Tampilkan postingan dengan label Rajutanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rajutanku. Tampilkan semua postingan

Crochet Granny Square Pertamaku


Apa itu Granny Square?? Umumnya si sebutan untuk rajutan berbentuk kotak, dan biasanya dibuat dalam jumlah banyak ddan digabung jadi satu, jadilah sebuah karya! Bisa selimut, sarung bantal, tas, dan lain-lain.

2 hari (atau 3 hari ya?) ini lagi semangat ngarang crochet granny square! Kenapa? Karena ada lombaaaaaaaaa!! (kayak anak-anak aja nas hahaa) Entah kenapa senang sekali dan sangat tertantang untuk ngarang pola.

Apalagi hadiahnyaaa ya Allah menggiurkan sekalii... Benang-benang, sejumlah jarum rajut, buku-buku rajut, untuk 3 pemenang!!


Dan kalian tau sudah berapa granny square yang masuk untuk lomba... 500 granny square..........


Hiks



Dan pemenang berdasarkan yang paling banyak likenya. Baiklaah kita urung dulu harapan menang yang ini hiks..



Masih ada harapan lain!



Beberapa peserta akan dihubungi untuk ikut buat buku 100 granny square!!! Waaaah mauuuuuu.... Semoga saja yang ini kesampaian jadi salah satu dari 100 itu aamiin...

Jadi, tau ada lomba itu sepertinya 3 hari sebelum deadline. Padahal lombanya sudah beberapa bulan yang lalu diumumkan. Akhirnya kebut-kebut ngarang dan bongkar pasang. Ternyata ngarang pola itu tidak mudah kawan. Kadang nggak pas ukuran, kurang bagus, ruwet, belum lagi nulis pola. Untungnya lombanya hanya setor foto saja.

Daan inilah diaa hasil granny square perdanakuuu..

Haneen's Heart Square

Nggak nyangka bisa ngarang pola alhamdulillah hiks.. Walau belum sekeren master-master rajut yang ikut lomba juga.

Karena diminta kasi nama granny squarenya dan aku bingung kasi nama apa, kunamakan saja "Haneen's Heart Square" hihihi..

Kenapa?

Haneen's Heart Square

Karena pink ditengah seperti hati, dan Hanin suka pink. Jadilah namanya begitu hehe..

Sudah ada kandidat satu, ternyata masih pengen ngarang lagi. Karena dikejar deadline akhirnya bawa rajutan ke taman sekalian nemenin hanin main ayunan dan prosotan. Nggak nyangka akhirnya bongkar pasangnya jadi juga sebelum waktu pengumpulan ditutup. Dan inilah dia granny square ke duaku.

Snowy Flower Square

Namanya.. Bingung lagi deh. Akhirnya asal aja kasi nama Snow Flower Square karena warnanya mirip-mirip salju di film anak-anak wkwkwk.. Tapi kayaknya yang bener Snowy Flower Square ya? Wkwkwkk apa terserahlah..

Snowy Flower Square

Semoga saja beruntung lomba kali ini, setidaknya bisa ikut nulis buku aamiin..




Eksperimen Buat Crochet Cardigan






Musim dingin memohon diri. Musim panas pun terbit. Saatnya mengemas baju-baju musim dingin agar tak memenuhi lemari. Sayang, jaket Hanin baru dipakai beberapa kali. Uminya sih, yang telat beli.. hehe..

Pengen buat cardigan rajut untuk Hanin untuk musim panas ini. Saat Hanin lahir (atau sebelumnya ya?) salah satu keluargaku membelikanku banyak benang. Katanya untukku membuatkan Hanin baju. Senangnyaa dapat benang. Terima kasih kak Munirah.. tetapi sampai Hanin memasuki umur 2 tahun 5 bulan benang-benang itu tak menjadi apa-apa untuk Hanin hiks.. Kelamaan mikir model, nunggu mood yang nggak jelas, dan malas sepertinya termasuk faktornya juga.


Ini dia benangnya,, benang Katun
Akhirnya, memasuki musim panas kemarin, mood dan semangat muncul tiba-tiba. Cari inspirasi di pinterest, akhirnya nemu model yang sepertinya dapat diterka cara buatnya. Ya, empunya foto tak memberikan polanya. Hanya beberapa foto step-by-step. Jadi bolak-balik lihat fotonya deh hehe.

Ini dia yang kutemui di pinterest

aku kolase fotonya, sumber pinterest, blog demismanostejidos.blogspot.com
Dulu, aku sempat penasaran bagaimana cara merajut cardigan yang ngerajutnya melingkar dan tau-tau ada lengan di tengah-tengah lingkaran. Mungkin ini sebabnya pas liat model ini di pinterest langsung excited sekali pengen langsung coba. Ternyata gitu tho polanya.. Sayangnya nggak ada pola tulisan. Jadi bermodalkan foto yang ada, bereksperimen ria deh dengan jarum dan benang. 

Semangat ini munculnya mendekati jam 12 malam ckckck.. Akhirnya tetap rajut terus pantang tiduuuuur..

Jadi pertama ngerajut bentuk segi lima. Aku ukur panjang sisi segi limanya dengan lebar punggung hanin. 

segi lima, panjang sisi sepanjang lebar punggung

Setelah selebar punggung Hanin, aku mulai membuat lengan dengan menambahkan rantai Setelah itu, lanjut lagi rajut melingkar, melingkari segi lima dan lubang lengan. 

membuat lengan


Lalu lanjut dengan shell stitch semua dan semakin lebar dengan penambahan rantai dan memperlebar ukuran shell stitch. Dibaris terakhir, aku ganti benang dengan warna putih.

Dilanjutkan dengan shell stitch

Setelah itu, membuat lengan. Hmm aku sempat bongkar pasang membuat lengan ini hehe.  Bingung. Lengan juga menggunakan shell stitch dan baris terakhir ganti benang putih.

membuat lengan dengan shell stitch

Setelah itu, membuat tali di depan. Buat rantai saja dan diujung buat beberapa double crochet.

membuat tali

 Daan jadiii Alhamdulillah ^^

Depan

Belakang
Namun sepertinya ada yang salah perkiraan. Kalau dipakai, bagian belakang agak ngembung hehehe.. Males ngulang hiks.. Tak apa lah yang penting jadi hehehe..

Maaf yaa teman-teman nggak ada polanya.. Entah kapan sempatnya kalau mau nulis pola. Tapi semoga dengan foto-foto yang ada ini bisa menginspirasi para perajut yang lainnya. Selamat bereksperimen dengan benang 💪

Hobi yang Paling Awet Hingga Kini



Tak kusangka merajut menjadi hobi yang paling kusuka. Dari sekian banyak hal yang pernah kulakukan dulu : melukis, merajut, jahit, fotografi, crafting, blogging, dan lain-lainnya, yang paling awet sampai saat ini cuma merajut dan.. makan *ups. Sepertinya harus maksa nambah hobi 1 lagi : m-a-s-a-k, biar tambah disayang suami hehehe...

Kelihatannya merajut sudah tidak asing lagi yaa. Rajutan kini banyak diminati kalangan muda. Semoga saja tak lagi identik dengan hobi oma-oma.

Dulu ketika Ibuku tercinta merajut ikat rambut untuk kami, anak-anaknya, akupun tertarik merajut juga. Seingatku, ibuku sering merajut ikat rambut. Bukan untuk dijual. Yah, maklumlah, kasusnya seperti halnya kaus kaki yang sering hilang sebelah, ikat rambut termasuk barang yang sering hilang dirumah. Akhirnya membuat ikat rambut menjadi aktivitas yang lumayan sering dilakukan. Akupun mulai minta diajarin juga. Dari membuat ikat rambut itu, akhirnya bisa 3 macam tusukan : rantai, single crochet, dan double crochet. Namun rasa penasaran dengan teknik lain bermunculan. Akupun belajar sendiri dari buku dan youtube, hingga kini alhamdulillah bisa membuat sesuatu yang lebih dari ikat rambut dan membuat blog 'Go-Crochet' berisi karya rajut bersama temanku. 

Merajut itu menyenangkan. Kalau sudah menjadi suatu barang, di hati senang rasanya. Jika menjadi hadiah, membahagiakan pembuat dan penerimanya. Terkadang, sebuah rajutan mengingatkan momen-momen kehidupan. Karena untuk proyek yang besar, sering memerlukan waktu berhari-hari lamanya. Aku pernah ngerajut tas untuk Karimah, teman masa menengah atas. Saat merajut tas itu, ada hari di mana aku bertemu dengan suamiku untuk pertama kalinya dan di hari itu pula, hari di mana jarum rajut nomor 5 kesayanganku hilang. Jadi, untuk temanku, Karimah, ketahuilah, tas itu menjadi saksi bisu momen penting dalam hidupku. Jadi, mahal sekali harganya hihihi..


Rajutan itu istimewa. Ada waktu yang dikorbankan, belum lagi jika ada yang salah, harus rela membongkar simpul-simpul yang terlanjur dikaitkan. Ada seni yang tersirat, yang membuatnya limited untuk dibuat. Rajutan itu spesial, spesial dibuat hanya untuk kamu seorang. Dan perjalanan untuk bisa merajut itu tak sebentar, butuh minat yang kuat, ketekunan, dan kesabaran.

Jadi, untuk teman-teman yang bertanya-tanya, mengapa sih rajutan itu mahal? Jawabannya sudah diuraikan diatas. Kalau mau murah, bisa kok buat sendiri di rumah :)
crochet & knitting

Yang pengen belajar ngerajut juga, ayo segera coba. Alat dan bahan yang dibutuhkan hanya jarum rajut, benang, dan jari-jemarimu. Oh iya, teknik rajut yang kutekuni itu crochet, bukan knit. Kalau knit aku masih meraba-raba buatnya hehe.. Bedanya crochet dan knit, crochet menggunakan 1 jarum bernama hakken/hakpen sedangkan knit menggunakan 2 jarum atau lebih yang bernama breien. Kalau benangnya kurang lebih aja.. Buku-buku rajut banyak sekali dijual di toko buku. Di youtube pun banyak yang memberikan tutorial merajut secara cuma-cuma. Merajut itu enak bisa dilakukan dimana saja, karena tak terlalu banyak alat dan bahan yang dibutuhkan. Hobi ini juga menguntungkan karena bisa dijual. 

Jadi, tunggu apa lagi.. Ayo dicoba dan selamat mencoba ^^

Baca juga : Perbedaan Knitting dan Crochet [?]

__________________
Artikel ini dibuat untuk mengikuti lomba yang diadakan oleh Neetip.id

Tipe Perajut


Tipe perajut? Hehehe ini pengamatan asal-asalanku ya 😄 karna suka ngerajut dan bingung mau nulis apa, jadi nulis ini aja deh..

Jadi, menurutku, ada 2 tipe perajut :

1. Perajut yang berbisnis menggunakan rajutannya.
Yup, emang paling asyik dan menguntungkan jika hobi bisa menjadi ladang rezeki juga. Senang juga rasanya rajutan mulai diminati banyak orang. Tipe ini sepertinya kalau ngerajut cepeet banget tangannya bermain dengan benang, karena ku lihat teman-teman perajutku bisa mengahasilkan beberapa karya dalam waktu beberapa hari saja. Dan tipe ini mungkin termasuk orang yang kuat berjuang melawan mood yang tidak bagus. Yup, ngerajut juga butuh mood lhoo.. Kadang bosen, pengen nyoba cara yang baru, tapi kalau orang ordernya rajutan itu-itu aja ya harus tetep dirajut. Semangat yaa rajuters!

2. Perajut untuk diri sendiri.
Hmm sebenarnya aku bingung menentukan nama perajut ini. Niat hati maksudnya ini kebalikannya tipe yang pertama. Ini tipeku, hobi ngerajut tapi nggak untuk bisnis, hanya untuk diri sendiri dan ngasi rajutan sebagai hadiah untuk orang lain. Bukan nggak pengen bisnis juga.. Sebenarnya karena aku tidak cepat tangannya saat ngerajut dan tidak bisa mengajak mood yang kurang bagus untuk ngerajut bersama. Tapi kalau dapat orderan, bisa saja dengan the power of kepepet deadline jadi deh rajutannya hahaha.. Pernah beberapa kali ada yang pesan rajutan, lama banget jadinya dan karena aku belum tau harga pasaran rajutan, beberapa kali ternyata aku jual modal atau rugi hehehe..

Kalau ada yang setipe denganku, kita bisa menggali kelebihan lain agar bisa menghasilkan uang juga. Bisa dengan inovasi karya-karya rajutan yang tidak pasaran dan tulislah buku!. Nanti yang cetak kan percetakan jadi langsung banyak deh hasil rajutannya hihihi,, Jadi menghasilkan uang juga kan 😁 Tapi tentu butuh ketelatenan juga kalau nulis buku karena kita nggak cuma ngerajut aja. Kita harus nulis caranya, ngerajutnya plus bongkar pasangnya, gambar pola, foto rajutan secantik mungkin, cari penerbit yang mau cetak dll.. Tapi enaknya nggak ada batas deadline, sudah jadi naskahnya, baru kirim deh naskahnya wakau tantangannya harus cari penerbit yang selera dengan rajutan kita *sebenarnya aku belum pengalaman hehe.. Tapi siapa tau ada yang tertarik 😁. Kecuali sudah sepakat sama percetakan mau buat buku dan kalian belum buat apa-apa, bisa ditagih nanti hehe..

Hihihi inilah tipe perajut menurutku 😀 Kalau berdasarkan tekniknya, mungkin ada 2 juga ya, teknik knit atau crochet (bisa baca perbedaannya di sini). Pernah lihat juga ada teknik tatting kalau nggak salah namanya. Tapi entah termasuk ngerajut nggak ya.. Belum kenalan hihihi..

Jadi, kamu termasuk tipe yang mana? 😊

Blocking Rajutan dan Pola Taplak Rajut Wisteria (Doily)


Ngerajut.. Kalau sekarang susah.. Soalnya ada anak hehehe.. Kalau lihat uminya pegang jarum, diambil deh.. Aku ambil jarum yang lain, diambil juga hihihi.. Cemburu mungkin yaa.. Akhirnya Hanin ikut juga mainin jarum dan benang. Mau jadi perajut kayak uminya ya..😊

Tentang taplak ini, ini taplak meja besar kedua yang berhasil kubuat sampai jadi setahun yang lalu. Banyak rajutan yang nggak jadi-jadi. Inipun karena lomba. Jadi, online shop Nurcha Shop di facebook ngadain lomba buat taplak ini. Penilaian berdasarkan poin dan ada juga yang berdasarkan like terbanyak. Alhamdulillah bisa menang lewat like terbanyak. Hadiahnya kupon 100.000 belanja benang hihihi.. Alhamdulillah.. Macem-macem yaa cara berbisnis ^^

Daan ngerajut taplak ini, penuh perjuangan juga. Walau cuma 21 baris, tapi rasanya lamaa banget jadinya. Ngerajut tiap ada waktu luang, bahkan kayaknya dulu sambil nyusuin Hanin juga karena dikejar deadline. 



Taplaknya cantik.. Nama taplaknya Wisteria Doily. Salut sama yang buat polanya. Kapan ya bisa ngarang pola sendiri secantik ini.

Tertarik membuat taplak ini juga? Polanya bisa di download di sini :

http://www.redheart.com/free-patterns/wisteria-doily

Ini saat proses blocking :


Yang sering buat taplak, insyaAllah nggak asing dengan blocking ini. Blocking itu apa ya.. Mungkin proses membentuk rajutan agar rapi kali ya hehehe.. Jadi, kalau rajutan sudah jadi kan masih keriting-keriting hasilnya. Apalagi taplak meja yang banyak lubang-lubangnya seperi taplak mena ini. Jadi kita blocking deh agar taplaknya berbentuk rapi dan tidak keriting lagi. 

Yang dibutuhkan untuk blocking:
🔹 Air
🔹 Alas datar (kardus / karpet)
🔹 Jarum pentul

Kalau aku caranya cuma di cuci dengan air, yang penting sudah basah semua. Lalu taplak diletakan di tempat datar, atur bentuk taplak dan tahan dengan jarum pentul. Oh iya, tempat datar ini yang kira-kira bisa ditusuk dengan jarum yaa.. Seperti kardus, karpet.. Kalau taplak ini aku blocking di bantal besar karena tidak 
Ada alas lain yang besar. Lalu tunggu deh sampai kering.. InsyaAllah bentuknya akan cantik 😊

Sepertinya ada beberapa tehnik blocking. Tapi aku nggak ingat karena nggak dipelajari dengan sungguh-sungguh.. Jadi aku pakai cara ini saja. Semoga nanti ada semangat pelajari cara blocking lainnya. 

Semoga bermanfaat 😊

DIY - Vas Bunga Rajut Motif Kerang (Shell Crochet Vase)

#MenghiasRumah - part 3

Setelah sekian lama hanya melihat rajutan-rajutan yang setengah jadi, akhirnya ada rajutan yang selesai juga dan bisa dipajang di rumah. Seperti keinginanku dulu di postingan sebelumnya, aku punya beberapa bunga yang tidak mempunyai vas. Munculah ide untuk membuat vas bunga dari botol bekas jus buah dan dirajut dikit. Sebelumnya pernah buat tetapi belum ditulis di blog hihihi.. Nulis yang fresh ini aja dulu mumpung semangat hehee..


Alhamdulillah akhirnya ada vas bunga.

Vas kali ini insyaAllah lebih aman karena di gantung di tembok. Amannya dari segi nggak bisa diraih anak-anak hehe.. Maklum sekarang nggak bisa pajang apa-apa yang berbahan kaca di atas meja. Rawan ditarik anak dan akhirnya pecah. 


Naah karena ini botol bekas yang dirajut dan kekuatannya saat digantung ada pada rajutannya, jadi harus pakai benang yang kuat. Benang yang kuat sih benang nilon, rangking 2 mungkin polyester ya.. Karna cuma benang polyester yang ada jadi pakai benang poli. Daaan dengan jarum besar no 7 hihihi.. Yup, tentu biar cepat jadi hehehe.. Karna banyak kerjaan lain yang menunggu.


Sekalian berbagi di sini, siapa tau bermanfaat untuk yang ingin mempercantik rumahnya. Dan aku juga sekalian belajar nulis pola rajutan. Kalau ada salah mohon koreksinya yaa 😊


Ini dia botol bekas*nya..
Dari botol jus buah yang isinya 250ml. 
Ukurannya kurang lebih :
Diameter bawah : 6 cm
Tinggi : 17 cm 



Vas Bunga Simpel 🌸 Simple Flower Vase
By : Inas Basymeleh

Benang/yarn : polyester
Jarum/hook : 7
Istilah/Abbreviation : magic ring, ch, dc, slst, 2 dc inc

Pertama,,
Firstly,,

Baris 1-3
Buat magic circle
Make a magic circle

Baris 1: ch 3 (kita anggap 1 dc), lalu buat 11 dc pada magic circle, slst pada ch ke 3 yang pertama kita buat ( hasil 12 dc)
Row 1 : ch 3 (count as dc), 11 dc in magic circle, slst in the third ch of 3 ch (12 dc)

Baris 2: ch 3, 1 dc pada lubang yang sama, *2 dc inc pada lubang berikutnya, ulangi dari * 11 kali, slst pada ch ke 3 (hasil 24 dc)
Row 2 : ch 3, dc in the same st, *2 dc inc in the next st, repeat from * around 11 times, join with slst in the third ch (24 dc) 

Baris 3 : ch 3, 2 dc inc di lubang berikutnya, *1 dc di lubang berikutnya, 2 dc inc pada lubang berikutnya*, ulangi dari * 11 kali, slst pada ch ke 3 (hasil 36 dc)
Row 3 : ch 3, 2 dc inc in the next st, *dc in the next st, 2 dc inc in the next st, repeat from * around 11 times, join with slst in the third ch (36 dc)


baris 2-19

Baris 4 - 18 : ch 3, lewati 2 lubang, (2 dc inc, 1 ch, 2 dc inc) pada lubang berikutnya, lewati 2 lubang, *1 fpdc pada lubang berikutnya, lewati 2 lubang, (2 dc inc, 1 ch, 2 dc inc) pada lubang berikutnya, lewati 2 lubang berikutnya, ulangi dari * 11 kali, slst pada ch ke 3
Row 4 - 18 :  ch 3, skip 2 st, (2 dc inc, 1 ch, 2 dc inc) in the next st, skip 2 st, *1 fpdc in the next st, sk 2 st, (2 dc inc, 1 ch, 2 dc inc) in the next st, sk 2 st, repeat from * around 11 times, slst in the third ch

Baris 19 : ch 3, 1 dc di 35 lubang berikutnya, slst pada ch ke 3 (hasil 36 dc)
Row 19 : ch 3, dc in the next 35 st, slst in the third ch (36 dc)

baris 20

Baris 20 : slst di 4 lubang berikutnya, 25 ch, slst dari belakan rajutan di lubang dc ke 33 (dihitung dari 3 ch pertama sebagai dc pertama di baris 19). Mulai mengerjakan dr balik rajutan. Slst di lubang-lubang berikutnya dan berlanjut di 25 ch berikutnya dari, slst di lubang berikutnya. Matikan benang.
Row 20 : slst in the next 4 st, 25 ch, slst in the 33th dc from wrong side. (count from ch 3 that count as first dc (row 19) to know the 33th dc). Start crocheting in the wrong side, slst in the next stiches and in 25 ch, slst in the next st. Fasten off. 

***

Setelah rajutan jadi, masukan botol pada rajutan, hiasi dengan pita di tengahnya/ sesuai selera. Dan gantung di tembok.


Akhirnya bisa bikin pita yang rapi hihihi.. 

Tampilan ketika digantung tanpa bunga.. Ini botolnya tidak aku lem dengan rajutan. Bisa di lem juga kalau mau dengan lem tembak/ lem yang kuat lainnya.

Bagaimana teman-teman? Mudah bukan? 😃 Semoga jelas ya penjelasannya, gambarnya.. Terutama di baris 20. Aku bingung gimana jelasinnya hehee.. Semoga gambarnya bisa membantu. Kalau ada yang membingungkan penjelasannya monggo ditanyakan. Semoga bermanfaat dan menginspirasi. Kalau ada yang salah tulis juga mohon koreksinya ya.. Ditunggu karyanya 😃 Selamat Berkreasi 💪💪



__________
* yang tinggal/pernah di Saudi, tebak ini botol apa kira-kira? 😄


Perbedaan Knitting dan Crochet [?]



Knitting
? Beda ya sama Crochet? 
Yup,, Beda sekali.. Alatnya pun beda, namun benang bisa sama. Tetapi masyarakat kita menyebutnya sama untuk menyebut 2 kegiatan ini dengan m-e-r-a-j-u-t. Dulu akupun tak tahu bedanya crochet dan knitting. Jadi apa bedanya?


Untuk crochet, sebenarnya dalam bahasa Indonesia disebut merenda. Bukan merajut hehe.. Merenda ini menggunakan 1 jarum saja yang ujungnya ada lengkungannya untuk mengait benang. Nama jarumnya hakken atau hakpen. Walau nama kegiatan ini merenda, bukan hanya untuk membuat renda saja. Tapi bisa untuk membuat berbagai macam benda. Tas, topi, baju, aksesoris, dan banyak lagi. Pokoknya banyaak.. Kalian bisa mengunjungi blog rajutku dan temanku Tantri (go-crochet.blogspot.com) untuk melihat hasil rajut crochet kami 😊

Contoh crochet dan jarumnya.

Ini jarumnya.



Dan ini mungkin mengapa disebut merenda.. Karena kalau buat renda atau taplak bagus hasilnya.


Adapun knitting, menggunakan 2 jarum atau lebih yang bentuknya seperti sumpit. Bahasa Indonesianya merajut. Nama jarumnya breien. Oh iya jarumnya juga ada yang melingkar atau disebut circular needle. Knitting juga bisa untuk membuat apa saja. Tetapi menurutku lebih bagus untuk membuat baju, topi, syal, karena hasilnya yang rapat tidak seperti crochet yang agak berlubang-lubang hasilnya. Sepertinya knitting belum sepopuler crochet di Indonesia. Jadi kalau kamu bisa knitting, asyik nih, ada kesempatan besar untuk menulis buku. Karena sepertinya buku belajar knitting masih sedikit. Kalau crochet sudah banyaaak... Sudah banyak banget 
saingannya... Ayoo jangan disia-siakan.. 

Jadi, seperti postinganku yang duluu, aku sempat tertarik belajar knitting juga. Ini dia yang sempat ku buat dulu.

Syal yang cuma pakai tusuk knit. Hihihi lumayan lah ada yang jadi. Tapi akhirnya dibongkar juga hiks..


Sarung tangan simple.. Dulu buat untuk teman. Lumayan ada tusuk purl..  


Masih belum mahir tapi sudah pengen nyoba ngerajut pakai 3 jarum.. Akhirnya juga dibongkar lagi hehehe


Pengennya cepet ke pelajaran selanjutnya.. Penasaran aja hihihi.. Jadi sempet juga nyoba tusuk cable. Tapi cuma nyoba aja nggak jadi barang yang berarti. Yang penting penasarannya hilang. 


Akupun akhirnya membeli buku I can't believe I'm knitting plus benang dan jarum circular di Demofa Craftshop. Walau ada buku, I don't understand.. Yes, the problem is in the language hehehe.. Tetap saja larinya belajar ke youtube.. Baru bisa tusuk knit dan purl yang masih belum rapi. 


Semangat punya buku, benang, dan jarum baru, bayangannya sudah pengen buat macem-macem hihihi.. Tapi nggak ada yang jadi juga akhirnya.. Rasanya belum masuk ke kepala cara-cara knitting.

Sarung tangan yang nggak jadi-jadi sampai sekarang. 



Sempet nyoba buat baju untuk adik yang dulu baru lahir.. Baru nyoba increase, tapi nggak perhatian bener atau nggak, cuma modal semangat.. Akhirnya panjang sebelah hahaha.. Jadi bongkar lagi deh hiks.. *dan sekarang umur adikku sudah 2 tahun 4 bulan hehehe


Tapi lama-lama semangat knittingpun redup.. Back to crochet hehe

...

Setelah sekitar 2 tahunan usia pernikahan, baru deh semangat itu muncul lagi. Lupa karena apa. Jadi semangat lagi. 

Daan finally I can make something sampai jadi! Alhamdulillah.. Cuma belum dirapikan aja hehehe.. Aku membuat topi untuk Hanin, putri pertamaku.


Tusukannya masih simple aja. Belum coba-coba yang lainnya. 

Dan ini topi yang kedua untuk Hanin dan belum jadi sampai sekarang. Mau buat slouchy hat.


Untukku, knitting lebih enak untuk membuat topi, baju, sarung tangan, karena hasil rajutannya lebih elastis. Maksudnya bisa ditarik-tarik jadi ukurannya bisa pas menyesuaikan ukuran tubuh kita. Kalau crochet lebih kaku tusukannya jadi kurang bisa ketarik menyesuaikan besar tubuh. Crochet lebih enak untuk merajut aksesoris, bunga, hiasan-hiasan, renda, tas.. Ini pendapatku. Mungkin ini kenapa namanya merenda karena kalau buat renda memang bagus. Tapi kurang tau juga ya kalau knitting untuk membuat renda mungkin bisa juga hehehe.. 

Jadi bagaimana dengan kalian? Crochet atau knitting? ^^

Khandaq, Toko Benang Rajut dan Alat Craft di Madinah, Saudi Arabia

Sebenarnya sudah lamaa banget pengen nulis tentang toko satu ini.. Tapi baru muncul lagi semangatnya..dan mumpung ada waktu luang untuk ibu rumah tangga ini, kali ini aku ingin berbagi cerita pengalamanku ke toko benang di Madinah. 

Pertama awal-awal tinggal di Madinah udah bertanya-tanya toko benang di mana hehehe.. Akhirnya dapat juga info tentang toko benang namanya Khandaq. Kalau nggak salah yang ngasi info dulu mba Analisa Ummu Abel.. Jazakillahu khairan ya mba.. Seneeng banget bisa ke toko ini yang ternyata jauhnya masih bisa dijangkau dengan jalan kaki dari kontrakan kami. 

Tampak depan toko Khandaq



Sebenarnya bukan toko benang saja, tetapi lebih tepatnya toko alat dan bahan crafting, untuk kerajinan tangan. Alat tulis, cat dan kuasnya, berbagai lem, berbagai macam kertas, clay, styrofoam berbagai macam bentuk, bunga hias, benang, stiker tembok, kartu pos, buku anak-anak, kain, pita, benang, uuuuh pokoknya kalau ke toko ini nggak bisa sebentaar.. Toko terlengkap yang pernah ku kunjungi hanya ini.. Pengeen seharian di sana.

Berhubung hobiku rajut, jadi to the point langsung ke tempat benang hehehe.. Tempat benang ada di lantai 2. Di lantai 2, di sisi sebelah kanan tempatnya benang rajut dari yang tipis sampai yang tebel dan bentuk aneh-aneh, jarumnya (crochet dan knitting), pita-pita, gunting, renda, kain flanel, buku rajut, apa lagi ya.. Pokoknya yang berhubungan dengan rajutan. Dan ada beberapa perempuan bercadar di sana lagi ngerajut bareng. Kayaknya mereka jual hasil rajutan mereka nanti di toko itu. Karena aku juga melihat beberapa hasil rajutan yang dijual di sana.


Pengen melototin semua benang rasanya



Jarum crochet dan knitting ada semuaa *mata love love



 Harga benang yang kecil (sekitar 50 gram) kisaran 6 real harganya. Kalau yang besar (sekitar 100 gram) 12 real dan 15 real. Tapi benang di sana terlalu banyaaak.. Belum sempet diteliti semua hiks hiks.. Alhamdulillah tokonya nggak di samping rumah. Kalau di samping rumah bisa-bisa ke sana tiap hari nggak jadi masak xixixi..

Masih di lantai 2, di sisi kiri seingatku ada banyak buku-buku untuk anak-anak kecil.. Nggak terlalu perhatian sih tapi kayaknya buku untuk belajar menulis dan semisalnya.. Ada juga kartu pos. Pengen juga sebenarnya beli kartu pos, tapi kartu pos yang ada aja belum dipakai hehehe..


Di lantai 1, banyaak deh seperti yang aku sebutkan sebelumnya.. insyaAllah lengkap. Tapi pas nyari kertas origami malah nggak ketemu. Petugasnya juga saat ditanya sepertinya nggak tau kertas origami itu apa hehe.. 

Ini dia yang dibeli pertama kali kami ke toko Khandaq. 


Benang yang ungu mungkin sekitar 15 real. Benang pom-pom 15 real. Kertas crepe 1 atau 2 real ya lupa.. Wallpaper juga lupa.. Kayaknya 14 real. Ceritanya waktu itu mau hias kontrakan kecil kami sampai beli kertas crepe dan wallpaper hihihi.. Semoga sempet cerita juga di blog bagaimana kami menghias rumah. 

Pulang dari toko Khandaq, beli es krim hehehe.. 



Benang pom-pom, padahal nggak tau cara ngerajutnya.. Tapi pengen belii hehehe.. Akhirnya coba cari di internet cara buatnya.. Agak ribet juga kayaknya. Sekarang aja sudah lupa caranya hehe..


Kali ke dua ke toko Khandaq, ini yang ku beli.


Seingatku benang besar 12 real dan yang kecil 6 real.

Oh iyaaa.. Lokasi toko Khandaq ini di depan masjid Qiblatain tapi agak ke samping, Kayaknya masjid Qiblatain termasuk tujuan yang dikunjungi banyak travel umroh. Liat di google map
Ternyata alamatnya di jalan khalid bin Walid. Coba deh kalau ke masjid Qiblatain, kalau bisa sempetin nyebrang hehe.. InsyaAllah ada tokonya. Kalau bisa mampir yaaa.. InsyaAllah nggak pengen pulang *promosi ini tidak dibayar toko khandaq hiks hiks


Toko Khandaq yang ada pin merah.. Lumayan juga besar jalan yang harus di sebrangi dari masjid Qiblatain. Map ini dapat dari mba Dewi Sartika.. Jazakillahu khairan ya mba mapnya.

Sekian cerita dariku.. Semoga bermanfaat ya.. Pengen ke toko ini lagii..