10 Jan 2017

Resep Nasi Mandi



Hayooo sudah mandi belum hari ini? Nasi aja mandi, masa kamu nggak? Heheee..

Nasi Mandi ini umum ditemukan di Saudi. Entah mengapa pembuat pertamanya menamakan nasi ini dengan Mandi. Yang jelas bukan Mandi dalam bahasa Indonesia yaaa..

Nasi dengan aroma rempah-rempah dan warnanya yang seperti zebra belang kuning-putih, apalagi ditambah aroma arangnya, ayamnya juga hmm enak deh pokoknya.

Duluuu pernah dikasi resepnya sama tanteku. Masak nasinya dengan bawang merah tanpa bawang putih dan rempah-rempah khas arab. Tapi belum pernah coba buat, kayaknya karena belum punya safronnya. Eh setelah dibeliin safron belum praktek-praktek juga hehe..

Lalu sempat ada cooking class yang diadakan ibu-ibu Indonesia di Madinah. Temanya belajar buat nasi Mandi dan puff dan diajar oleh mba Sumayyah. Nah, resepnya mba Sumayyah ini malah cuma pakai bawang putih aja tanpa bawang merah. Katanya kalau nggak salah ini inisiatifnya mba Sumayyah pakai bawang putih supaya lebih enak. Dan memang enak ternyata!! MasyaAllah.. cerita dan resep saat cooking class sudah ditulis temanku mba Selma di sini.

Setelah sekian lama, tibalah hari pengen nyoba buat nasi Mandi dan safronnya sudah ada. Tapi pas hari itu bawang merah habis, tinggal bawang putih. Akhirnya nyoba  praktek resepnya mba Sumayyah. Tapi takaran di resepnya porsi jumbo untuk buat acara hehehe.. Akhirnya coba memperkecil takarannya, sampai nimbang berasnya juga biar pas hahaha.. Ini resep pas untuk keluarga kecilku.. 2 orang dan 1 anak.

Resep Nasi Mandi Ayam
Sumber: Sumayya Ummu Ayyush (dengan modifikasi)

Bahan: 

1. 2 cup beras basmati / long grain. Rendam selama 1/2-1 jam dengan 2 cup air.
2. 1/2 ekor ayam, potong-potong.
3. 7 bawang putih, memarkan (aku ulek)
4. 1/4 sdt lada hitam
5. Sedikit batang kayu manis
6. 3 biji cengkeh
7. 3 biji kapulaga
8. 1/4 sdt jintan
9. 1/4 sdt ketumbar (halus lebih enak)
10. Za'faran secukupnya
11. Garam sesuai selera
12. Minyak zaitun secukupnya (bisa diganti minyak samin, minyak wijen atau minyak goreng)
13. 2 potong arang

Cara Membuat:

1. Memarkan bawang putih
2. Rebus ayam bersama bawang putih dan garam secukupnya hingga setengah matang.
3. Masukkan kayu manis, cengkeh, kapulaga, jinten dan ketumbar. Rebus agak lama hingga matang dan lembut.
4. Taruh ayam diatas nampan, beri air kaldu rebusan secukupnya (sedikit saja).
5. Tuang dengan minyak zaitun, aduk rata.
6. Beri za'faran yang sudah dilarutkan dalam air keatas ayam. Aduk rata.
7. Tutup nampan ayam dengan aluminium foil. Bakar di dalam oven suhu 180 C dengan api bawah di rak bawah selama kira-kira setengah jam. (Kalau aku panggang di double pan aja dengan api kecil karena ayamnya sedikit, jadi nggak pakai nampan lagi)
8.Pindahkan ke rak atas, buka aluminium foilnya dan panggang hingga ayam kering tapi tidak terlalu kering, cukup krispi saja dan hingga airnya habis. (Ini nggak karena sudah di double pan. Aku balik jika bagian bawah sudah cukup kering). Matikan api


9.Bakar 1 arang untuk ayam, siapkan 1 gelas kecil diisi sedikit minyak. Letakkan di dalam double pan. Masukan arang yang sudah panas ke dalam gelas kecil. Tutup double pan.
10.Masukkan beras yang sudah direndam dan air rendamannya ke dalam magic jar. Tambah air kaldu ayam sebanyak 2 cup (boleh lebih dikit). Jika kurang dari 2 cup, tambah air sampai 2 cup. Tambah garam gula dan sedikit minyak. masak nasi seperti memasak biasa.
11.Setelah matang, aduk nasi, siapkan za'faran yang sudah dilarutkan dengan sedikit air panas. Tuang menyebar ke nasi.  

12.Bakar arang untuk nasi, dan siapkan 1 gelas kecil diisi sedikit minyak. Letakkan di dalam magic jar. Masukan arang yang sudah panas ke dalam gelas kecil. Tutup rice cooker dan tunggu beberapa menit agar bau arang menyerap ke nasi dan wangi..
13. Sajikan nasi bersama ayam.

Catatanku 📝
🔹Cara memasak di rice cooker ini cara gampangku hehee.. Aslinya masak langsung di atas kompor. Kalau masak di kompor, caranya panaskan pancinya hingga mendidih, kemudian kecilkan api sampai paling kecil dan tutup panci. Biarkan 30 menit insyaAllah sudah matang. 

🔹Tapi pengalaman pakai beras basmati ini, kadang berhasil nasinya panjang-panjang, kadang gagal juga jadi pendek-pendek. Entah kenapa.. Ada yang tau nggak ya kira-kira kenapa..

🔹Dan arangnya, aku berhasil jika arangnya baru, belum dipakai sama sekali. Kalau sudah dipakai dan kena minyak, pas dibakar, arangnya akan kebakar dan saat dicelupkan ke minyak, apinya mati tapi tidak mengeluarkan asap.. Pernah coba juga setelah arang yang berminyak itu terbakar, aku matikan apinya dan tidak dimasukin ke minyak. Bisa berasap tapi jadinya pahit dagingnya. Entah kenapa. Jadi lebih baik pakai arang baru.

🔹Kalau nggak punya Za'faran, bisa juga kok nggak pakai Za'farannya.. Abinya Hanin malah lebih suka tanpa Za'faran.

Semoga bermanfaat ❤️
Selamat mencoba dan menikmati 😊
BACA SELENGKAPNYA

31 Des 2016

Bumbu Dapur (Bahasa Arab & Bahasa Inggris)

Bumbu Dapur (Bahasa Arab & Bahasa Inggris)


Ada yang kesulitan baca resep bahasa Inggris atau bahasa Arab? Hihihi kalau iya sama dong.... Ini catatan kosakata bahasa Arab dan bahasa Inggris bumbu dapur ku. Mungkin masih belum lengkap. insyaAllah nanti ditambah lagi kalau dapat kosakata baru. Sumbernya dari berbagai sumber hehee.. Kalau ada yang mau nambahin boleh bangeeet.. Semoga bermanfaat dan happy cooking!

Indonesia : Inggris : Arab

Bawang merah : onion : بصل (bashol)
Bawang putih : Garlic : ثوم (Tsum)
Merica putih : pepper : فلفل أبيض (Filfil Abyadh)
Merica hitam : black pepper : فلفل أسود (Filfil Aswad)
Kapulaga: Cardamom : هيل (Hil)
Cengkeh : Clove : مسمار قرنفل
Kayu manis : Cinnamon : قرفة
Kunyit : Turmeric : كركم (Kurkum)
Jahe : Ginger : زنجبيل (Zanjabil)
Ketumbar : Coriander : كزبرة
Laos / Lengkuas : galangal : خولنجان
Serai : Lemongrass
Jintan : Cumin : كمون (Kamun)
Daun Ghar : ورق غار (rempah saudi.. nggak tau bhs indo dan inggrisnya)
Kemiri : Candle nuts
Daun Salam : Bayleaf
Cabe : Chili : فلفل (filfil) 🌶
Gula Merah : palm sugar :

Ada yang mau bantu nambahin? 😁😃
BACA SELENGKAPNYA

23 Des 2016

Ya, Ya, Ya

Anak yang nurut, orang tua mana sih yang nggak mau? Sekali dibilang, menurut tanpa menghabiskan waktu si ibu merayu atau meluapkan emosi karena anak nggak mau nurut.

Hanin (2thn 2 bln) pun begitu. Dulu sering bilang "La" (tidak/nggak mau - bahasa arab). Disuruh apa, bilangnya La. Aku pun mengajarinya untuk bilang "iya" (harusnya na'am sekalian ya hahahaha (na'am = iya dalam bahasa arab).


Makanannya "adik", ikan, bakso, sosis, nugget. :)

Akhir-akhir ini aku perhatikan, hanin pinteer masyaAllah bilang "Ya". Disuruh apa aja iya walau kadang menolak. Tetapi tidak seperti dulu. Tapi "Ya"nya datar dan.. Gimana ya.. Ini beneran "iya" atau asal bilang iya aja??

Saking seringnya bilang "ya", aku tes Hanin dengan pertanyaan, "Baba (abi) nikah lagi ya?"... "Ya" kata Hanin hahahaa.. Haniiin.. Aku yakin Hanin belum mengerti apa itu menikah dan dia hanya sekedar menjawab "Ya" saja.

Saat Hanin begadang, Hanin memainkan permainan kucing di handphoneku. Percakapanku dengan Hanin (kurang lebih) "Kita telpon Jidah (nenek) ya?"

"(Nada agak menolak) Ah ah....   Ya...."

Huaaa sedihnyaa..

"Hanin mau main kucing?" Kataku.
"Kucing aja....." Hanin menjawab.

Hiks hiks.. Betapa cepatnya perubahan dari penolakan "ah ah" menjadi ya.. Menurut tetapi aku jadi kasihan.. Seperti terpaksa. Seperti "iya"in aja deh apa kata umi yang penting umi bahagia. Seperti Hanin yang mengalah dari uminya.. Hiks hiks.. Nurut tapi kasiaannn.. Haniin maafkan umi ya.. Umi harus banyak belajar untuk menjadi ibu yang lebih baik lagi.. 



BACA SELENGKAPNYA

15 Des 2016

DIY Bunga Pot dari Kertas Krep

Sudah lama nggak isi blog.. Sepertinya target untuk nulis di blog tiap hari atau seminggu sekali agak gagal hehe.. Maklum deh ya hihihi..

Kali ini nyoba ikut tantangan giveaway di instagram yang diadakan @temankreatif. Tantangannya kita buat DIY (do it yourself). Kelamaan mikir buat apa dan nggak mulai-mulai berkarya akhirnya di hari akhir baru deh posting. Cuma buat gini aja beberapa hari hahaha.. Maklum ibu muda hehe *alasssaann.. Kalau sudah nggak sibuk, anaknya belum tidur. MasyaAllah ya ternyata ibu rumah tangga itu luar biasa. Capek iya, melatih kesabaran dan manajemen waktunya harus pintar, harus ini itu dll.. Sayangilah ibu kalian teman-teman hiks.. bantulah kalau ia membutuhkan bantuan.. 

Baiklah.. Sepertinya tadi belok ke topik lain hihihi...

Jadii.. Ini diaaaa hasil karya sederhanaku.


Kalau lihat dari dekat sebenarnya ini nggak rapi banget karena buatnya cepet-cepetan walau masi sore tapi di Indonesia malam sudah mau habis.

Semoga bermanfaat yaa..

Alat dan bahan :
  • kertas tidak terpakai (koran atau semisalnya)
  • Isolasi
  • Lem tembak
  • Pot bunga plastik
  • Kertas krep warna untuk bunga (sesuai selera) dan warna daun
  • Benang
  • Gunting

Cara membuat :


  1. Remas-remas kertas/koran tak terpakai sesuai kebutuhan sampai menjadi sebuah bola dengan diameter sesuai diameter pot. Lalu isolasi keliling bola kertas tadi agar tetap pada bentuknya. Terakhir bungkus bola kertas dengan kertas krep hijau.
  2. Gunting kertas krep hijau bentuk daun sebanyak yang diinginkan dan tempel mengelilingi pot lalu tempel juga bola kertas ke dalam pot dengan lem tembak
  3. Buat bunga dengan kertas krep dengan warna yang diinginkan. Cara : ukur kertas krep sekitar 9 x 4.5 cm, kemudian lipat-lipat seperti membuat kipas lalu gunting kedua ujungnya berbentuk segitiga, ikat bagian tengahnya dengan benang, dan mekarkan bunganya dengan membuka lipatan-lipatan tadi ke arah atas. Buat sebanyak yang dibutuhkan.
  4. Tempel bunga pada bola kertas dengan lem tembak Jadi deeh.. Siap menghiasi rumahmuu

Kalau mau lihat karya-karya yang lainnya bisa lihat di instagram dengan hastag #1stgiveawaytemankreatif

Selamat berkarya 💪💪

BACA SELENGKAPNYA

1 Des 2016

Download Ceramah Gratis di Kajian.Net Sekarang!

Mau dengerin ceramah gratis, bisa sambil tiduran atau beraktivitas yang lainnya (masak contohnya hehe) dan insyaAllah isinya sesuai al-Qur'an dan sunnah? Apalagi ibu-ibu sepertiku yang sudah nggak sekolah lagi seperti dulu, tinggal duduk manis setiap hari dan ustadz atau ustadzah di pondok akan memberikan ilmu bermanfaat. Alhamdulillah sekarang setidaknya 1 minggu sekali pergi kajian yang diadakan ibu-ibu Indonesia di Madinah. Tapi kurang doong.. Walau sudah ibu-ibu harus tetap semangat mencari ilmu. Apalagi ilmu agama. *sebenarnya ini nasihat yang sangat pantas untukku dan sebagai pengingat dikala malas hiks semangat semangaatt

Nah, ada website bagus nih teman-teman. Namanya Kajian.Net. Isinya banyaaaak banget ceramah-ceramah tinggal didengar dan bisa di download. InsyaAllah ceramahnya sesuai al-Qur'an dan sunnah. 

Aku dengerin kajiannya santai aja,, Pas masak, lipat baju, dari pada nganggur telinganya hehe... Bisa juga saat perjalanan jauh dengan keluarga, kita putar kajiannya. Dulu, saat aku masih gadis (sekarang juga gadis kok)  ketika kami pergi perjalanan jauh, ayahku memutar kajian dan masyaAllah ternyata banyak sekali faidah yang dapat diambil. Lumayan perjalanan 1-2 jam jadi ada ilmunya juga. Coba deh dengerin kajian-kajian, insyaAllah ketagihan! Karena banyak sekali hal-hal yang belum kita ketahui *ekhem saya maksudnya hehehe.. insyaAllah banyak sekali manfaat yang akan kita dapatkan.

Oh iya, kajian.net ini juga ada aplikasinya di app store.

- Aplikasinya ringan. InsyaAllah nggak lama-lama nunggu loadingnya jadi ceramahnya lancar jaya (kecuali jika internet teman-teman bermasalah ya hihihi)

- Ceramahnya di kelompokkan berdasarkan penceramahnya, top rating, top download, dan bisa mencari ceramah tertentu yang kita inginkan.

- Ada daftar histori ceramah yang pernah kita dengarkan dan bisa menandai ceramah-ceramah yang kita suka dengan klik icon love dan akan masuk di daftar favorit. Jadi nggak perlu capek-capek cari kalau mau denger lagi. 

- Ketika kita membuka aplikasi ini lagi dan mau mencari ceramah lain, akan muncul pengingat apakah kita mau mendengarkan ceramah yang sebelumnya belum selesai kita dengar atau tidak. Jadi inget deh kalau belum selesai dengar ceramah sebelumnya.


- Ada slide poster-poster nasehat bermanfaat ketika kita mendengarkan kajiannya jika aplikasinya masih terbuka. Kalau mau keluar dari aplikasi, ceramahnya juga tetap jalan kok.

- Ada opsi pemutaran juga. Jadi bisa diatur mau stop ceramahnya kalau sudah selesai, atau mau lanjut ke yang berikutnya.


Daan masih banyak kelebihan-kelebihannya. Ayo tunggu apa lagi.. coba download sekarang di sini. Atau denger langsung di websitenya. 
Banyak sekali manfaat yang ku dapatkan setelah mendengar ceramah-ceramah di sini. 

Contoh-contoh ceramah yang pernah ku dengar :

Mengimani Takdir Allah (Ust. Abdullah Taslim, MA)

Inilah sebab mengapa orang muslim itu tenang hidupnya, karena mengimani takdir Allah. Kok bisa tenang dengan mengimani takdir Allah? Bagaimana agar tidak takut dengan masa depan? Coba deh denger agar tenang juga. Aku juga baru paham setelah mendengar ceramah ini. Cuma 13 menitan aja kokk..

 Tips dan Cara Agar Hidup Bahagia (Ust. Zainal Abidin Syamsudin)

Ini juga bagus. Membuatku bersemangat lagi, jadi tahu apa hakikat bahagia yang sebenarnya. Membuat hariku jadi lebih bahagia. Cuma 14 menitan aja.

20 Sebab Kenapa Harus Memaafkan (Ust. DR Firanda Andirja, MA)

Ini haruus didenger. Baguus banget nget... Siapa sih yang nggak pernah sakit hati dan harus memaafkan? Coba denger ini deh.. InsyaAllah bermanfaat banget. 

Kisah Nabi Musa dan Khidir (Ust. Firanda Andirja, MA)

Ada ceramah tentang kisah-kisah yang disebutkan dalam Al-Qur'an juga lo. Seru juga denger kisah-kisah para nabi. Jelas nyatanya dan mendapatkan pembelajaran banyak dari kisah-kisah tersebut. Daripada sinetron yang nggak jelas dan jelas bohongnya kan.. Lebih baik denger ini.

Daaan masih banyak sekali kajian-kajian di Kajian.Net ini. Lebih dari 11.000 kajian!! Tinggal cari aja apa yang ingin kita dengar dan pelajari. Di zaman yang serba canggih ini (gratis pula!), tak ada alasan lagi bahwa menuntut ilmu agama itu susah. Sekarang sambil cuci piring pun bisa mendengarkan ceramah. 

Selamat menuntut ilmu teman-teman 😊

BACA SELENGKAPNYA

24 Nov 2016

Resep Nasi Bukhari

Seperti janjiku di postingan sebelumnya tentang lezatnya Nasi Bukhari, kali ini aku akan menuliskan resep nasi Bukhari yang kudapatkan dari internet setelah cari ke sana kemari.
Resep nasi Bukhari yang bertebaran di internet sangat banyak dan macam-macam. Dulu sempat baca banyak resep dan terkumpul 5 resep, trus data bumbunya satu-satu apa aja yang paling banyak dipakai, dan terakhir disimpulkan resepnya apa hahaha saking sukanya sama nasi Bukhari ini, niat banget didata-data juga biar hasilnya bener-bener enak hehe.. Sempat masak juga dengan resep buatanku ini, tapi rasanya gimana ya.. nggak inget hihihi.. Mungkin kebanyakan bumbu atau nano-nano.

Sampai akhirnya aku masuk disuatu forum gitu berbahasa arab saat googling resep nasi ini lagi *belum puas ternyata. Dengan berbekal bahasa arab yang seadanya, kalau nggak salah empunya thread bilang sudah 2 kali nyoba resep ini dan rasanya seperti nasi Bukhari di restoran. Rahasianya : Perlama pengadukan bawang merah dengan dagingnya sambil diaduk-aduk dan sedikit aja bumbunya (cuma jintan dan merica hitam) dan minyak yang digunakan minyak zaitun

Hmm beda banget sama resep "buatanku" diawal yang banyak bumbu hihihi. Tapi seneng banget dapat rahasia ini. Plus waktu itu nemu juga resep yang lain dan ternyata sama, bumbunya cuma jintan dan merica hitam. Sip deh harus dicobaa..

Setelah dicoba, hmm masyaAllah enaaak... Walau mungkin masih belum sempurna karena maklumilah yang masak diriku yang kalau ngicip kadar garam aja sampai berapa kali icip. Kalau teman-teman yang masak mungkin bisa mirip rasa di restoran. Tapi insyaAllah ini enaaak resepnya, mungkin 90% mirip (tiap restoran nggak sama ya hehehe). Dengan sedikit bumbu ini memang enak nggak nano-nano. Tapi aku tidak ikutin plek seperti di forum tadi, aku menggabungkan 2 resep yang hampir mirip dan jadilah resep "buatanku" lagi hehehe.. Karena kedua resep tadi tidak menyebutkan ukuran berasnya hiks.. Jadi coba-coba dulu. Dan aku belum coba kalau pakai minyak zaitun. 

Resepku ini mungkin agak rumit dikit karena aku membuat bumbu ayamnya lain lagi dengan bumbu nasinya. Karena pengennya seperti restoran gitu hehehe.. Resep-resep di internet umumnya setelah ayam direbus dengan bumbu, langsung dipanggang. Lalu air kaldu berbumbunya untuk masak nasi. Tapi kalau di restoran itu ayamnya ada bumbunya sendiri, inilah yang menyebabkan setiap restoran punya rasa sendiri di ayam panggangnya. Kalau nasinya hampir-hampir mirip dikit. 

Baiklaah ini resepnyaa yang sudah kukira-kira takaran bumbunya dengan banyak berasnya. Kalau aku sih enak-enak saja hasilnya. Bisa ditambah kurang ya kalau kurang sesuai dan nanti kabari juga yaa kalau ternyata jadi lebih enak hasilnyaa.. Ini resep porsi keluarga kecilku (suami + istri + anak 1). 

Resep Nasi Bukhari

Bahan :
Ayam 1/2 bagian
2 cup beras basmati (cup magic jar)
2 Bawang merah (1 bawang merah besarnya seperti bawang bombay di saudi. Jadi dikira-kira ya hehe)
4 Bawang putih 
Merica hitam bubuk
Jintan
1 Tomat sedang
2 Wortel kecil
Kismis sesuai selera
Garam gula

Cara membuat : 

1. Rendam 2 cup beras basmati dengan 2 cup air. Kira-kira 1/2 jam.
2. Selagi menunggu beras, Potong- potong ayam dan bersihkan.
3. Iris-iris bawang merah dan bawang putih. Bagi menjadi 3/4 bagian untuk ayam dan 1/4 bagian untuk wortel.
yang kiri untuk wortel, yang kanan untuk ayam
5. Tumis 3/4 bagian irisan bawang sampai harum, masukan potongan ayam, aduk-aduk dan biarkan sampai ayam berubah warna dan wangi.

6. Masukan 1 sdt jintan dan 1/2 sdt merica hitam, aduk. Masukan air secukupnya. Beri 1 sdt garam. Masak sampai matang. 

7.Sisihkan ayamnya dan tersisa air kaldu berbumbu. 

8. Tambahkan air kaldu dengan air secukupnya sehingga total air kaldunya 2 cup. Masukan ke magic jar.

9. Serut 1 wortel dan 1 lagi di potong-potong memanjang. Potong-potong tomat kotak-kotak. Siapkan juga kismisnya.

atas no 9 , bawah no 10-11
10. Tumis 1/4 bawang sisa hingga harum.
11. Masukan wotel, tomat, dan kismis, masak sampai agak layu. Matikan api.
Masukan ke magic jar juga. 
12. Masukan beras yang sudah direndam kedalam magic jar beserta airnya. Aduk rata, tambahkan merica hitam 1/4 sdt dan jintan 1/4 sdt juga garam gula. Masak nasi di magic jar seperti biasa sampai matang



Untuk ayam panggangnya, aku juga cari di internet. Sepertinya dari hasil beli nasi Bukhari dari beberapa macam restoran, tidak ada rasa ayam panggang yang khas nasi bukhari, masing-masing restoran punya bumbu sendiri. Mungkin enak juga kalau pakai resep ayam panggang Indonesia.


Ayam panggang
(مظبي دجاج)

Bahan :

1/2 ayam yang sudah dimasak sebelumnya
1/2 bawang merah (ukuran bawang bombay. Mungkin setara 5 bawang merah kecil)
2 bawang putih
1/2 tomat besar
Air lemon (sesuai selera. Kalau aku sedikit saja)
Sedikit cuka (aku tidak pakai hehe)
Garam
1/2 sdt Merica hitam bubuk
1/2 sdt jintan
1/2 sdt ketumbar
1/2 sdt jahe bubuk
1/4 sdt kayu manis
4 kapulaga
4 cengkeh

Cara membuat :

1. Blender bawang merah, bawang putih, tomat, ketumbar, jintan.
2. Panaskan minyak secukupnya, masukan blenderan bumbu, tambahkan sisa bumbu lainnya dan tambahkan garam gula sesuai selera. masak sampai bumbu hampir menyusut, masukkan ayam dan masak hingga bumbu menyusut dan matang.
3. Panggang ayam dengan pemanggang atau double pan. Lebih mantap dibakar di arang atau bisa diberi asap arang agar ada aroma arang.


Sajikan nasi Bukhari dan Ayam Panggangnya dan nikmati dengan saus tomat (tomat dijus), jeruk nipis, daun jarjir, dan bawang merah mentah. Disantap dengan sambal juga mantap. Hmmm yummyyyy..




Selamat menikmati nasi Bukhari 😊

Sumber :
Resep nasi bukhari (yang asli belum ada modifikasi)
Ayam panggang (مظبي دجاج)

BACA SELENGKAPNYA

16 Nov 2016

Lezatnya Nasi Bukhari

Nasi Bukhari, masakan khas arab ini banyak dijumpai di Saudi. Mungkin negara-negara Timur Tengah lainnya juga ya *maklum belum keliling negara lainnya hihihi.. Ini salah satu makanan favoritku. Kalau di Madinah, math'am (restoran) yang menjual nasi Bukhari ini banyak sekali bertebaran di mana-mana. Masing-masing dengan rasanya yang menggugah selera karena persaingannya sepertinya lumayan ketat karena banyaak banget restoran yang menjualnya ditambah nasi yang dijual nggak cuma nasi Bukhari saja, ada nasi Mandi (nasi aja mandi masa kamu nggak hihihi), nasi Kabsah, nasi Madgut, dll.. 

Rasanya pun antara 1 math'am dengan math'am yang lain tidak sama persis. Nasi, apalagi ayamnya. Beda-beda bumbunya. Huhuhu pengen banget tanya resepnya ke restorannya *rahasia perusahaan nas!

Pernah suatu hari benar-benar jadi pesta nasi Bukhari. Abinya Hanin beli 2 nasi Bukhari dari 2 restoran yang berbeda. Keduanya favoritku semuaaa.. Terima kasih banyak wa jazakumullahu khairan ya Aba Hanin .


Ciri khas nasi bukhari biasanya nasi berwarna kuning-orange, ada serutan wortelnya, kismis, kacang balilah, dan rasa rempah-rempahnya, 
hmm enak deh! Kalau nasi rata-rata hampir sama semua rasanya restoran 1 dengan yang lainnya. Tapi kalau ayam beda-beda rasanya. Mungkin pengaruh negara asal mereka (si pemilik restoran) mungkin yaa.. Karena di sini nggak cuma orang saudi saja, ada orang Yaman, Suria, bahkan orang Indonesia juga banyak (Tapi nggak jual nasi Bukhari maksudnya), dll..

Oh iya pelengkap ketika makan nasi Bukhari ini biasanya jus tomat (untuk sausnya gitu bukan untuk diminum hihihi), bawang merah mentah, jeruk nipis, dan daun Jarjir. Oh ya kalau aku karena suka pedas, jadi makannya pakai sambel juga. Eits, tadi aku tulis bawang merah mentah? Bawang goreng mungkin? Hihihi Nooooo.. beneran bawang merah mentah. Ternyata enak loo bawang merah mentah. Tapi kalau dimakan dengan nasi Bukhari ini tentunya. Kalau aku anggapnya ini seperti "kerupuk"nya. Bawang merah di Saudi besarnya seperti bawang bombay, Biasanya bawang merahnya masih segar, keras, jadi kriuk-kriuk. Kalau daun Jarjir, hmmm aku masih belum tahu bahasa Indonesianya teman hiks maafkan aku. Pokoknya mantap deh semuanya ini kalau di santap bersamaan. Jadi pertama ucap bismiah, tuang saus tomatnya dikit pada nasi yang akan dilahap, peras jeruk nipisnya, kasi sambel juga dikit, ambil semuanya plus nasinya jangan lupa, buka mulut, aammmm jangan kunyah atau kunyah dikit aja, ambil daun jarjir lahap juga, bawang merah juga gigit dan kunyah.. . Huaaa mantappppp banyak banget pemecah lidahnya. Nyam nyam nyam.


Yang nasinya warna kuning ini dari restoran "Bukhari Jadid". Ayamnya enaak banget huhuhu aku tak bisa mendeskripsikan rasanya. Kalau yang agak merah ini (mungkin tomatnya banyak jadi berwarna kemerahan) dari restoran "As-Salam". Di nasi As Salam ini aku menemukan kapulaga pada nasinya. Kalau di nasi Bukhari Jadid nggak ada kayaknya.. Keduanya bersebelahan restorannya. Hmm persaingan yang ketat ya?  Harganya 1 porsi 14 real kalau nggak salah dengan ayamnya 1/2 potong, nasi (mungkin porsi 2 orang), pelengkapnya (jeruk, daun jarjir dll), dan sufrah. Sufrah itu plastik agak besar yang dihamparkan di bawah, lalu tuang nasi dan semuanya di atas sufrah tadi dan makan rame-rame 1 sufrah. Unik ya? Yup, ini biasa di saudi,, Bukan karena nggak bondo (punya) piring hehehe.. Indahnya kebersamaan di sini, lalu enaknya setelah selesai makan, tinggal bungkus sisa-sisa tulang dan sampah-sampah makanannya dengan sufrah tadi, buang deh. Nggak perlu cuci piring lagi. Sepertinya aku akan merindukan cara makan seperti ini nanti di Indonesia. 


Untuk asal usul nasi ini.... Hmm maaf pembaca akupun tak tahu hehee.. Mungkin dari daerah Bukhara ya kalau dilihat dari namanya.

Mau coba juga?? insyaAllah nggak perlu nunggu umroh dulu untuk mencicipinya.. Alhamdulillah akhirnya aku menemukan resepnya jadi bisa buat sendiri di rumah. Yang mau resepnya bisa ke postingan selanjutnya yaa di sini 

Selamat menikmati Lezatnya Nasi Bukhari 😊
BACA SELENGKAPNYA

4 Nov 2016

Manfaat Menulis (Blog?)

Setelah 3 hari aku memaksa diri menulis sesuatu di blog tercinta ini (walaupun asal-asal dan sedikit), sepertinya memang ada manfaat yang aku rasakan.

  1. Ketika menulis, aku dipaksa mikir harus memulai tulisan dengan kalimat apa. Setidaknya otakku jadi lebih bekerja lagi setelah lama nggak berfikir keras seperti saat sekolah dulu. Memang ini yang susah sepertinya. Itu sebabnya tulisanku banyak yang langsung to the point. Dan ternyata 2 postinganku yang sebelumnya dimulai dengan "hmmm" hahaha.. 

  1. Aku jadi lebih semangat! Mungkin sudah plong isi hati sudah ditumpahkan semua. Ya, tulisanku sepertinya lebih banyak curhat yang pada akhirnya membuat target dan menyemangati diri sendiri. Aku jadi semangat! Dan kalau nggak dilaksanakan targetnya malu dong sama pembaca blogku hehehe.. Pokoknya jadi semangat deh Alhamdulillah..

  1. Belajar mendeskripsikan perasaan. Sekarang zamannya emoticon sudah banyak macam dan ekspresinya jadi tinggal pencet emoticon yang menggambarkan perasaan kita sekarang. Dan aku termasuk pengguna emoticon hehehe.. Nulis blog aja rasanya pengen kasi emoticon. Tapi inget-inget di buku-buku nggak ada yang pakai emoticon, gimana kalau mau nulis buku nanti (mau nulis buku apaan nas wkwkwkk). Jadi sekarang no emoticon, deskripsikan perasaan dengan kata-kata. 

Daan semoga saja semakin lama tulisanku semakin mengalir dan enak dibaca. Kalau sekarang sepertinya aku mulai mengalir nulisnya tapi banyak bebatuan jadi macet dulu mikir mau nulis kata apa lagi.

Inilah manfaat yang kurasakan setelah memaksa diri menulis setiap hari. Mungkin masih banyak lagi manfaat-manfaat yang belum ku rasakan sekarang dan semoga segera merasakannya.


Bagaimana dengan kalian teman-teman? 😊
BACA SELENGKAPNYA