Sambil BerMedsos Minum Air



Sambil bermedsos minum air? Sambil menyelam minum air kaliii hehehe.. Pepatah yang mungkin sering kita dengar, yang berarti melakukan 2 atau 3 pekerjaan dalam satu waktu. Tentunya akan sangat menguntungkan jika kita mempraktekan pepatah "sambil menyelam minum air" dalam hidup kita, menghemat waktu dan waktu jadi begitu bernilai. 

Tentunya berselancar di media sosial (medsos), katakanlah seperti facebook, instagram, twitter, dan semisalnya sudah tidak asing lagi bagi penduduk bumi di zaman sekarang. Apalagi pembaca yang membaca tulisan ini, dipastikan 90% punya akun medsos. Mengapa? Blog saja tahu, masa medsos nggak tempe tahu  hehehe..

Semua hal memiliki manfaat dan sebaliknya kerugian, tergantung dari pemakainya. Ya, tergantung kita sang pemakai hal tersebut. Begitu juga media sosial yang sering kita gunakan. Kita bisa mendapat manfaat dari media sosial juga dapat tenggelam dalam kerugian.

Bicara manfaat, bagaimana jika kita mempraktekan "sambil menyelam minum air" di medsos? Apa bisa?

Coba deh beberapa cara mempraktekannya di bawah ini : 


1. BerMedsos dan Berbagi Manfaat
Mendapat pengalaman berharga hari ini? Mendapat hikmah dari kejadian-kejadian kemarin? Kenapa tidak dituangkan saja ke dalam tulisan dan dipost di dinding medsosmu? Siapa tahu banyak teman yang mendapat manfaat dari tulisanmu. Mulai dari yang sederhana saja. Mungkin kamu baru saja pulang jalan-jalan dari Banjarmasin. Kalau biasanya di medsos hanya upload foto-foto pemandangan dan caption seadanya,  cobalah untuk memberikan beberapa informasi-informasi di setiap foto, seperti harga tiket, lama perjalanan, hotel tempat menginap dan harganya, juga destinasi mana yang menurutmu recomended di Banjarmasin. Jadi upload sekalian memberi informasi bermanfaat bagi yang lainnya kalau-kalau ada teman di friendlist yang mau ke Banjarmasin juga. Oh iya, bisa juga hasil masakan hari ini, upload beserta resepnya agar teman-teman lain bisa praktek juga. Kita pun senang bila ada yang mencoba dan ternyata resep kita memanjakan lidah keluarga mereka. 

2. BerMedsos dan Belajar
Cobalah untuk megikuti akun-akun yang memberi manfaat, ilmu, atau berita yang benar, bukan hoax. Jadi, yang lewat di timeline kita nggak hanya status galau teman-teman kita hehehe.. Dan tentunya, kalau lewat dibaca, bukan menjadi penambah beban jempol untuk terus scroll down..  Setidaknya sehari ada ilmu yang kita dapat walau sedikit. Karena sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit.


3. BerMedsos dan Jualan
Berjualan di medsos? Kenapa tidak? Berjualan di media sosial bisa dilakukan oleh siapa saja. Coba saja dimulai dari karya-karya tanganmu sendiri (seperti rajutan) atau kalau suka desain bisa menawarkan jasa untuk desain. Apa saja. Biasanya bisnis yang dilakukan karena passion bisa lebih awet dan dilakukan dengan senang hati. Atau sudah punya toko? Atau toko keluarga? Coba saja dipromosikan di medsosmu! Rezeki siapa yang tahu. 

Dari info di katadata.co.id , Statistik Telekomunikasi Indonesia 2015 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan 82,05 persen penduduk usia lima tahun ke atas di perdesaan maupun perkotaan mengakses internet untuk keperluan bersosialisasi di dunia maya! Tentu ini peluang besar untuk mempromosikan produk di media sosial.

sumber : databoks.katadata.co.id

Jadi, tunggu apalagi? Mau coba jualan di medsos? 
Nah, Ini beberapa tips untuk berjualan di media sosial :

~ Belajar teknik jualan di sosmed
Nah, kalau sudah mantap hati dan serius mau bisnis lewat medsos, jangan tanggung-tanggung! Pelajarilah teknik marketing. Bisa dimulai dari yang gratis dengan membaca artikel-artikel yang beredar di internet. Dan untuk lebih mantapnya, bisa beli buku atau mengikuti seminar-seminar seputar bisnis online. Atau lebih lebih mantapnya lagi, belajar digital marketing langsung di Dumet School! Kursus ini bisa diikuti siapa saja, walaupun awam sekalipun! Coba saja langsung tengok infonya di sini (klik).


Ini nih yang didapat kalau belajar di Dumet School


~ Bangun kepercayaan calon pembeli
Tentunya calon pembeli yang akan membeli melalui jalur online akan berhati-hati dengan akun penipu. Maka dari itu, hal yang perlu dilakukan adalah membangun kepercayaan calon pembeli. Bisa dengan meng-upload testimoni pembeli sebelumnya, menyertakan alamat dan nomor telepon, dan kalau memang serius akan terjun di bisnis online, kenapa tidak membuat website resmi? Dengan menyertakan website resmi, kepercayaan pembeli  semakin bertambah. Kenapa? Domainnya kan bayar gitu lho hehehe.. 

Oh iya, di Dumet School kita juga bisa belajar buat website sendiri, tanpa perlu basic IT sama sekali! Membuat website sendiri tentu lebih banyak keuntungannya : kita bebas berkreasi, sesuai selera, atau bahkan bisa dijadikan bisnis lagi nanti : jasa pembuatan website! Betul atau betuul??

~ Sambil nulis status, minum air. Eh, promosi.
Sambil nulis status, siratkanlah promosi terselubung. Aku pernah ikut belajar bisnis online di sebuah grup whatsapp, salah satu trik untuk promosi adalah dengan tidak mempromosikannya langsung, tetapi secara tersirat. Siapa sih, yang suka dipromosiin. Iklan di TV saja langsung kita ganti kan hehehe.. begitu juga ngiklan di medsos. Begitu liat iklan, scroll down lagi deh hehe..

Mau tau caranya?

Caranya dengan bercerita. Misalnya "Wah, nggak nyangka hari ini sudah 20 orang yang beli bukuku!" Atau misalnya menceritakan testimoni teman "Tadi ketemu teman lama. Nggak nyangka dia pesen lagi tas rajut karyaku". Atau "Tadi pas jalan bareng adik pakai jilbab ini dan tetangga sampai tanya beli di mana.. katanya bagus kainnya" Dengan cara ini, pembaca akan penasaran. Sebagus apakah barang yang kita jual? Dan kotak inbox bisa terisi berbagai pertanyaan nanti. Tentu bukan dengan berbohong ya nulis statusnya teman-teman. Di sini kita harus melatih kreatifitas mengukir kata bagaimana agar calon pembeli tertarik dan penasaran dengan barang yang kita jual tanpa kita mempromosikannya secara langsung. Kalau masih penasaran dengan teknik menulis seperti ini, bisa googling dengan kata kunci covert selling.

~ Belajar teknik foto yang cantik 
Foto juga mengambil peran besar dalam memikat hati calon pembeli. Untuk mendapatkan hasil yang bagus, tak perlu ke studio dan kamera yang mahal. Cukup smartphone digenggamanmu (yang penting kamera nggak rusak ya!) dan ilmu memotret, seperti cara mengambil sudut yang bagus, mengatur pencahayaannya, juga belajar cara edit foto dengan aplikasi agar lebih cantik, bukan edit untuk menipu. Ini perlu belajar dan banyak latihan. Bisa belajar dari teman atau dari artikel yang banyak beredar di internet. Ketika akan foto produk, sertakan juga sesuatu yang menjadi identitasmu, seperti kartu pengenal diletakan di atas barang yang akan difoto. Ini akan menambah rasa percaya calon pembeli bahwa kita no tipu-tipu. 

~ Bersikap ramah dan cepat membalas pesan
Kalau bisa, segeralah balas pesan calon pembeli dan bersikap ramahlah agar pembeli nyaman untuk bertanya-tanya. 

~ Pantang menyerah, bersabar, dan bersyukur
Tentu semua butuh proses. Tekunlah untuk terus promosi dan melatih skill untuk mempromosikan barang. Bersabarlah jika menemui kesulitan dan bersyukur dengan apa yang didapat hari itu. Karena untuk menuju tempat yang indah harus melewati jalan yang berliku. 

Nah, itulah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mempraktekan pepatah "sambil menyelam minum air" ketika berMedsos. Saatnya menjadi pengguna sosial media yang bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Semoga bermanfaat. Selamat bersosial media dan jangan lupa minum air yaaa...

Menjaga Lahan Gambut, Menuju Indonesia Sejahtera


Indonesia, siapa yang tidak mengenal negara merah putih ini. Negara yang terkenal dengan keindahan dan kekayaan alamnya. Berbagai macam flora, fauna, segar hijaunya pemandangan, bahkan hutan kalimantan pun mendapat gelar paru-paru dunia. Tentunya hal ini merupakan hal yang patut disyukuri dan dilestarikan karena bermanfaat bagi seisi bumi pertiwi bahkan seluruh dunia. 

Bicara tentang hutan Indonesia, ingatkah dengan kebakaran hutan dan lahan yang menimpa Indonesia tahun 2015? Ternyata kebakaran itu menyebabkan lebih dari 120,000 penduduk terserang penyakit pernapasan, keanekaragaman hayati terancam seperti musnahnya fauna dan hilangnya habitat serta pangan bagi fauna, akses pendidikan terganggu karena ditutupnya sekolah, Kerugian finansial negara sebesar 220 triliun rupiah, dan epasnya emisi gas rumah kaca (GRK) yang hampir setara dengan total emisi harian GRK Amerika Serikat. Tentu hal ini sangat meresahkan.

Mengapa?

Sebagaimana informasi yang ditulis di pantaugambut.id, Emisi gas rumah kaca (GRK) dari kebakaran hutan dan lahan berkontribusi pada perubahan iklim. Perubahan iklim berpotensi menghambat pembangunan Indonesia, memperparah kemiskinan, dan menyebabkan berbagai masalah yang membahayakan kesehatan dan keamanan manusia, seperti menurunnya kualitas air, cuaca panas ekstrem, serta meningkatnya frekuensi banjir, kekeringan, dan badai.   

Lalu, kira-kira apa yang bisa dilakukan untuk memperlambat perubahan iklim?

Tahukah pembaca, di antara kekayaan negeri kita ini, Indonesia mempunyai salah satu senjata sebagai solusi memperlambat perubahan iklim, yang mungkin tak banyak penduduk negeri mengenal dan mengetahui betapa penting perannya bagi bumi pertiwi bahkan dunia. Apakah itu? 

Gambut!

Ya, melindungi gambut adalah salah satu solusi untuk memperlambat laju perubahan iklim. Pada kebakaran tahun 2015 lalu, 52% lahan yang terbakar adalah lahan gambut. Padahal, perannya selama ini sangat penting dalam menyerap 75% karbon di dunia! Oleh karena itu, lahan gambut tidak boleh dibakar atau dikeringkan untuk dijadikan lahan perkebunan.

Jadi, sebenarnya, apa itu Gambut?

sumber : pantaugambut.id

Mungkin masih banyak yang belum mengetahuinya, termasuk kita, anak muda di zaman sekarang. Ayo kawan! Sudah saatnya kita semua melek dan peduli terhadap lingkungan kita. Seperti kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Ayo kita kenalan dengan Gambut! 

Sepertinya kita semua sudah pernah mendapat pelajaran di mata pelajaran IPA tentang macam-macam tanah. Nah, tanah gambut adalah salah satu dari beragamnya jenis tanah di dunia. Gambut adalah hamparan yang terbentuk dari sisa-sisa pohon, rerumputan, lumut, dan jasad hewan yang membusuk. Karena itulah kandungan organiknya tinggi. Timbunan tersebut menumpuk selama ribuan tahun hingga membentuk endapan yang tebal. Gambut umumnya ditemukan di area genangan air, seperti rawa, cekungan sungai, maupun daerah pesisir. Gambut bisa berada di dataran rendah dan dataran tinggi. Sifat gambut lunak dan bila ditekan, air di dalam gambut bisa dipaksa keluar. Oh, iya, kata Gambut diserap dari bahasa banjar, lho

Lalu, apa saja manfaat gambut?


🌳 Gambut Menjaga Kestabilan Iklim 
Gambut menyimpan sepertiga cadangan karbon di dunia. Maka dari itu, ekosistem gambut memiliki peran dalam stabilnya iklim dunia dan memperlambat laju perubahan iklim. Beruntunglah, Indonesia adalah rumah bagi lahan gambut tropis terbesar di dunia! Wow! Luas lahan gambut di tanah air kita sekitar 14.9 juta hektar! Atau sedikit lebih luas dari pulau Jawa. Karbon yang disimpan lahan gambut di Indonesia juga tinggi, diperkirakan mencapai 22,5-43,5 gigaton karbon, setara dengan emisi yang dilepaskan 17-33 miliar mobil pribadi dalam 1 tahun! 

🌳 Gambut Mengurangi Dampak Buruk Bencana 
Bagaimana bisa? Karena tanah gambut memiliki kemampuan menyimpan air hingga 13 kali dari bobotnya. Menakjubkan bukan? Sehingga gambut memiliki peran penting dalam mengendalikan banjir saat musim hujan dan mengeluarkan air saat kemarau panjang. 


🌳 Gambut Menunjang Perekonomian Masyarakat Lokal 
Karena lahan gambut merupakan habitatnya sumber pangan kita seperti udang, ikan, dan kepiting yang menunjang kehidupan jutaan masyarakat Indonesia. Maka perusakan lahan gambut berarti mengganggu sumber penghidupan masyarakat lokal juga. 

Beberapa tanaman yang tidak mengganggu siklus air dalam ekosistem gambut pun bisa ditanami di lahan gambut, seperti jelutung, ramin, pulau rawa, gaharu, dan meranti. Kopi, nanas, dan kelapa juga tanaman yang ramah gambut dan mempunyai nilai ekonomi bagi masyarakat lokal.

Untuk penjelasan lebih lengkap tentang lahan gambut, bisa dilihat pada vidio tentang pentingnya lahan gambut di bawah ini.

 

Sayangnya, lahan gambut sering dikeringkan lalu dialihfungsikan menjadi lahan pertanian dan perkebunan yang kaya nilai ekonomi, namun tidak ramah gambut. 

Pengeringan lahan gambut akan mempercepat pembusukan bahan organik yang melepaskan karbondioksida (CO2) dalam prosesnya dan gambutpun menyusut. Dan untuk mencegah air kembali membanjiri gambut, lahan gambutpun di keringkan lagi dan proses pengeringan yang terus berlangsung ini mengeluarkan emisi CO2 secara terus menerus dan membuat lahan gambut rentan terbakar. 

sumber : pantaugambut.id
Tentunya akan sangat mengkhawatirkan bila lahan gambut semakin berkurang. Oleh karena itu, perlu kesadaran semua lapisan masyarakat untuk mempertahankan dan melindungi lahan gambut yang masih ada dan melakukan restorasi gambut, yaitu proses panjang untuk mengembalikan fungsi ekologi lahan gambut; sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang terkena dampak dari menyusutnya lahan gambut. Dalam hal ini, presiden kita, bapak Joko Widodo mengambil tindakan tegas untuk merestorasi 2 juta hektar lahan gambut dalam 5 tahun! Waah.. Salut dengan presiden kita. Semoga komitmen ini tercapai dan berjalan dengan lancar ya.. 

Oh iya, fyi (for your information) kita bisa mengikuti terus berita perkembangan restorasi yang dilakukan pemerintah maupun pelaku lainnya dan belajar tentang gambut lebih banyak di PantauGambut lho, teman-teman! 


 Apa itu Pantau Gambut

pantaugambut.id
Pantau Gambut adalah wadah atau platform daring yang dibuat oleh anak-anak bangsa yang peduli terhadap gambut dan masa depan Indonesia. Platform yang mereka buat ini menyediakan akses terhadap informasi mengenai perkembangan kegiatan dan komitmen restorasi ekosistem gambut yang dilakukan oleh segenap pemangku kepentingan di Indonesia. Jadi kitapun bisa #PantauGambut Indonesia di sana. Di sana kita juga bisa belajar tentang gambut lebih jauh dan membaca pengalaman teman-teman kita yang observasi langsung ke lahan gambut. Kitapun dapat berbagi cerita tentang gambut di sana. Salut deh dengan tim Pantau Gambut! Mereka saja peduli, kitapun juga harus peduli dengan alam kita. 

Setelah mengenal gambut dan melihat semangat dan perhatian teman-teman sebangsa lainnya dalam melindungi gambut, semoga kita juga semakin sayang, peduli, dan menjaga gambut juga kekayaan alam lainnya untuk menciptakan Indonesia yang hijau, aman, dan lestari.


Menjaga Lahan Gambut, Menuju Indonesia Sejahtera! 


_______________________________
Sumber referensi utama : 
pantaugambut.id 
Sumber referensi lainnya : 
Wikipedia.org
sumber vidio :
https://www.youtube.com/watch?v=cq8J4DPQVhk

Eksperimen Buat Crochet Cardigan






Musim dingin memohon diri. Musim panas pun terbit. Saatnya mengemas baju-baju musim dingin agar tak memenuhi lemari. Sayang, jaket Hanin baru dipakai beberapa kali. Uminya sih, yang telat beli.. hehe..

Pengen buat cardigan rajut untuk Hanin untuk musim panas ini. Saat Hanin lahir (atau sebelumnya ya?) salah satu keluargaku membelikanku banyak benang. Katanya untukku membuatkan Hanin baju. Senangnyaa dapat benang. Terima kasih kak Munirah.. tetapi sampai Hanin memasuki umur 2 tahun 5 bulan benang-benang itu tak menjadi apa-apa untuk Hanin hiks.. Kelamaan mikir model, nunggu mood yang nggak jelas, dan malas sepertinya termasuk faktornya juga.


Ini dia benangnya,, benang Katun
Akhirnya, memasuki musim panas kemarin, mood dan semangat muncul tiba-tiba. Cari inspirasi di pinterest, akhirnya nemu model yang sepertinya dapat diterka cara buatnya. Ya, empunya foto tak memberikan polanya. Hanya beberapa foto step-by-step. Jadi bolak-balik lihat fotonya deh hehe.

Ini dia yang kutemui di pinterest

aku kolase fotonya, sumber pinterest, blog demismanostejidos.blogspot.com
Dulu, aku sempat penasaran bagaimana cara merajut cardigan yang ngerajutnya melingkar dan tau-tau ada lengan di tengah-tengah lingkaran. Mungkin ini sebabnya pas liat model ini di pinterest langsung excited sekali pengen langsung coba. Ternyata gitu tho polanya.. Sayangnya nggak ada pola tulisan. Jadi bermodalkan foto yang ada, bereksperimen ria deh dengan jarum dan benang. 

Semangat ini munculnya mendekati jam 12 malam ckckck.. Akhirnya tetap rajut terus pantang tiduuuuur..

Jadi pertama ngerajut bentuk segi lima. Aku ukur panjang sisi segi limanya dengan lebar punggung hanin. 

segi lima, panjang sisi sepanjang lebar punggung

Setelah selebar punggung Hanin, aku mulai membuat lengan dengan menambahkan rantai Setelah itu, lanjut lagi rajut melingkar, melingkari segi lima dan lubang lengan. 

membuat lengan


Lalu lanjut dengan shell stitch semua dan semakin lebar dengan penambahan rantai dan memperlebar ukuran shell stitch. Dibaris terakhir, aku ganti benang dengan warna putih.

Dilanjutkan dengan shell stitch

Setelah itu, membuat lengan. Hmm aku sempat bongkar pasang membuat lengan ini hehe.  Bingung. Lengan juga menggunakan shell stitch dan baris terakhir ganti benang putih.

membuat lengan dengan shell stitch

Setelah itu, membuat tali di depan. Buat rantai saja dan diujung buat beberapa double crochet.

membuat tali

 Daan jadiii Alhamdulillah ^^

Depan

Belakang
Namun sepertinya ada yang salah perkiraan. Kalau dipakai, bagian belakang agak ngembung hehehe.. Males ngulang hiks.. Tak apa lah yang penting jadi hehehe..

Maaf yaa teman-teman nggak ada polanya.. Entah kapan sempatnya kalau mau nulis pola. Tapi semoga dengan foto-foto yang ada ini bisa menginspirasi para perajut yang lainnya. Selamat bereksperimen dengan benang 💪

Untuk Apa Kamu Menulis?



Pertanyaan yang beberapa kali muncul di benak sebanarnya.. Hmm.. Aku juga bingung, kenapa aku berlatih menulis? Hobi? Suka? Nggak juga sebenarnya.. Malah memaksakan diri kadang kalau boleh jujur hehehe.. Belum berhasil menjadikan menulis sebagai hobi. Yang bertahan jadi hobi  itu ngerajut dan... makan *eh..


Pengennya sih, dengan bisa menulis, aku bisa berdakwah lewat tulisan. Tapi kayaknya tulisanku di blog ini rata-rata curhat semua ya isinya hahaha... Mohon maklumnya ya.. Yah, belum ada ilmunya juga. Bisa bahaya nanti kalau berbicara tanpa ilmu. Hmm harusnya malah tambah semangat nuntut ilmu ya. Gimana to Naas.. Semangat semangat 💪💪


Hmm.. Pengen jadi penulis buku ya? Hmm tidak juga. Seorang Inas mau nulis buku apa? Hihihi.. Kalau nulis buku rajut, pengen sih, tapi nulisnya kan dengan ngerajut, tak perlu kata yang indah dibaca. Yang dibutuhkan jalinan benang yang indah dipandang. Jadi yang dibutuhkan adalah waktu yang rasanya mahal sekali harganya kini. Juga disiplin diri yang harus ditingkatkan tapi susah naiknya hiks.. Dan yang tak kalah penting mungkin juga.. Inovasi! Iya! Buku rajut sudah banyak sekali hiks. Persaingan ketat dong.


Jadi sebenarnya aku masih kurang motivasi untuk menulis. Kalau Abinya Hanin nggak semangatin isi blog, mungkin sering kosong blog ini hehehe. Dan penyemangat laimnya adalah rasa "eman" (disayangkan) kalau blognya nggak diisi, soalnya ini blog dari zaman SMP. MasyaAllah waktu tak terasa begitu cepat berjalan. 


Yang kuyakini sekarang, belajar menulis tidak ada ruginya, insyaAllah bermanfaat suatu saat nanti. Jadi akupun sering memaksakan diri untuk menulis. Walau belum bisa konsisten melatih diri.


Yaaah pokoknya nulis aja lah.. insyaAllah bermanfaat nanti ^^


Bagaimana dengan teman-teman?  

Apa yang memotivasi kalian untuk menulis? Siapa tau aku jadi ketularan semangat nulis ;D 


Dari Rumah, Hasilkan Rupiah!!


Jual beli sudah tidak asing lagi dong di kehidupan kita. Ke Mall, ada jual beli. Ke warung, ada jual beli. Ke pasar, apa lagi. Bahkan terkadang teman kita pun ada yang mencari pundi-pundi rupiah di kelas dengan berjualan di luar jam belajar.

Nah, kalau bisnis online, pernah denger nggak teman?

Mungkin sebagian kita sudah tidak asing lagi dengan bisnis online. Bisnis onlinepun kalau diartikan mungkin bisa berbagai macam frasa yang mendeskripsikannya. Namun intinya, bisnis online pun merupakan kegiatan jual beli juga seperti di dunia nyata. Namun bedanya, jual belinya di dunia maya, baik semua aktivitasnya di dunia maya ataupun sebagiannya. Yup, dengan semakin berkembangnya teknologi, aktivitas jual belipun juga berkembang caranya. Kini lebih mudah, tak perlu saling pandang, banyak duduk manis, waktu lebih singkat, lebih luas cakupannya, dan berbagai kemudahan lainnya.

Contohnya, mungkin di salah satu media sosial yang kita punya, terkadang atau bahkan sering lewat di beranda media sosial kita, salah satu teman kita mempromosikan sesuatu untuk dijual. Nah, dia sedang melakukan jual beli di dunia maya.

Setelah teman-teman seperjuanganku di bangku sekolah satu persatu menuju ke pelaminan, kehidupan mereka yang baru pun dimulai. Ku lihat, rata-rata dari mereka mencoba mencari rezeki dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Yup! Mereka berbisnis online juga untuk membantu suami mereka memcari rizki dan membantu perekonomian keluarga.

Nah mereka, ibu-ibu yang mempunyai usaha sendiri, ada nama kerennya loh.

Apa itu?

Mompreneur! Wah, istilah apa lagi tuh?
Mompreneur terdiri dari 2 kata, kata Mom yang sepertinya tak begitu asing lagi, berarti ibu dan preneur dari kata enterpreneur yang berarti... wirausahaan *dari wikipedia. Googling dulu tadi hihihi. Jadi MomPreneur itu seorang ibu rumah tangga yang memiliki usaha sendiri.

Dengan teknologi yang canggih kini, kamupun bisa menjadi seorang mompreneur! Yang penting anda wanita bukan pria hehe.. Kalau laki ya enterpreneur namanya.. Atau dadpreneur mungkin boleh kalau mau.. Tersenyumlah bunda-bunda di rumah semua, karena kali ini, tulisanku khusus untuk para ibu yang ingin menjadi mompreneur.

Mengapa mompreneur? Karena dengan menjadi mompreneur, seorang ibu tak perlu lagi kerja atau berjualan di luar rumah dan tetap bisa berada di rumah menunaikan kewajiban sebagai seorang istri dan berbisnis. Bunda bisa berbisnis dan tetap masak untuk keluarga tersayang dan memperhatikan pendidikan anak-anak tercinta.

Mereka yang Terjun dalam Bisnis Online

Melihat para mompreneur, membuatku kagum. Bagaimana tidak, mengurus rumah, suami, anak, bukanlah hal yang bisa dipandang sebelah mata. Letihnya tak terkira. Harus disiplin dan bisa memanage waktu dengan baik antara mengurus rumah dan berbisnis.

Mungkin beberapa profil mompreneur berikut ini bisa menginspirasi kita. Penasaran kaan..?


1. Nurul Ummu Tsabita

Berawal dari hobi, siapa sangka, kini kue hasil usaha Nurul sudah menjadi andalan oleh-oleh kota Blitar. Akun facebooknya menjadi alat pemasarannya, walapun ibu dengan 2 anak ini mengaku tak mahir berjualan online, asal upload saja dan dibantu temannya memasarkan kue-kuenya di kalangan dinas. Namun, sekarang hasilnya mulai terlihat walau akunya usahanya tidak terlalu serius sehingga hasilnya kurang maximal dan telah lama berjalan.  Rahasia yang diungkapnya, untuk usaha kuliner, ia langsung mengeluarkan produk yang pasarnya menengah ke atas. Walau terlihat lambat, namun keuntungan yang didapat sama seperti yang pasarannya menengah ke bawah, namun tidak secapek yang menengah ke bawah. Walau begitu, kegagalanpun pernah dilaluinya; kue yang gagal, mengantar pesanan yang jauh namun tak dibayar-bayar, bahkan sampai harus ruqyah karena dapat "paketan" jin. Namun mimpinya untuk memiliki usaha tetap menjadi penyemangatnya selama ini. Tsafah, itulah merek yang menghiasi kue-kuenya, dari kata Tsabita dan Afifah, 2 putri kesayangan ibu Nurul dan suaminya. Hasil kue-kue kreasinya dapat anda lihat di akun facebooknya : Nurul Ummu Tsabita





2. Stephanie Febrian

Syimar Butik Anak Muslim
Banyak orang sukses karena dipecut oleh impiannya. Hal ini dialami oleh Stephani Febrian, ibu dari 3 anak yang masih kecil-kecil untuk menjadi seorang mompreneur. Di antara mimpi-mimpinya adalah ingin membahagiakan kedua orang tuanya dan membawa keduanya umroh bersama keluarga besar, menjadi kaya namun bertakwa, membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain, dan cita-cita tinggi lainnya.
"Sudah lebih kurang 4 tahun.
Itu dimulai dari jualan rajutan sampai sekarang jualan palugada (campur-campur)" . Bermula dari hobi merajut dan mencoba menjualnya di sosial media, iapun mulai mencoba menjual barang-barang lainnya dan tekun mempelajari cara-cara berbisnis online baik lewat buku-buku marketing dan whatsapp grup. Kini barang yang dijualnya mencakup gamis dan jilbab anak, manset tangan, kurma, misk thaharah, kreasi tangannya, kue-kue yang ia buat sendiri dan lain-lain. Salah satu hasil buatannya adalah coklat praline, yang laris manis di saat ramadhan. Walau kini banyak yang dijual, ia tak lupa dengan tugas utamanya sebagai istri dan ibu. "jalani aja semampunya. Karena fokus utama tetap ke anak-anak. Masalah rezeki sudah ada Allaah yang ngatur" ungkapnya. Barang-barang yang dijual Ibu muda yang akrab dipanggil Vani ini bisa ditemukan di fanpage "Rifara Grosir Jilbab Anak" dan instagramnya @stephaniehomemade dan @syimarbutikanakmuslim


3. Tri Damayanti

Indonesia kaya dengan budaya dan ciri khas. Salah satunya adalah batik, corak yang penuh seni dan cantik yang kini menjadi khas negara Indonesia. Ditambah dengan umumnya ibu-ibu menggunakan daster di rumah, Tri Damayanti mulai menjual daster batik. Ibu-ibu di rumahpun kini bisa berdaster dengan cantiknya motif batik. Berbisnis online dengan 2 anak di rumah, tentu ada kendala yang dihadapinya. Tri tetap berusaha untuk mempromosikan jualannya terutama di instagram. "di bawa nyantai aja" ungkapnya walau ada kendala. Omset yang didapat dari menjual daster batik ini mencapai 6 juta ke atas perbulan. Belum lagi ditambah barang lain yang dijualnya; buku, mainan anak, dan jilbab. Anda dapat melihat daster batik yang dijualnya di instagram : @galeridasterbatiksolo

4. Rika Prasetyawati

Nyits Catering
Nasi Kabsah mungkin sudah tak asing lagi di telinga kita. Kalau nasi Mandi? Mungkin banyak yang belum tau yaa.. Nasi Mandi juga merupakan salah satu masakan dari Timur Tengah lho. Mungkin Rika pun tak pernah membayangkan nasi khas Timur Tengah buatanya terjual hingga 1000 porsi di bulan Ramadhan tahun lalu. Yup, salah satu mompreneur, Rika, mulai merintis bisnis kuliner Timur Tengah di akhir tahun 2015 setelah sebelumnya menjual madu, herbal, dan lain-lain sejak 2009. Pemasarannya lewat akun facebook, instagram, dan tokopedia. Perkembangan bisnisnya sangat terlihat, mungkin dikarenakan peluang bisnis kuliner khas Timur Tengah masih terbuka lebar, apalagi melalui online. Selain banyak yang membeli di bulan ramadhan dan untuk konsumsi pribadi, orangpun membeli nasi Mandi Kambing untuk aqiqah, juga dipesan untuk makan siang para pegawai di kantor. Tak hanya nasi Kabsah dan Nasi Mandi, ragam masakan lainnyapun dijual seperti nasi Bukhari, nasi Gambari, sambosa, juga makanan-makanan impor dari Saudi seperti kurma, coklat, hingga ayam Al-Baik fenomenal yang hanya bisa didapatkan di kala umroh juga berhasil dijangkaunya untuk dijual di Indonesia. Namun dibalik kesuksesan yang terlihat, jatuhpun sering terjadi. "pernah nyetok barang yang nggak habis sampai hampir masa expired, jadi dikasih gratis" ungkapnya. Kendala mengatur waktu juga dialaminya karena belum ada asisten tetap di rumah. Namun Rika tetap berusaha. Selain bersaing dengan memberi harga terjangkau, kualitas juga menjadi perhatiannya. Membangun interaksi yang baik dengan calon pembeli juga hal yang ia terapkan dalam berbisnis di dunia maya.

Pengiriman masakan arabnya menggunakan layanan gojek untuk jabodetabek dan bandung. Dapat sampai di hari yang sama dengan waktu memasak. Untuk daerah lain Rika menggunakan ekspedisi atau ada yang langsung datang ke tempat Rika tinggal, Bekasi. Oh iya! Bisnis kuliner ini ia beri nama NYITS Catering, dari nama-nama buah hati Rika dan Suami; Nufail, Yahya, Ilyas, dan Tsurayya. Lezatnya kuliner arab ini dapat kalian temui di instagramnya @nyitscatering dan di tokopedia.com/nyits


5. Ninik Sri Hartini

bussybook by Ninik Sri Hartini
Kreasi dari kain flanel mungkin sudah umum dijual. Namun membuat buku edukatif dari kain flanel, mungkin sedikit orang yang telaten membuatnya. Ninik Sri Hartini adalah salah satunya. Berawal dari hobi, awalnya Ninik menjual kreasi flanel edukatif juga rajutannya secara online sejak 2011. Hingga salah satu pembeli memesan baby book full flanel dan ia menerima tantangan tersebut. Tak disangka baby book menjadi salah satu produk yang diminati dan baby book yang telah dibuat oleh Ninik dengan tanganya sendiri mencapai 100 buku lebih.

Setelah itu Ninik menetap di Mesir bersama suaminya. Namun hal itu tidak membuatnya berhenti berkarya dan berbisnis. Rasa penasaran membuatnya mencoba hal baru, yaitu quitebook/busybook untuk anak. Ninikpun mengupload hasil karyanya di facebook. Tak disangka peminat bermunculan dan memesan busybook karya Ninik. Namun karena belum menemukan asisten yang pas untuk membantu produksi, Ninik membatasi produksinya 5 buku dalam sebulan dan paling banyak 8 buku. Hingga kini, busybook hasil karyanya yang telah terjual sebanyak 70 buku. "Kayaknya harus fokus pada bidang yang sedang di geluti dan managemen waktu yang baik" ungkapnya ketika ditanya tips sukses dalam berbisnis online. Karya-karya Ninik dapat ditemukan di fanpagenya Rumah Craft.

Andapun Bisa Seperti Mereka!

Tertarik untuk menjadi mompreneur juga? Mungkin beberapa langkah dan tips berikut dapat membantu bunda-bunda semua..

Inilah beberapa langkah untuk memulai bisnis online :

1. Izin dan Ridho Suami. Yup! Ini yang terpenting bunda.. Mintalah izinnya, karena suami adalah pemimpin dalam rumah tangga. Bisa jadi suami hanya menginginkan bunda menjadi ratu di rumah dan fokus menjadi pendidik dan teladan bagi buah hati di rumah. Menjadi mompreneur pun bisa jadi tak lepas dari bantuan suami, karena mau tak mau di beberapa waktu mompreneur harus keluar rumah juga untuk membeli dan mengirim barang. Jadi, jangan lupa izin suami dulu ya bunda..

2. Punya alatnya & media sosial. Anda sudah punya smartphone? Kalau begitu sudah cukup sebagai alat untuk menjual produk anda. Namun yang terpenting ada pulsa untuk internet dan charger jika smartphone akan habis batrai. Kemudian buatlah media sosial, bisa facebook, instagram, dan semisalnya. Jalinlah pertemanan dan hubungan yang baik dengan teman-teman.

3. Tentukan apa yang akan dijual. Kemudian, tentukan apa yang ingin dijual. Bisa sesuatu yang sesuai passion/minat kita. Seperti misalnya jika anda suka merajut, maka cobalah untuk menjual rajutan anda di sosial media. Karena jika kita melakukan sesuatu sesuai passion, biasanya dikerjakan dengan lebih semangat dan dengan senang hati. Bisa juga dengan survei apa kebutuhan masyarakat sekarang. Jadi lakukanlah survei, apa yang dibutuhkan masyarakat dan sediakanlah solusinya. Nah, jika passion kita pas dengan kebutuhan masyarakat, itu lebih sip lagi! Bekerja dengan hati senang dan peluang besar untuk laku lebih banyak. Bisa juga dengan bekerjasama dengan orang lain dengan menjualkan barang orang lain. Namun hati-hati ya bunda, karena sekarang banyak penipuan. Buatlah perjanjian yang jelas di awal.

4. Buat nama tokomu atau merek produkmu! Pemilihan nama bisa berdasarkan apa saja. Bisa dengan nama sendiri, nama anak, nama bunga, nama yang memiliki arti yang bagus,  dan lain-lain.

5. Belajar teknik marketing. Pelajarilah Teknik mareketing atau jual beli secara online. Bisa dicari yang gratis dulu, dengan mencari artikel-artikel di google bagaimana cara memulai bisnis online, atau mengikuti grup-grup belajar bisnis online di whatsapp, membaca buku yang membahas tentang bisnis online. Tak perlu banyak keluar rumah juga untuk belajar kan? Atau jika ingin belajar bersama suami di luar bisa mengikuti seminar tentang bisnis online. Belajar ini bertujuan agar bunda tahu bagaimana cara menjual produk, bagaimana agar cepat laku, bagaimana agar orang tertarik dengan apa yang kita jual, dan meminimalisir kerugian akibat kurangnya ilmu. Cara mempromosikan produk juga ada caranya lo! Bedanya dengan di dunia nyata, kalau di dunia nyata kita harus lihai berbicara dan meyakinkan pembeli. Kalau di dunia maya, bicaranya dengan tulisan, harus mahir menulis dan mengatur kata-kata. Pelajari juga tips-tips agar sukses berbisnis online. Berikut ini beberapa tips agar sukses berbisnis online :

- bangun kepercayaan calon pembeli. Ketika pertama kali pembeli mengunjungi profil kita, mereka akan meneliti apakah kita benar-benar penjual atau penipu. Agar orang percaya bahwa kita bukan penipu, bisa dengan menyertakan website resmi kita berisi produk yang dijual, nomor telpon, alamat, dan masukan juga foto-foto testimoni pembeli sebelumnya.

- Foto yang menarik. Foto juga berpengaruh untuk memikat hati pembeli. Kalau ada waktu, pelajarilah teknik foto produk. Bagaimana cara mengambil sudut yang bagus, cara mengedit pencahayaan, bukan diedit untuk penipuan yaa.. Tak perlu ke studio foto kok untuk menghasilkan foto yang bagus. Dengan murah meriah di rumah, produkmu bisa terlihat mewah. Caranya? Tentu dengan belajar :) Bukan berarti menipu yang hitam jadi putih ya hihi.. Belajarlah teknik foto sederhana namun hasilnya cantik. Kalau dengan foto hasil karya kita sendiri, orang lebih percaya bahwa kita bukan penipu. Kalau menggunakan foto orang lain, apalagi fotonya pecah/buram, keraguan bisa muncul dari calon pembeli.

- Belajarlah teknik menulis yang memikat hati. Aku pernah membaca status seorang teman tentang covert selling. Ternyata itu teknik penjualan, bagaimana kita menjual tetapi terlihat seperti bukan menjual. Bisa dengan bercerita misalnya "Waah hari ini sudah 20 orang yang membeli". Dari kalimatnya, kita tidak menjual. Tetapi orang penasaran mengapa sampai selaku itu? Pada akhirnya merekalah yang terjerat oleh kata-kata kita dan kemungkinan akan dibeli jadi meningkat!

- Respon yang cepat dan ramah. Kalau ada waktu, segeralah membalas pertanyaan pembeli dengan sapaan yang ramah. Pembeli akan merasa nyaman dengan penjual yang ramah. Siapa sih yang nggak suka orang yang ramah.. Iya kan?


6. Manajemen waktu dan Disiplin. Ini nih yang tak kalah penting. Mengatur waktu. Ya, kita tak boleh lupa kewajiban utama kita sebagai ibu rumah tangga. Jadi jangan sampai karena sibuk berjualan, pekerjaan rumah jadi berantakan. Aturlah jadwal dan disiplin. Memang tak mudah. Namun bisa diusahakan. Jangan menunda-nunda pekerjaan.

7. Doa & dukungan suami. Ya, jangan meremehkan do'a. Dukungan suamipun sangat penting, karena bisa menjadi penyemangat dikala kita down.

8. Promosikan! Yup! Cobalah mempromosikannya di media sosial bunda sambil terus belajar cara berbisnis online.

9. Bersabar. Sabar sangat dibutuhkan. Tak ada pilihan tanpa resiko. Berbisnis onlinepun memiliki resiko juga. Untuk itu, stok kesabaran perlu difull kan. Bisa jadi kita akan menemui pembeli yang tidak jadi membeli, bertemu pembeli yang kasar, gagal dalam penjualan, dan berbagai rintangan lainnya. Pelajari juga resiko-resiko yang dapat ditemui saat berbisnis online atau dari kisah mompreneur lain agar dapat menghindarinya.

10. Bersyukur. Ya, syukurilah apa yang telah didapat. Lihatlah orang-orang dibawah kita. Karena dengan itu hati akan tenang dan siap menjemput rezeki dengan hati senang.

Jadi, sudah siap menjadi mompreneur berikutnya bunda? Ayo segera dimulai! Semangat yaaa bundaa..

______________________
Artikel ini dibuat untuk mengikuti lomba yang diadakan Dumet School.

(Family Time) Toko Khandaq dan Toko Buku Jarir


Tanggal 31 maret 2017 lalu, family time. Jazahullahu khairan untuk abinya Hanin. Family time sih tiap hari.. Di rumah juga family time kan namanya hehe.. Tapi family time kali ini menyenangkan. Karena kami pergi ke.....

Toko benaang 😍😍hihihiii.. *maklum perajut

Kami pergi ke toko Khandaq. *Sebenarnya aku sudah pernah menulis tentang toko ini sebelumnya. Tapi karena benang-benangnya sangat memikat hati jadi foto-foto lagi dan melengkapi foto yang belum ada di postingan yang dulu. Sekalian mengabadikan kenangan.

Toko Khandaq ini bukan toko benang saja. Di lantai pertama di jual berbagai macam alat tulis, alat melukis, clay, buku, mainan anak-anak, bunga hias, segala macam deh semua untuk kerajinan tangan kayaknya lengkap semua masyaAllah. Kami membeli kertas tebal *apa ya namanya. Rencananya untuk menghias dinding rumah. Semoga saja terlaksana. InsyaAllah kalau sudah jadi, akan ku tulis juga di sini. Lalu membeli buku tulis dan balon tiup untuk Hanin. 

Ini foto-foto di lantai pertama..
aneka lem dan clay. Dan itu tangga ke lantai 2

buku tulis
sepertinya kertas kado dan kotak hadiah
aneka bentuk styrofoam

tebelnyaa benangnya
Lalu naik ke lantai 2.. Surganya Benang 😍😍😍😍😍😍 Benangnya seger-segeeeerr masyaAllah kayaknya banyak yang baru datang. Nggak bisa sebentar kalau ke sana dan nggak bisa bawa uang dikit wkwkwk soalnya bisa laper mata di sana. Bingung mau beli benang yang mana karena bagus-bagus semua *haganya juga bagus hehehe.. Saking bingungnya sampai tokonya mau ditutup masih bingung mau beli yang mana. Namun apa daya, karena adzan isya akan dikumandangkan, toko harus segera tutup. Akhirnya kami segera membayar apa yang sudah ada di keranjang. 

Alhamdulillah punya benang baru 😍 Semoga saja semuanya habis terajut supaya ada alasan ke toko lagi nggak mubadzir. 

benang-benangnya tebel masyaAllah
banyak yaa masyaAllah
kain-kaiinn *mata ijo
Ada buku rajut bahasa arab!
Adzan Isya. Kami menyebrang jalan. Di sebrang toko Khandaq ada masjid Qiblatain. Alhamdulillah ada jembatan penyebrangan jadi aman, walau naik tangga lumayan tinggi. Tapi dari atas jembatan itu bisa melihat indahnya pemandangan kota Madinah di malam hari.
Jembatan penyebrangannya

Pemandangan dari atas jembatan
masjid Qiblatain
Di samping masjid ada taman kota. Hanin asyik sekali main di sana. Sudah berani naik ayunan dan prosotan. Ternyata ada kuda juga di sana. Sepertinya bayar kalau mau naik kuda. Juga banyak penjual-penjual makanan. Rame juga tamannya mungkin karena hari libur. 

Setelah puas bermain di taman, kami ke toko buku bernama Jarir. Di depan taman itu juga. Toko Jarir ini besar, mungkin seperti Gramedianya Indonesia lah. Dan isinya.... Mahal-mahal semua hehehee... Jadilah kami melihat-lihat saja dan berakhir di kasir dengan belanjaan seharga 6 real saja : 

Balon tiup lagi untuk Hanin hihihi.. 

Gimana lagi.. Buku tulis saja mahal sekali.. Lebih murah yang di Khandaq tadi hehee.. 

Daan inilah hasil belanjanya,,

*ketinggalan kertas tebel sama balon hanin nggak difoto hehehe
Ceritanya nyoba foto pakai kamera lagi setelah sekian lama kamera tak terpakai. Biasanya foto pakai hp aja. Ternyata memang beda hasilnya.

Jatuh cinta sama benang merk Alize, dari Turki. Memang bagus sekali. Tapi harganya juga bagus hehee,, Kalau nggak salah harganya 15 real 1 gulung. Sedangkan benang pink yang paling besar sendiri itu 12 real. Ya mungkin memang sesuai lah dengan kualitas. Tapi benang Alize bisa lebih mahal lagi di Indonesia. Hmmm,, Apa harus borong benang ya sebelum pulang hihihi,,

Alhamdulillah.. 😊