang ditulis di pantaugambut.id, Emisi gas rumah kaca (GRK) dari kebakaran hutan dan lahan berkontribusi pada perubahan iklim. Perubahan iklim berpotensi menghambat pembangunan Indonesia, memperparah kemiskinan, dan menyebabkan berbagai masalah yang membahayakan kesehatan dan keamanan manusia, seperti menurunnya kualitas air, cuaca panas ekstrem, serta meningkatnya frekuensi banjir, kekeringan, dan badai.   

Lalu, kira-kira apa yang bisa dilakukan untuk memperlambat perubahan iklim?

Tahukah pembaca, di antara kekayaan negeri kita ini, Indonesia mempunyai salah satu senjata sebagai solusi memperlambat perubahan iklim, yang mungkin tak banyak penduduk negeri mengenal dan mengetahui betapa penting perannya bagi bumi pertiwi bahkan dunia. Apakah itu? 

Gambut!

Ya, melindungi gambut adalah salah satu solusi untuk memperlambat laju perubahan iklim. Pada kebakaran tahun 2015 lalu, 52% lahan yang terbakar adalah lahan gambut. Padahal, perannya selama ini sangat penting dalam menyerap 75% karbon di dunia! Oleh karena itu, lahan gambut tidak boleh dibakar atau dikeringkan untuk dijadikan lahan perkebunan.

Jadi, sebenarnya, apa itu Gambut?

sumber : pantaugambut.id

Mungkin masih banyak yang belum mengetahuinya, termasuk kita, anak muda di zaman sekarang. Ayo kawan! Sudah saatnya kita semua melek dan peduli terhadap lingkungan kita. Seperti kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Ayo kita kenalan dengan Gambut! 

Sepertinya kita semua sudah pernah mendapat pelajaran di mata pelajaran IPA tentang macam-macam tanah. Nah, tanah gambut adalah salah satu dari beragamnya jenis tanah di dunia. Gambut adalah hamparan yang terbentuk dari sisa-sisa pohon, rerumputan, lumut, dan jasad hewan yang membusuk. Karena itulah kandungan organiknya tinggi. Timbunan tersebut menumpuk selama ribuan tahun hingga membentuk endapan yang tebal. Gambut umumnya ditemukan di area genangan air, seperti rawa, cekungan sungai, maupun daerah pesisir. Gambut bisa berada di dataran rendah dan dataran tinggi. Sifat gambut lunak dan bila ditekan, air di dalam gambut bisa dipaksa keluar. Oh, iya, kata Gambut diserap dari bahasa banjar, lho! 

Lalu, apa saja manfaat gambut?


🌳 Gambut Menjaga Kestabilan Iklim 
Gambut menyimpan sepertiga cadangan karbon di dunia. Maka dari itu, ekosistem gambut memiliki peran dalam stabilnya iklim dunia dan memperlambat laju perubahan iklim. Beruntunglah, Indonesia adalah rumah bagi lahan gambut tropis terbesar di dunia! Wow! Luas lahan gambut di tanah air kita sekitar 14.9 juta hektar! Atau sedikit lebih luas dari pulau Jawa. Karbon yang disimpan lahan gambut di Indonesia juga tinggi, diperkirakan mencapai 22,5-43,5 gigaton karbon, setara dengan emisi yang dilepaskan 17-33 miliar mobil pribadi dalam 1 tahun! 

🌳 Gambut Mengurangi Dampak Buruk Bencana 
Bagaimana bisa? Karena tanah gambut memiliki kemampuan menyimpan air hingga 13 kali dari bobotnya. Menakjubkan bukan? Sehingga gambut memiliki peran penting dalam mengendalikan banjir saat musim hujan dan mengeluarkan air saat kemarau panjang. 


🌳 Gambut Menunjang Perekonomian Masyarakat Lokal 
Karena lahan gambut merupakan habitatnya sumber pangan kita seperti udang, ikan, dan kepiting yang menunjang kehidupan jutaan masyarakat Indonesia. Maka perusakan lahan gambut berarti mengganggu sumber penghidupan masyarakat lokal juga. 

Beberapa tanaman yang tidak mengganggu siklus air dalam ekosistem gambut pun bisa ditanami di lahan gambut, seperti jelutung, ramin, pulau rawa, gaharu, dan meranti. Kopi, nanas, dan kelapa juga tanaman yang ramah gambut dan mempunyai nilai ekonomi bagi masyarakat lokal.

Untuk penjelasan lebih lengkap tentang lahan gambut, bisa dilihat pada vidio tentang pentingnya lahan gambut di bawah ini.

 

Sayangnya, lahan gambut sering dikeringkan lalu dialihfungsikan menjadi lahan pertanian dan perkebunan yang kaya nilai ekonomi, namun tidak ramah gambut. 

Pengeringan lahan gambut akan mempercepat pembusukan bahan organik yang melepaskan karbondioksida (CO2) dalam prosesnya dan gambutpun menyusut. Dan untuk mencegah air kembali membanjiri gambut, lahan gambutpun di keringkan lagi dan proses pengeringan yang terus berlangsung ini mengeluarkan emisi CO2 secara terus menerus dan membuat lahan gambut rentan terbakar. 

sumber : pantaugambut.id
Tentunya akan sangat mengkhawatirkan bila lahan gambut semakin berkurang. Oleh karena itu, perlu kesadaran semua lapisan masyarakat untuk mempertahankan dan melindungi lahan gambut yang masih ada dan melakukan restorasi gambut, yaitu proses panjang untuk mengembalikan fungsi ekologi lahan gambut; sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang terkena dampak dari menyusutnya lahan gambut. Dalam hal ini, presiden kita, bapak Joko Widodo mengambil tindakan tegas untuk merestorasi 2 juta hektar lahan gambut dalam 5 tahun! Waah.. Salut dengan presiden kita. Semoga komitmen ini tercapai dan berjalan dengan lancar ya.. 

Oh iya, fyi (for your information) kita bisa mengikuti terus berita perkembangan restorasi yang dilakukan pemerintah maupun pelaku lainnya dan belajar tentang gambut lebih banyak di PantauGambut lho, teman-teman! 


 Apa itu Pantau Gambut? 

pantaugambut.id
Pantau Gambut adalah wadah atau platform daring yang dibuat oleh anak-anak bangsa yang peduli terhadap gambut dan masa depan Indonesia. Platform yang mereka buat ini menyediakan akses terhadap informasi mengenai perkembangan kegiatan dan komitmen restorasi ekosistem gambut yang dilakukan oleh segenap pemangku kepentingan di Indonesia. Jadi kitapun bisa #PantauGambut Indonesia di sana. Di sana kita juga bisa belajar tentang gambut lebih jauh dan membaca pengalaman teman-teman kita yang observasi langsung ke lahan gambut. Kitapun dapat berbagi cerita tentang gambut di sana. Salut deh dengan tim Pantau Gambut! Mereka saja peduli, kitapun juga harus peduli dengan alam kita. 

Setelah mengenal gambut dan melihat semangat dan perhatian teman-teman sebangsa lainnya dalam melindungi gambut, semoga kita juga semakin sayang, peduli, dan menjaga gambut juga kekayaan alam lainnya untuk menciptakan Indonesia yang hijau, aman, dan lestari.


Menjaga Lahan Gambut, Menuju Indonesia Sejahtera! 


_______________________________
Sumber referensi utama : 
pantaugambut.id 
Sumber referensi lainnya : 
Wikipedia.org
sumber vidio :
https://www.youtube.com/watch?v=cq8J4DPQVhk

Dari Rumah, Hasilkan Rupiah!!


Jual beli sudah tidak asing lagi dong di kehidupan kita. Ke Mall, ada jual beli. Ke warung, ada jual beli. Ke pasar, apa lagi. Bahkan terkadang teman kita pun ada yang mencari pundi-pundi rupiah di kelas dengan berjualan di luar jam belajar.

Nah, kalau bisnis online, pernah denger nggak teman?

Mungkin sebagian kita sudah tidak asing lagi dengan bisnis online. Bisnis onlinepun kalau diartikan mungkin bisa berbagai macam frasa yang mendeskripsikannya. Namun intinya, bisnis online pun merupakan kegiatan jual beli juga seperti di dunia nyata. Namun bedanya, jual belinya di dunia maya, baik semua aktivitasnya di dunia maya ataupun sebagiannya. Yup, dengan semakin berkembangnya teknologi, aktivitas jual belipun juga berkembang caranya. Kini lebih mudah, tak perlu saling pandang, banyak duduk manis, waktu lebih singkat, lebih luas cakupannya, dan berbagai kemudahan lainnya.

Contohnya, mungkin di salah satu media sosial yang kita punya, terkadang atau bahkan sering lewat di beranda media sosial kita, salah satu teman kita mempromosikan sesuatu untuk dijual. Nah, dia sedang melakukan jual beli di dunia maya.

Setelah teman-teman seperjuanganku di bangku sekolah satu persatu menuju ke pelaminan, kehidupan mereka yang baru pun dimulai. Ku lihat, rata-rata dari mereka mencoba mencari rezeki dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Yup! Mereka berbisnis online juga untuk membantu suami mereka memcari rizki dan membantu perekonomian keluarga.

Nah mereka, ibu-ibu yang mempunyai usaha sendiri, ada nama kerennya loh.

Apa itu?

Mompreneur! Wah, istilah apa lagi tuh?
Mompreneur terdiri dari 2 kata, kata Mom yang sepertinya tak begitu asing lagi, berarti ibu dan preneur dari kata enterpreneur yang berarti... wirausahaan *dari wikipedia. Googling dulu tadi hihihi. Jadi MomPreneur itu seorang ibu rumah tangga yang memiliki usaha sendiri.

Dengan teknologi yang canggih kini, kamupun bisa menjadi seorang mompreneur! Yang penting anda wanita bukan pria hehe.. Kalau laki ya enterpreneur namanya.. Atau dadpreneur mungkin boleh kalau mau.. Tersenyumlah bunda-bunda di rumah semua, karena kali ini, tulisanku khusus untuk para ibu yang ingin menjadi mompreneur.

Mengapa mompreneur? Karena dengan menjadi mompreneur, seorang ibu tak perlu lagi kerja atau berjualan di luar rumah dan tetap bisa berada di rumah menunaikan kewajiban sebagai seorang istri dan berbisnis. Bunda bisa berbisnis dan tetap masak untuk keluarga tersayang dan memperhatikan pendidikan anak-anak tercinta.

Mereka yang Terjun dalam Bisnis Online

Melihat para mompreneur, membuatku kagum. Bagaimana tidak, mengurus rumah, suami, anak, bukanlah hal yang bisa dipandang sebelah mata. Letihnya tak terkira. Harus disiplin dan bisa memanage waktu dengan baik antara mengurus rumah dan berbisnis.

Mungkin beberapa profil mompreneur berikut ini bisa menginspirasi kita. Penasaran kaan..?


1. Nurul Ummu Tsabita

Berawal dari hobi, siapa sangka, kini kue hasil usaha Nurul sudah menjadi andalan oleh-oleh kota Blitar. Akun facebooknya menjadi alat pemasarannya, walapun ibu dengan 2 anak ini mengaku tak mahir berjualan online, asal upload saja dan dibantu temannya memasarkan kue-kuenya di kalangan dinas. Namun, sekarang hasilnya mulai terlihat walau akunya usahanya tidak terlalu serius sehingga hasilnya kurang maximal dan telah lama berjalan.  Rahasia yang diungkapnya, untuk usaha kuliner, ia langsung mengeluarkan produk yang pasarnya menengah ke atas. Walau terlihat lambat, namun keuntungan yang didapat sama seperti yang pasarannya menengah ke bawah, namun tidak secapek yang menengah ke bawah. Walau begitu, kegagalanpun pernah dilaluinya; kue yang gagal, mengantar pesanan yang jauh namun tak dibayar-bayar, bahkan sampai harus ruqyah karena dapat "paketan" jin. Namun mimpinya untuk memiliki usaha tetap menjadi penyemangatnya selama ini. Tsafah, itulah merek yang menghiasi kue-kuenya, dari kata Tsabita dan Afifah, 2 putri kesayangan ibu Nurul dan suaminya. Hasil kue-kue kreasinya dapat anda lihat di akun facebooknya : Nurul Ummu Tsabita





2. Stephanie Febrian

Syimar Butik Anak Muslim
Banyak orang sukses karena dipecut oleh impiannya. Hal ini dialami oleh Stephani Febrian, ibu dari 3 anak yang masih kecil-kecil untuk menjadi seorang mompreneur. Di antara mimpi-mimpinya adalah ingin membahagiakan kedua orang tuanya dan membawa keduanya umroh bersama keluarga besar, menjadi kaya namun bertakwa, membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain, dan cita-cita tinggi lainnya.
"Sudah lebih kurang 4 tahun.
Itu dimulai dari jualan rajutan sampai sekarang jualan palugada (campur-campur)" . Bermula dari hobi merajut dan mencoba menjualnya di sosial media, iapun mulai mencoba menjual barang-barang lainnya dan tekun mempelajari cara-cara berbisnis online baik lewat buku-buku marketing dan whatsapp grup. Kini barang yang dijualnya mencakup gamis dan jilbab anak, manset tangan, kurma, misk thaharah, kreasi tangannya, kue-kue yang ia buat sendiri dan lain-lain. Salah satu hasil buatannya adalah coklat praline, yang laris manis di saat ramadhan. Walau kini banyak yang dijual, ia tak lupa dengan tugas utamanya sebagai istri dan ibu. "jalani aja semampunya. Karena fokus utama tetap ke anak-anak. Masalah rezeki sudah ada Allaah yang ngatur" ungkapnya. Barang-barang yang dijual Ibu muda yang akrab dipanggil Vani ini bisa ditemukan di fanpage "Rifara Grosir Jilbab Anak" dan instagramnya @stephaniehomemade dan @syimarbutikanakmuslim


3. Tri Damayanti

Indonesia kaya dengan budaya dan ciri khas. Salah satunya adalah batik, corak yang penuh seni dan cantik yang kini menjadi khas negara Indonesia. Ditambah dengan umumnya ibu-ibu menggunakan daster di rumah, Tri Damayanti mulai menjual daster batik. Ibu-ibu di rumahpun kini bisa berdaster dengan cantiknya motif batik. Berbisnis online dengan 2 anak di rumah, tentu ada kendala yang dihadapinya. Tri tetap berusaha untuk mempromosikan jualannya terutama di instagram. "di bawa nyantai aja" ungkapnya walau ada kendala. Omset yang didapat dari menjual daster batik ini mencapai 6 juta ke atas perbulan. Belum lagi ditambah barang lain yang dijualnya; buku, mainan anak, dan jilbab. Anda dapat melihat daster batik yang dijualnya di instagram : @galeridasterbatiksolo

4. Rika Prasetyawati

Nyits Catering
Nasi Kabsah mungkin sudah tak asing lagi di telinga kita. Kalau nasi Mandi? Mungkin banyak yang belum tau yaa.. Nasi Mandi juga merupakan salah satu masakan dari Timur Tengah lho. Mungkin Rika pun tak pernah membayangkan nasi khas Timur Tengah buatanya terjual hingga 1000 porsi di bulan Ramadhan tahun lalu. Yup, salah satu mompreneur, Rika, mulai merintis bisnis kuliner Timur Tengah di akhir tahun 2015 setelah sebelumnya menjual madu, herbal, dan lain-lain sejak 2009. Pemasarannya lewat akun facebook, instagram, dan tokopedia. Perkembangan bisnisnya sangat terlihat, mungkin dikarenakan peluang bisnis kuliner khas Timur Tengah masih terbuka lebar, apalagi melalui online. Selain banyak yang membeli di bulan ramadhan dan untuk konsumsi pribadi, orangpun membeli nasi Mandi Kambing untuk aqiqah, juga dipesan untuk makan siang para pegawai di kantor. Tak hanya nasi Kabsah dan Nasi Mandi, ragam masakan lainnyapun dijual seperti nasi Bukhari, nasi Gambari, sambosa, juga makanan-makanan impor dari Saudi seperti kurma, coklat, hingga ayam Al-Baik fenomenal yang hanya bisa didapatkan di kala umroh juga berhasil dijangkaunya untuk dijual di Indonesia. Namun dibalik kesuksesan yang terlihat, jatuhpun sering terjadi. "pernah nyetok barang yang nggak habis sampai hampir masa expired, jadi dikasih gratis" ungkapnya. Kendala mengatur waktu juga dialaminya karena belum ada asisten tetap di rumah. Namun Rika tetap berusaha. Selain bersaing dengan memberi harga terjangkau, kualitas juga menjadi perhatiannya. Membangun interaksi yang baik dengan calon pembeli juga hal yang ia terapkan dalam berbisnis di dunia maya.

Pengiriman masakan arabnya menggunakan layanan gojek untuk jabodetabek dan bandung. Dapat sampai di hari yang sama dengan waktu memasak. Untuk daerah lain Rika menggunakan ekspedisi atau ada yang langsung datang ke tempat Rika tinggal, Bekasi. Oh iya! Bisnis kuliner ini ia beri nama NYITS Catering, dari nama-nama buah hati Rika dan Suami; Nufail, Yahya, Ilyas, dan Tsurayya. Lezatnya kuliner arab ini dapat kalian temui di instagramnya @nyitscatering dan di tokopedia.com/nyits


5. Ninik Sri Hartini

bussybook by Ninik Sri Hartini
Kreasi dari kain flanel mungkin sudah umum dijual. Namun membuat buku edukatif dari kain flanel, mungkin sedikit orang yang telaten membuatnya. Ninik Sri Hartini adalah salah satunya. Berawal dari hobi, awalnya Ninik menjual kreasi flanel edukatif juga rajutannya secara online sejak 2011. Hingga salah satu pembeli memesan baby book full flanel dan ia menerima tantangan tersebut. Tak disangka baby book menjadi salah satu produk yang diminati dan baby book yang telah dibuat oleh Ninik dengan tanganya sendiri mencapai 100 buku lebih.

Setelah itu Ninik menetap di Mesir bersama suaminya. Namun hal itu tidak membuatnya berhenti berkarya dan berbisnis. Rasa penasaran membuatnya mencoba hal baru, yaitu quitebook/busybook untuk anak. Ninikpun mengupload hasil karyanya di facebook. Tak disangka peminat bermunculan dan memesan busybook karya Ninik. Namun karena belum menemukan asisten yang pas untuk membantu produksi, Ninik membatasi produksinya 5 buku dalam sebulan dan paling banyak 8 buku. Hingga kini, busybook hasil karyanya yang telah terjual sebanyak 70 buku. "Kayaknya harus fokus pada bidang yang sedang di geluti dan managemen waktu yang baik" ungkapnya ketika ditanya tips sukses dalam berbisnis online. Karya-karya Ninik dapat ditemukan di fanpagenya Rumah Craft.

Andapun Bisa Seperti Mereka!

Tertarik untuk menjadi mompreneur juga? Mungkin beberapa langkah dan tips berikut dapat membantu bunda-bunda semua..

Inilah beberapa langkah untuk memulai bisnis online :

1. Izin dan Ridho Suami. Yup! Ini yang terpenting bunda.. Mintalah izinnya, karena suami adalah pemimpin dalam rumah tangga. Bisa jadi suami hanya menginginkan bunda menjadi ratu di rumah dan fokus menjadi pendidik dan teladan bagi buah hati di rumah. Menjadi mompreneur pun bisa jadi tak lepas dari bantuan suami, karena mau tak mau di beberapa waktu mompreneur harus keluar rumah juga untuk membeli dan mengirim barang. Jadi, jangan lupa izin suami dulu ya bunda..

2. Punya alatnya & media sosial. Anda sudah punya smartphone? Kalau begitu sudah cukup sebagai alat untuk menjual produk anda. Namun yang terpenting ada pulsa untuk internet dan charger jika smartphone akan habis batrai. Kemudian buatlah media sosial, bisa facebook, instagram, dan semisalnya. Jalinlah pertemanan dan hubungan yang baik dengan teman-teman.

3. Tentukan apa yang akan dijual. Kemudian, tentukan apa yang ingin dijual. Bisa sesuatu yang sesuai passion/minat kita. Seperti misalnya jika anda suka merajut, maka cobalah untuk menjual rajutan anda di sosial media. Karena jika kita melakukan sesuatu sesuai passion, biasanya dikerjakan dengan lebih semangat dan dengan senang hati. Bisa juga dengan survei apa kebutuhan masyarakat sekarang. Jadi lakukanlah survei, apa yang dibutuhkan masyarakat dan sediakanlah solusinya. Nah, jika passion kita pas dengan kebutuhan masyarakat, itu lebih sip lagi! Bekerja dengan hati senang dan peluang besar untuk laku lebih banyak. Bisa juga dengan bekerjasama dengan orang lain dengan menjualkan barang orang lain. Namun hati-hati ya bunda, karena sekarang banyak penipuan. Buatlah perjanjian yang jelas di awal.

4. Buat nama tokomu atau merek produkmu! Pemilihan nama bisa berdasarkan apa saja. Bisa dengan nama sendiri, nama anak, nama bunga, nama yang memiliki arti yang bagus,  dan lain-lain.

5. Belajar teknik marketing. Pelajarilah Teknik mareketing atau jual beli secara online. Bisa dicari yang gratis dulu, dengan mencari artikel-artikel di google bagaimana cara memulai bisnis online, atau mengikuti grup-grup belajar bisnis online di whatsapp, membaca buku yang membahas tentang bisnis online. Tak perlu banyak keluar rumah juga untuk belajar kan? Atau jika ingin belajar bersama suami di luar bisa mengikuti seminar tentang bisnis online. Belajar ini bertujuan agar bunda tahu bagaimana cara menjual produk, bagaimana agar cepat laku, bagaimana agar orang tertarik dengan apa yang kita jual, dan meminimalisir kerugian akibat kurangnya ilmu. Cara mempromosikan produk juga ada caranya lo! Bedanya dengan di dunia nyata, kalau di dunia nyata kita harus lihai berbicara dan meyakinkan pembeli. Kalau di dunia maya, bicaranya dengan tulisan, harus mahir menulis dan mengatur kata-kata. Pelajari juga tips-tips agar sukses berbisnis online. Berikut ini beberapa tips agar sukses berbisnis online :

- bangun kepercayaan calon pembeli. Ketika pertama kali pembeli mengunjungi profil kita, mereka akan meneliti apakah kita benar-benar penjual atau penipu. Agar orang percaya bahwa kita bukan penipu, bisa dengan menyertakan website resmi kita berisi produk yang dijual, nomor telpon, alamat, dan masukan juga foto-foto testimoni pembeli sebelumnya.

- Foto yang menarik. Foto juga berpengaruh untuk memikat hati pembeli. Kalau ada waktu, pelajarilah teknik foto produk. Bagaimana cara mengambil sudut yang bagus, cara mengedit pencahayaan, bukan diedit untuk penipuan yaa.. Tak perlu ke studio foto kok untuk menghasilkan foto yang bagus. Dengan murah meriah di rumah, produkmu bisa terlihat mewah. Caranya? Tentu dengan belajar :) Bukan berarti menipu yang hitam jadi putih ya hihi.. Belajarlah teknik foto sederhana namun hasilnya cantik. Kalau dengan foto hasil karya kita sendiri, orang lebih percaya bahwa kita bukan penipu. Kalau menggunakan foto orang lain, apalagi fotonya pecah/buram, keraguan bisa muncul dari calon pembeli.

- Belajarlah teknik menulis yang memikat hati. Aku pernah membaca status seorang teman tentang covert selling. Ternyata itu teknik penjualan, bagaimana kita menjual tetapi terlihat seperti bukan menjual. Bisa dengan bercerita misalnya "Waah hari ini sudah 20 orang yang membeli". Dari kalimatnya, kita tidak menjual. Tetapi orang penasaran mengapa sampai selaku itu? Pada akhirnya merekalah yang terjerat oleh kata-kata kita dan kemungkinan akan dibeli jadi meningkat!

- Respon yang cepat dan ramah. Kalau ada waktu, segeralah membalas pertanyaan pembeli dengan sapaan yang ramah. Pembeli akan merasa nyaman dengan penjual yang ramah. Siapa sih yang nggak suka orang yang ramah.. Iya kan?


6. Manajemen waktu dan Disiplin. Ini nih yang tak kalah penting. Mengatur waktu. Ya, kita tak boleh lupa kewajiban utama kita sebagai ibu rumah tangga. Jadi jangan sampai karena sibuk berjualan, pekerjaan rumah jadi berantakan. Aturlah jadwal dan disiplin. Memang tak mudah. Namun bisa diusahakan. Jangan menunda-nunda pekerjaan.

7. Doa & dukungan suami. Ya, jangan meremehkan do'a. Dukungan suamipun sangat penting, karena bisa menjadi penyemangat dikala kita down.

8. Promosikan! Yup! Cobalah mempromosikannya di media sosial bunda sambil terus belajar cara berbisnis online.

9. Bersabar. Sabar sangat dibutuhkan. Tak ada pilihan tanpa resiko. Berbisnis onlinepun memiliki resiko juga. Untuk itu, stok kesabaran perlu difull kan. Bisa jadi kita akan menemui pembeli yang tidak jadi membeli, bertemu pembeli yang kasar, gagal dalam penjualan, dan berbagai rintangan lainnya. Pelajari juga resiko-resiko yang dapat ditemui saat berbisnis online atau dari kisah mompreneur lain agar dapat menghindarinya.

10. Bersyukur. Ya, syukurilah apa yang telah didapat. Lihatlah orang-orang dibawah kita. Karena dengan itu hati akan tenang dan siap menjemput rezeki dengan hati senang.

Jadi, sudah siap menjadi mompreneur berikutnya bunda? Ayo segera dimulai! Semangat yaaa bundaa..

______________________
Artikel ini dibuat untuk mengikuti lomba yang diadakan Dumet School.

Hobi yang Paling Awet Hingga Kini



Tak kusangka merajut menjadi hobi yang paling kusuka. Dari sekian banyak hal yang pernah kulakukan dulu : melukis, merajut, jahit, fotografi, crafting, blogging, dan lain-lainnya, yang paling awet sampai saat ini cuma merajut dan.. makan *ups. Sepertinya harus maksa nambah hobi 1 lagi : m-a-s-a-k, biar tambah disayang suami hehehe...

Kelihatannya merajut sudah tidak asing lagi yaa. Rajutan kini banyak diminati kalangan muda. Semoga saja tak lagi identik dengan hobi oma-oma.

Dulu ketika Ibuku tercinta merajut ikat rambut untuk kami, anak-anaknya, akupun tertarik merajut juga. Seingatku, ibuku sering merajut ikat rambut. Bukan untuk dijual. Yah, maklumlah, kasusnya seperti halnya kaus kaki yang sering hilang sebelah, ikat rambut termasuk barang yang sering hilang dirumah. Akhirnya membuat ikat rambut menjadi aktivitas yang lumayan sering dilakukan. Akupun mulai minta diajarin juga. Dari membuat ikat rambut itu, akhirnya bisa 3 macam tusukan : rantai, single crochet, dan double crochet. Namun rasa penasaran dengan teknik lain bermunculan. Akupun belajar sendiri dari buku dan youtube, hingga kini alhamdulillah bisa membuat sesuatu yang lebih dari ikat rambut dan membuat blog 'Go-Crochet' berisi karya rajut bersama temanku. 

Merajut itu menyenangkan. Kalau sudah menjadi suatu barang, di hati senang rasanya. Jika menjadi hadiah, membahagiakan pembuat dan penerimanya. Terkadang, sebuah rajutan mengingatkan momen-momen kehidupan. Karena untuk proyek yang besar, sering memerlukan waktu berhari-hari lamanya. Aku pernah ngerajut tas untuk Karimah, teman masa menengah atas. Saat merajut tas itu, ada hari di mana aku bertemu dengan suamiku untuk pertama kalinya dan di hari itu pula, hari di mana jarum rajut nomor 5 kesayanganku hilang. Jadi, untuk temanku, Karimah, ketahuilah, tas itu menjadi saksi bisu momen penting dalam hidupku. Jadi, mahal sekali harganya hihihi..


Rajutan itu istimewa. Ada waktu yang dikorbankan, belum lagi jika ada yang salah, harus rela membongkar simpul-simpul yang terlanjur dikaitkan. Ada seni yang tersirat, yang membuatnya limited untuk dibuat. Rajutan itu spesial, spesial dibuat hanya untuk kamu seorang. Dan perjalanan untuk bisa merajut itu tak sebentar, butuh minat yang kuat, ketekunan, dan kesabaran.

Jadi, untuk teman-teman yang bertanya-tanya, mengapa sih rajutan itu mahal? Jawabannya sudah diuraikan diatas. Kalau mau murah, bisa kok buat sendiri di rumah :)
crochet & knitting

Yang pengen belajar ngerajut juga, ayo segera coba. Alat dan bahan yang dibutuhkan hanya jarum rajut, benang, dan jari-jemarimu. Oh iya, teknik rajut yang kutekuni itu crochet, bukan knit. Kalau knit aku masih meraba-raba buatnya hehe.. Bedanya crochet dan knit, crochet menggunakan 1 jarum bernama hakken/hakpen sedangkan knit menggunakan 2 jarum atau lebih yang bernama breien. Kalau benangnya kurang lebih aja.. Buku-buku rajut banyak sekali dijual di toko buku. Di youtube pun banyak yang memberikan tutorial merajut secara cuma-cuma. Merajut itu enak bisa dilakukan dimana saja, karena tak terlalu banyak alat dan bahan yang dibutuhkan. Hobi ini juga menguntungkan karena bisa dijual. 

Jadi, tunggu apa lagi.. Ayo dicoba dan selamat mencoba ^^

Baca juga : Perbedaan Knitting dan Crochet [?]

__________________
Artikel ini dibuat untuk mengikuti lomba yang diadakan oleh Neetip.id

Teknologi aja Maju, Kalau Kamu?

sumber : rayapos.com
Maju. Kata ini sering mengiasi kata teknologi. Ya, semakin detik berjalan bersama bergantinya siang dan malam, semakin hari teknologi semakin dipercanggih oleh para ahli. Apakah anda merasakan majunya teknologi saat ini?

Ingatkah dulu?

Ketika tangan, pulpen, dan kertas beradu, jadilah sebuah surat untuk yang dirindu. Namun untuk memberikannya pun, harus menempuh jarak ke kantor pos dulu.
Kini, jempol dan handphone pintar yang beradu. 'Miss you', tak sampai 1 paragraf, dalam hitungan detik kalimat itu sudah bisa sampai pada yang dirindu. 

Ketika harus berjalan jauh, meninggalkan sanak keluarga demi menimba ilmu. 
Kini tinggal duduk dan website-website  ilmu berhambur, tinggal pilih mana yang ingin dituju.

Ketika ingin tahu kabar, baca koran dulu.. Kini segala informasi lewat di beranda tanpa disuruh.

Ketika ingin ngenet, perlu komputer jadi harus ke warnet. Kini handphone pun sudah cukup, bisa ngenet sambil makan roti goreng kornet.

Terasa banget ya, perubahannya? Terasa sekali betapa teknologi di Indonesia berkembang. Teknologi membuat semua pekerjaan semakin cepat, mempersingkat waktu, dan memudahkan pekerjaan. Membuat jarak dan waktu tak lagi masalah, ucapan rindupun cepat tersampaikan saat itu juga. Bahkan tukang becakpun kini menggenggam telepon genggam. Semakin berkembangnya teknologi, terlebih di negara kita, Indonesia, adalah hal yang patut disyukuri. 

Namun, apakah diri kita ini ikut maju bersama dengan majunya teknologi?

Nyuci baju di mesin cuci, ke pasar naik mobil. Dibanding orang dahulu nyuci dengan kedua tangannya, kepasar dengan berjalan. Seharusnya lebih banyak pekerjaan yang bisa kita lakukan hari ini dari pada kakek nenek kita, bukan? 

Ilmu sangat banyak bertebaran. Bahkan buku elektronik banyak dan ada yang cuma-cuma. Sekolahpun kini dapat dari rumah tanpa tatap muka. Dibanding ilmuan dan ulama zaman dahulu kala, mereka belajar dengan susah payah dengan berbagai keterbatasan, menempuh berkilo-kilo jarak, namun buku dan karya mereka sangat banyak. Seharusnya dengan ilmu yang semakin mudah didapat, kita semakin bersemangat belajar dan semakin banyak ilmuwan di Indonesia, bukan?

Mengerjakan pekerjaan rumah bagi seorang ibu sudah mudah. Ayo, selesaikan semua dan buat kue kesukaan keluarga! 

Cari ilmu sudah murah. Ayo, segera pelajari, hapalkan, amalkan, dan ajarkan!

Menyapa keluarga yang jauh tak perlu lagi berkirim surat. Ayo, bangun lagi keakraban dengan sanak saudara!

Memperluas pengetahuan tak perlu jauh jalan ke perpustakaan. Ayo, lebih semangat membaca dan perluas wawasan!

Pernahkah terpikir, ada apa sebenarnya? Setelah teknologi yang mempercepat pekerjaan kita, apa masih terasa 24 jam sehari itu kurang?

sumber : readersdigest.ca
Apa ada yang menyita waktu kita? Hmm apa ya.. Oh, mungkinkan salah satu teknologi canggih yang sering ada digenggaman memperbudak kita? 

Sobat, Cukup sudah menunduk tenggelam dan terpaku menatap layar itu.
Cukup sudah jam demi jam berlalu tanpa menghasilkan sesuatu.
Sudah saatnya untuk kita bangkit.
Sudah cukup rakyat Indonesia menjadi penonton gambar orang hilir mudik.
Saatnya jadi pemain!
Gunakan teknologi di depanmu ini.
Hasilkan manfaat setiap hari.
Mulai dari yang sedikit.
Membaca. Ponsel pintarmu juga bisa menjadi jendela dunia kini.
Menulis. Tebar manfaat yang didapat dan latih kemampuan diri.
Berkarya. Berikan inspirasi untuk orang lain dan belajarlah dari orang yang lebih ahli.

Menggunakan teknologi secukupnya, namun maksimal.

Mari, Sobat, kita gunakan teknologi dengan bijak. Menggunakannya dengan semaksimal mungkin untuk kemajuan kita. Bukankah seharusnya lebih banyak karya yang bisa dihasilkan anak bangsa? Ayo! Sama-sama kita rubah cara kita menggunakan teknologi. Jangan mau menjadi budak teknologi. Jangan kalah dengan majunya teknologi. Seharusnya kita juga maju dengan teknologi yang ada! 

Teknologi diciptakan untuk membantu dan mempersingkat waktu pekerjaan, bukan menyita waktu kita. 

Mari maju dengan majunya teknologi! Ayo kita majukan bangsa!


***


Update (31 Maret 2017)

Artikel di atas ku tulis untuk mengikuti lomba blog yang diadakan oleh DUMET School. Dan tanggal 29 Maret kemarin sudah keluar pengumumannya daan hasilnyaa.. belum menang hehehe.. harus lebih semangat belajar nulis lagi nih. Tulisan para pemenang memang bagus" masyaAllah. Tulisanku nggak ada apa-apanya.. Sebenarnya nulis artikel ini bagai menyindir diri sendiri hehehe.. Jadi berat juga mau dipublish karena diri inipun belum baik menggunakan teknologi. Tapi tak apalah, jadi pengingat untuk diri supaya berubah. Sudah nulis kayak gini masa nggak berubah. Semangat semangat!! Harus maju jugaaa nggak boleh tambah nunduk!!