Eksperimen Buat Crochet Cardigan






Musim dingin memohon diri. Musim panas pun terbit. Saatnya mengemas baju-baju musim dingin agar tak memenuhi lemari. Sayang, jaket Hanin baru dipakai beberapa kali. Uminya sih, yang telat beli.. hehe..

Pengen buat cardigan rajut untuk Hanin untuk musim panas ini. Saat Hanin lahir (atau sebelumnya ya?) salah satu keluargaku membelikanku banyak benang. Katanya untukku membuatkan Hanin baju. Senangnyaa dapat benang. Terima kasih kak Munirah.. tetapi sampai Hanin memasuki umur 2 tahun 5 bulan benang-benang itu tak menjadi apa-apa untuk Hanin hiks.. Kelamaan mikir model, nunggu mood yang nggak jelas, dan malas sepertinya termasuk faktornya juga.


Ini dia benangnya,, benang Katun
Akhirnya, memasuki musim panas kemarin, mood dan semangat muncul tiba-tiba. Cari inspirasi di pinterest, akhirnya nemu model yang sepertinya dapat diterka cara buatnya. Ya, empunya foto tak memberikan polanya. Hanya beberapa foto step-by-step. Jadi bolak-balik lihat fotonya deh hehe.

Ini dia yang kutemui di pinterest

aku kolase fotonya, sumber pinterest, blog demismanostejidos.blogspot.com
Dulu, aku sempat penasaran bagaimana cara merajut cardigan yang ngerajutnya melingkar dan tau-tau ada lengan di tengah-tengah lingkaran. Mungkin ini sebabnya pas liat model ini di pinterest langsung excited sekali pengen langsung coba. Ternyata gitu tho polanya.. Sayangnya nggak ada pola tulisan. Jadi bermodalkan foto yang ada, bereksperimen ria deh dengan jarum dan benang. 

Semangat ini munculnya mendekati jam 12 malam ckckck.. Akhirnya tetap rajut terus pantang tiduuuuur..

Jadi pertama ngerajut bentuk segi lima. Aku ukur panjang sisi segi limanya dengan lebar punggung hanin. 

segi lima, panjang sisi sepanjang lebar punggung

Setelah selebar punggung Hanin, aku mulai membuat lengan dengan menambahkan rantai Setelah itu, lanjut lagi rajut melingkar, melingkari segi lima dan lubang lengan. 

membuat lengan


Lalu lanjut dengan shell stitch semua dan semakin lebar dengan penambahan rantai dan memperlebar ukuran shell stitch. Dibaris terakhir, aku ganti benang dengan warna putih.

Dilanjutkan dengan shell stitch

Setelah itu, membuat lengan. Hmm aku sempat bongkar pasang membuat lengan ini hehe.  Bingung. Lengan juga menggunakan shell stitch dan baris terakhir ganti benang putih.

membuat lengan dengan shell stitch

Setelah itu, membuat tali di depan. Buat rantai saja dan diujung buat beberapa double crochet.

membuat tali

 Daan jadiii Alhamdulillah ^^

Depan

Belakang
Namun sepertinya ada yang salah perkiraan. Kalau dipakai, bagian belakang agak ngembung hehehe.. Males ngulang hiks.. Tak apa lah yang penting jadi hehehe..

Maaf yaa teman-teman nggak ada polanya.. Entah kapan sempatnya kalau mau nulis pola. Tapi semoga dengan foto-foto yang ada ini bisa menginspirasi para perajut yang lainnya. Selamat bereksperimen dengan benang 💪

Untuk Apa Kamu Menulis?



Pertanyaan yang beberapa kali muncul di benak sebanarnya.. Hmm.. Aku juga bingung, kenapa aku berlatih menulis? Hobi? Suka? Nggak juga sebenarnya.. Malah memaksakan diri kadang kalau boleh jujur hehehe.. Belum berhasil menjadikan menulis sebagai hobi. Yang bertahan jadi hobi  itu ngerajut dan... makan *eh..


Pengennya sih, dengan bisa menulis, aku bisa berdakwah lewat tulisan. Tapi kayaknya tulisanku di blog ini rata-rata curhat semua ya isinya hahaha... Mohon maklumnya ya.. Yah, belum ada ilmunya juga. Bisa bahaya nanti kalau berbicara tanpa ilmu. Hmm harusnya malah tambah semangat nuntut ilmu ya. Gimana to Naas.. Semangat semangat 💪💪


Hmm.. Pengen jadi penulis buku ya? Hmm tidak juga. Seorang Inas mau nulis buku apa? Hihihi.. Kalau nulis buku rajut, pengen sih, tapi nulisnya kan dengan ngerajut, tak perlu kata yang indah dibaca. Yang dibutuhkan jalinan benang yang indah dipandang. Jadi yang dibutuhkan adalah waktu yang rasanya mahal sekali harganya kini. Juga disiplin diri yang harus ditingkatkan tapi susah naiknya hiks.. Dan yang tak kalah penting mungkin juga.. Inovasi! Iya! Buku rajut sudah banyak sekali hiks. Persaingan ketat dong.


Jadi sebenarnya aku masih kurang motivasi untuk menulis. Kalau Abinya Hanin nggak semangatin isi blog, mungkin sering kosong blog ini hehehe. Dan penyemangat laimnya adalah rasa "eman" (disayangkan) kalau blognya nggak diisi, soalnya ini blog dari zaman SMP. MasyaAllah waktu tak terasa begitu cepat berjalan. 


Yang kuyakini sekarang, belajar menulis tidak ada ruginya, insyaAllah bermanfaat suatu saat nanti. Jadi akupun sering memaksakan diri untuk menulis. Walau belum bisa konsisten melatih diri.


Yaaah pokoknya nulis aja lah.. insyaAllah bermanfaat nanti ^^


Bagaimana dengan teman-teman?  

Apa yang memotivasi kalian untuk menulis? Siapa tau aku jadi ketularan semangat nulis ;D 


Dari Rumah, Hasilkan Rupiah!!


Jual beli sudah tidak asing lagi dong di kehidupan kita. Ke Mall, ada jual beli. Ke warung, ada jual beli. Ke pasar, apa lagi. Bahkan terkadang teman kita pun ada yang mencari pundi-pundi rupiah di kelas dengan berjualan di luar jam belajar.

Nah, kalau bisnis online, pernah denger nggak teman?

Mungkin sebagian kita sudah tidak asing lagi dengan bisnis online. Bisnis onlinepun kalau diartikan mungkin bisa berbagai macam frasa yang mendeskripsikannya. Namun intinya, bisnis online pun merupakan kegiatan jual beli juga seperti di dunia nyata. Namun bedanya, jual belinya di dunia maya, baik semua aktivitasnya di dunia maya ataupun sebagiannya. Yup, dengan semakin berkembangnya teknologi, aktivitas jual belipun juga berkembang caranya. Kini lebih mudah, tak perlu saling pandang, banyak duduk manis, waktu lebih singkat, lebih luas cakupannya, dan berbagai kemudahan lainnya.

Contohnya, mungkin di salah satu media sosial yang kita punya, terkadang atau bahkan sering lewat di beranda media sosial kita, salah satu teman kita mempromosikan sesuatu untuk dijual. Nah, dia sedang melakukan jual beli di dunia maya.

Setelah teman-teman seperjuanganku di bangku sekolah satu persatu menuju ke pelaminan, kehidupan mereka yang baru pun dimulai. Ku lihat, rata-rata dari mereka mencoba mencari rezeki dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Yup! Mereka berbisnis online juga untuk membantu suami mereka memcari rizki dan membantu perekonomian keluarga.

Nah mereka, ibu-ibu yang mempunyai usaha sendiri, ada nama kerennya loh.

Apa itu?

Mompreneur! Wah, istilah apa lagi tuh?
Mompreneur terdiri dari 2 kata, kata Mom yang sepertinya tak begitu asing lagi, berarti ibu dan preneur dari kata enterpreneur yang berarti... wirausahaan *dari wikipedia. Googling dulu tadi hihihi. Jadi MomPreneur itu seorang ibu rumah tangga yang memiliki usaha sendiri.

Dengan teknologi yang canggih kini, kamupun bisa menjadi seorang mompreneur! Yang penting anda wanita bukan pria hehe.. Kalau laki ya enterpreneur namanya.. Atau dadpreneur mungkin boleh kalau mau.. Tersenyumlah bunda-bunda di rumah semua, karena kali ini, tulisanku khusus untuk para ibu yang ingin menjadi mompreneur.

Mengapa mompreneur? Karena dengan menjadi mompreneur, seorang ibu tak perlu lagi kerja atau berjualan di luar rumah dan tetap bisa berada di rumah menunaikan kewajiban sebagai seorang istri dan berbisnis. Bunda bisa berbisnis dan tetap masak untuk keluarga tersayang dan memperhatikan pendidikan anak-anak tercinta.

Mereka yang Terjun dalam Bisnis Online

Melihat para mompreneur, membuatku kagum. Bagaimana tidak, mengurus rumah, suami, anak, bukanlah hal yang bisa dipandang sebelah mata. Letihnya tak terkira. Harus disiplin dan bisa memanage waktu dengan baik antara mengurus rumah dan berbisnis.

Mungkin beberapa profil mompreneur berikut ini bisa menginspirasi kita. Penasaran kaan..?


1. Nurul Ummu Tsabita

Berawal dari hobi, siapa sangka, kini kue hasil usaha Nurul sudah menjadi andalan oleh-oleh kota Blitar. Akun facebooknya menjadi alat pemasarannya, walapun ibu dengan 2 anak ini mengaku tak mahir berjualan online, asal upload saja dan dibantu temannya memasarkan kue-kuenya di kalangan dinas. Namun, sekarang hasilnya mulai terlihat walau akunya usahanya tidak terlalu serius sehingga hasilnya kurang maximal dan telah lama berjalan.  Rahasia yang diungkapnya, untuk usaha kuliner, ia langsung mengeluarkan produk yang pasarnya menengah ke atas. Walau terlihat lambat, namun keuntungan yang didapat sama seperti yang pasarannya menengah ke bawah, namun tidak secapek yang menengah ke bawah. Walau begitu, kegagalanpun pernah dilaluinya; kue yang gagal, mengantar pesanan yang jauh namun tak dibayar-bayar, bahkan sampai harus ruqyah karena dapat "paketan" jin. Namun mimpinya untuk memiliki usaha tetap menjadi penyemangatnya selama ini. Tsafah, itulah merek yang menghiasi kue-kuenya, dari kata Tsabita dan Afifah, 2 putri kesayangan ibu Nurul dan suaminya. Hasil kue-kue kreasinya dapat anda lihat di akun facebooknya : Nurul Ummu Tsabita





2. Stephanie Febrian

Syimar Butik Anak Muslim
Banyak orang sukses karena dipecut oleh impiannya. Hal ini dialami oleh Stephani Febrian, ibu dari 3 anak yang masih kecil-kecil untuk menjadi seorang mompreneur. Di antara mimpi-mimpinya adalah ingin membahagiakan kedua orang tuanya dan membawa keduanya umroh bersama keluarga besar, menjadi kaya namun bertakwa, membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain, dan cita-cita tinggi lainnya.
"Sudah lebih kurang 4 tahun.
Itu dimulai dari jualan rajutan sampai sekarang jualan palugada (campur-campur)" . Bermula dari hobi merajut dan mencoba menjualnya di sosial media, iapun mulai mencoba menjual barang-barang lainnya dan tekun mempelajari cara-cara berbisnis online baik lewat buku-buku marketing dan whatsapp grup. Kini barang yang dijualnya mencakup gamis dan jilbab anak, manset tangan, kurma, misk thaharah, kreasi tangannya, kue-kue yang ia buat sendiri dan lain-lain. Salah satu hasil buatannya adalah coklat praline, yang laris manis di saat ramadhan. Walau kini banyak yang dijual, ia tak lupa dengan tugas utamanya sebagai istri dan ibu. "jalani aja semampunya. Karena fokus utama tetap ke anak-anak. Masalah rezeki sudah ada Allaah yang ngatur" ungkapnya. Barang-barang yang dijual Ibu muda yang akrab dipanggil Vani ini bisa ditemukan di fanpage "Rifara Grosir Jilbab Anak" dan instagramnya @stephaniehomemade dan @syimarbutikanakmuslim


3. Tri Damayanti

Indonesia kaya dengan budaya dan ciri khas. Salah satunya adalah batik, corak yang penuh seni dan cantik yang kini menjadi khas negara Indonesia. Ditambah dengan umumnya ibu-ibu menggunakan daster di rumah, Tri Damayanti mulai menjual daster batik. Ibu-ibu di rumahpun kini bisa berdaster dengan cantiknya motif batik. Berbisnis online dengan 2 anak di rumah, tentu ada kendala yang dihadapinya. Tri tetap berusaha untuk mempromosikan jualannya terutama di instagram. "di bawa nyantai aja" ungkapnya walau ada kendala. Omset yang didapat dari menjual daster batik ini mencapai 6 juta ke atas perbulan. Belum lagi ditambah barang lain yang dijualnya; buku, mainan anak, dan jilbab. Anda dapat melihat daster batik yang dijualnya di instagram : @galeridasterbatiksolo

4. Rika Prasetyawati

Nyits Catering
Nasi Kabsah mungkin sudah tak asing lagi di telinga kita. Kalau nasi Mandi? Mungkin banyak yang belum tau yaa.. Nasi Mandi juga merupakan salah satu masakan dari Timur Tengah lho. Mungkin Rika pun tak pernah membayangkan nasi khas Timur Tengah buatanya terjual hingga 1000 porsi di bulan Ramadhan tahun lalu. Yup, salah satu mompreneur, Rika, mulai merintis bisnis kuliner Timur Tengah di akhir tahun 2015 setelah sebelumnya menjual madu, herbal, dan lain-lain sejak 2009. Pemasarannya lewat akun facebook, instagram, dan tokopedia. Perkembangan bisnisnya sangat terlihat, mungkin dikarenakan peluang bisnis kuliner khas Timur Tengah masih terbuka lebar, apalagi melalui online. Selain banyak yang membeli di bulan ramadhan dan untuk konsumsi pribadi, orangpun membeli nasi Mandi Kambing untuk aqiqah, juga dipesan untuk makan siang para pegawai di kantor. Tak hanya nasi Kabsah dan Nasi Mandi, ragam masakan lainnyapun dijual seperti nasi Bukhari, nasi Gambari, sambosa, juga makanan-makanan impor dari Saudi seperti kurma, coklat, hingga ayam Al-Baik fenomenal yang hanya bisa didapatkan di kala umroh juga berhasil dijangkaunya untuk dijual di Indonesia. Namun dibalik kesuksesan yang terlihat, jatuhpun sering terjadi. "pernah nyetok barang yang nggak habis sampai hampir masa expired, jadi dikasih gratis" ungkapnya. Kendala mengatur waktu juga dialaminya karena belum ada asisten tetap di rumah. Namun Rika tetap berusaha. Selain bersaing dengan memberi harga terjangkau, kualitas juga menjadi perhatiannya. Membangun interaksi yang baik dengan calon pembeli juga hal yang ia terapkan dalam berbisnis di dunia maya.

Pengiriman masakan arabnya menggunakan layanan gojek untuk jabodetabek dan bandung. Dapat sampai di hari yang sama dengan waktu memasak. Untuk daerah lain Rika menggunakan ekspedisi atau ada yang langsung datang ke tempat Rika tinggal, Bekasi. Oh iya! Bisnis kuliner ini ia beri nama NYITS Catering, dari nama-nama buah hati Rika dan Suami; Nufail, Yahya, Ilyas, dan Tsurayya. Lezatnya kuliner arab ini dapat kalian temui di instagramnya @nyitscatering dan di tokopedia.com/nyits


5. Ninik Sri Hartini

bussybook by Ninik Sri Hartini
Kreasi dari kain flanel mungkin sudah umum dijual. Namun membuat buku edukatif dari kain flanel, mungkin sedikit orang yang telaten membuatnya. Ninik Sri Hartini adalah salah satunya. Berawal dari hobi, awalnya Ninik menjual kreasi flanel edukatif juga rajutannya secara online sejak 2011. Hingga salah satu pembeli memesan baby book full flanel dan ia menerima tantangan tersebut. Tak disangka baby book menjadi salah satu produk yang diminati dan baby book yang telah dibuat oleh Ninik dengan tanganya sendiri mencapai 100 buku lebih.

Setelah itu Ninik menetap di Mesir bersama suaminya. Namun hal itu tidak membuatnya berhenti berkarya dan berbisnis. Rasa penasaran membuatnya mencoba hal baru, yaitu quitebook/busybook untuk anak. Ninikpun mengupload hasil karyanya di facebook. Tak disangka peminat bermunculan dan memesan busybook karya Ninik. Namun karena belum menemukan asisten yang pas untuk membantu produksi, Ninik membatasi produksinya 5 buku dalam sebulan dan paling banyak 8 buku. Hingga kini, busybook hasil karyanya yang telah terjual sebanyak 70 buku. "Kayaknya harus fokus pada bidang yang sedang di geluti dan managemen waktu yang baik" ungkapnya ketika ditanya tips sukses dalam berbisnis online. Karya-karya Ninik dapat ditemukan di fanpagenya Rumah Craft.

Andapun Bisa Seperti Mereka!

Tertarik untuk menjadi mompreneur juga? Mungkin beberapa langkah dan tips berikut dapat membantu bunda-bunda semua..

Inilah beberapa langkah untuk memulai bisnis online :

1. Izin dan Ridho Suami. Yup! Ini yang terpenting bunda.. Mintalah izinnya, karena suami adalah pemimpin dalam rumah tangga. Bisa jadi suami hanya menginginkan bunda menjadi ratu di rumah dan fokus menjadi pendidik dan teladan bagi buah hati di rumah. Menjadi mompreneur pun bisa jadi tak lepas dari bantuan suami, karena mau tak mau di beberapa waktu mompreneur harus keluar rumah juga untuk membeli dan mengirim barang. Jadi, jangan lupa izin suami dulu ya bunda..

2. Punya alatnya & media sosial. Anda sudah punya smartphone? Kalau begitu sudah cukup sebagai alat untuk menjual produk anda. Namun yang terpenting ada pulsa untuk internet dan charger jika smartphone akan habis batrai. Kemudian buatlah media sosial, bisa facebook, instagram, dan semisalnya. Jalinlah pertemanan dan hubungan yang baik dengan teman-teman.

3. Tentukan apa yang akan dijual. Kemudian, tentukan apa yang ingin dijual. Bisa sesuatu yang sesuai passion/minat kita. Seperti misalnya jika anda suka merajut, maka cobalah untuk menjual rajutan anda di sosial media. Karena jika kita melakukan sesuatu sesuai passion, biasanya dikerjakan dengan lebih semangat dan dengan senang hati. Bisa juga dengan survei apa kebutuhan masyarakat sekarang. Jadi lakukanlah survei, apa yang dibutuhkan masyarakat dan sediakanlah solusinya. Nah, jika passion kita pas dengan kebutuhan masyarakat, itu lebih sip lagi! Bekerja dengan hati senang dan peluang besar untuk laku lebih banyak. Bisa juga dengan bekerjasama dengan orang lain dengan menjualkan barang orang lain. Namun hati-hati ya bunda, karena sekarang banyak penipuan. Buatlah perjanjian yang jelas di awal.

4. Buat nama tokomu atau merek produkmu! Pemilihan nama bisa berdasarkan apa saja. Bisa dengan nama sendiri, nama anak, nama bunga, nama yang memiliki arti yang bagus,  dan lain-lain.

5. Belajar teknik marketing. Pelajarilah Teknik mareketing atau jual beli secara online. Bisa dicari yang gratis dulu, dengan mencari artikel-artikel di google bagaimana cara memulai bisnis online, atau mengikuti grup-grup belajar bisnis online di whatsapp, membaca buku yang membahas tentang bisnis online. Tak perlu banyak keluar rumah juga untuk belajar kan? Atau jika ingin belajar bersama suami di luar bisa mengikuti seminar tentang bisnis online. Belajar ini bertujuan agar bunda tahu bagaimana cara menjual produk, bagaimana agar cepat laku, bagaimana agar orang tertarik dengan apa yang kita jual, dan meminimalisir kerugian akibat kurangnya ilmu. Cara mempromosikan produk juga ada caranya lo! Bedanya dengan di dunia nyata, kalau di dunia nyata kita harus lihai berbicara dan meyakinkan pembeli. Kalau di dunia maya, bicaranya dengan tulisan, harus mahir menulis dan mengatur kata-kata. Pelajari juga tips-tips agar sukses berbisnis online. Berikut ini beberapa tips agar sukses berbisnis online :

- bangun kepercayaan calon pembeli. Ketika pertama kali pembeli mengunjungi profil kita, mereka akan meneliti apakah kita benar-benar penjual atau penipu. Agar orang percaya bahwa kita bukan penipu, bisa dengan menyertakan website resmi kita berisi produk yang dijual, nomor telpon, alamat, dan masukan juga foto-foto testimoni pembeli sebelumnya.

- Foto yang menarik. Foto juga berpengaruh untuk memikat hati pembeli. Kalau ada waktu, pelajarilah teknik foto produk. Bagaimana cara mengambil sudut yang bagus, cara mengedit pencahayaan, bukan diedit untuk penipuan yaa.. Tak perlu ke studio foto kok untuk menghasilkan foto yang bagus. Dengan murah meriah di rumah, produkmu bisa terlihat mewah. Caranya? Tentu dengan belajar :) Bukan berarti menipu yang hitam jadi putih ya hihi.. Belajarlah teknik foto sederhana namun hasilnya cantik. Kalau dengan foto hasil karya kita sendiri, orang lebih percaya bahwa kita bukan penipu. Kalau menggunakan foto orang lain, apalagi fotonya pecah/buram, keraguan bisa muncul dari calon pembeli.

- Belajarlah teknik menulis yang memikat hati. Aku pernah membaca status seorang teman tentang covert selling. Ternyata itu teknik penjualan, bagaimana kita menjual tetapi terlihat seperti bukan menjual. Bisa dengan bercerita misalnya "Waah hari ini sudah 20 orang yang membeli". Dari kalimatnya, kita tidak menjual. Tetapi orang penasaran mengapa sampai selaku itu? Pada akhirnya merekalah yang terjerat oleh kata-kata kita dan kemungkinan akan dibeli jadi meningkat!

- Respon yang cepat dan ramah. Kalau ada waktu, segeralah membalas pertanyaan pembeli dengan sapaan yang ramah. Pembeli akan merasa nyaman dengan penjual yang ramah. Siapa sih yang nggak suka orang yang ramah.. Iya kan?


6. Manajemen waktu dan Disiplin. Ini nih yang tak kalah penting. Mengatur waktu. Ya, kita tak boleh lupa kewajiban utama kita sebagai ibu rumah tangga. Jadi jangan sampai karena sibuk berjualan, pekerjaan rumah jadi berantakan. Aturlah jadwal dan disiplin. Memang tak mudah. Namun bisa diusahakan. Jangan menunda-nunda pekerjaan.

7. Doa & dukungan suami. Ya, jangan meremehkan do'a. Dukungan suamipun sangat penting, karena bisa menjadi penyemangat dikala kita down.

8. Promosikan! Yup! Cobalah mempromosikannya di media sosial bunda sambil terus belajar cara berbisnis online.

9. Bersabar. Sabar sangat dibutuhkan. Tak ada pilihan tanpa resiko. Berbisnis onlinepun memiliki resiko juga. Untuk itu, stok kesabaran perlu difull kan. Bisa jadi kita akan menemui pembeli yang tidak jadi membeli, bertemu pembeli yang kasar, gagal dalam penjualan, dan berbagai rintangan lainnya. Pelajari juga resiko-resiko yang dapat ditemui saat berbisnis online atau dari kisah mompreneur lain agar dapat menghindarinya.

10. Bersyukur. Ya, syukurilah apa yang telah didapat. Lihatlah orang-orang dibawah kita. Karena dengan itu hati akan tenang dan siap menjemput rezeki dengan hati senang.

Jadi, sudah siap menjadi mompreneur berikutnya bunda? Ayo segera dimulai! Semangat yaaa bundaa..

(Family Time) Toko Khandaq dan Toko Buku Jarir


Tanggal 31 maret 2017 lalu, family time. Jazahullahu khairan untuk abinya Hanin. Family time sih tiap hari.. Di rumah juga family time kan namanya hehe.. Tapi family time kali ini menyenangkan. Karena kami pergi ke.....

Toko benaang 😍😍hihihiii.. *maklum perajut

Kami pergi ke toko Khandaq. *Sebenarnya aku sudah pernah menulis tentang toko ini sebelumnya. Tapi karena benang-benangnya sangat memikat hati jadi foto-foto lagi dan melengkapi foto yang belum ada di postingan yang dulu. Sekalian mengabadikan kenangan.

Toko Khandaq ini bukan toko benang saja. Di lantai pertama di jual berbagai macam alat tulis, alat melukis, clay, buku, mainan anak-anak, bunga hias, segala macam deh semua untuk kerajinan tangan kayaknya lengkap semua masyaAllah. Kami membeli kertas tebal *apa ya namanya. Rencananya untuk menghias dinding rumah. Semoga saja terlaksana. InsyaAllah kalau sudah jadi, akan ku tulis juga di sini. Lalu membeli buku tulis dan balon tiup untuk Hanin. 

Ini foto-foto di lantai pertama..
aneka lem dan clay. Dan itu tangga ke lantai 2

buku tulis
sepertinya kertas kado dan kotak hadiah
aneka bentuk styrofoam

tebelnyaa benangnya
Lalu naik ke lantai 2.. Surganya Benang 😍😍😍😍😍😍 Benangnya seger-segeeeerr masyaAllah kayaknya banyak yang baru datang. Nggak bisa sebentar kalau ke sana dan nggak bisa bawa uang dikit wkwkwk soalnya bisa laper mata di sana. Bingung mau beli benang yang mana karena bagus-bagus semua *haganya juga bagus hehehe.. Saking bingungnya sampai tokonya mau ditutup masih bingung mau beli yang mana. Namun apa daya, karena adzan isya akan dikumandangkan, toko harus segera tutup. Akhirnya kami segera membayar apa yang sudah ada di keranjang. 

Alhamdulillah punya benang baru 😍 Semoga saja semuanya habis terajut supaya ada alasan ke toko lagi nggak mubadzir. 

benang-benangnya tebel masyaAllah
banyak yaa masyaAllah
kain-kaiinn *mata ijo
Ada buku rajut bahasa arab!
Adzan Isya. Kami menyebrang jalan. Di sebrang toko Khandaq ada masjid Qiblatain. Alhamdulillah ada jembatan penyebrangan jadi aman, walau naik tangga lumayan tinggi. Tapi dari atas jembatan itu bisa melihat indahnya pemandangan kota Madinah di malam hari.
Jembatan penyebrangannya

Pemandangan dari atas jembatan
masjid Qiblatain
Di samping masjid ada taman kota. Hanin asyik sekali main di sana. Sudah berani naik ayunan dan prosotan. Ternyata ada kuda juga di sana. Sepertinya bayar kalau mau naik kuda. Juga banyak penjual-penjual makanan. Rame juga tamannya mungkin karena hari libur. 

Setelah puas bermain di taman, kami ke toko buku bernama Jarir. Di depan taman itu juga. Toko Jarir ini besar, mungkin seperti Gramedianya Indonesia lah. Dan isinya.... Mahal-mahal semua hehehee... Jadilah kami melihat-lihat saja dan berakhir di kasir dengan belanjaan seharga 6 real saja : 

Balon tiup lagi untuk Hanin hihihi.. 

Gimana lagi.. Buku tulis saja mahal sekali.. Lebih murah yang di Khandaq tadi hehee.. 

Daan inilah hasil belanjanya,,

*ketinggalan kertas tebel sama balon hanin nggak difoto hehehe
Ceritanya nyoba foto pakai kamera lagi setelah sekian lama kamera tak terpakai. Biasanya foto pakai hp aja. Ternyata memang beda hasilnya.

Jatuh cinta sama benang merk Alize, dari Turki. Memang bagus sekali. Tapi harganya juga bagus hehee,, Kalau nggak salah harganya 15 real 1 gulung. Sedangkan benang pink yang paling besar sendiri itu 12 real. Ya mungkin memang sesuai lah dengan kualitas. Tapi benang Alize bisa lebih mahal lagi di Indonesia. Hmmm,, Apa harus borong benang ya sebelum pulang hihihi,,

Alhamdulillah.. 😊




(Masak Bareng) Lontong Isi, Mie Ayam, dan Kunafah

Mie ayam. take by Kak Lida
Masak-masak lagii.. setelah sebelumnya buat macaroni schotel, brownies, dan pastel di rumah kak Lida, beberapa hari lalu (Kamis, 30 Maret 2017) kami masak lontong isi, mie ayam, dan kunafah. Kali ini masak di rumahku. Yang ikut masak-masak sama seperti masak-masak sebelumnya, tapi Aisyah nggak bisa hadir, sedangkan kak Humairo yang sebelumnya nggak bisa hadir kini ikut masak. Jadi berlima lagi masaknya.

Rencana mau buat lontong isi karena 2 bumils, Anggi dan Fadhilah suka sekali dengan lonton isi. Sempat ada kesalahpahaman diantara kita, Aisyah kirain lontong isi itu seperti yang pernah dia buat :

Lontong isi by Nur Aisyah

Ternyata lontong isi versi Anggi dan Fadhilah itu ini :

credit : tastemade

Dan Aisyah bilang itu arem-arem namanya hihihi... Aku juga taunya arem-arem 😄 Malah nggak tau lontong isi. Sepertinya itu memang lontong isi versi orang Jakarta. Karena arem-arem yang pernah ku makan isinya cuma daging ayam. Dan masalah selanjutnya : nggak ada daun pisang!

Akupun memberi saran untuk pakai kol saja. Sepertinya aku pernah lihat ada yang buat pepes ikan pakai kol. Akhirnya sepakat deh coba pakai kol.

Kami membuat lontong isi dengan resep dari tastemade
Isi lontong isi

Rasa isi lontongnya, hmm lumayan laah.. Untuk si hobi makan sepertiku ya enak-enak saja hehee.. Tinggal nasinya nih yang belum jadi-jadi. Nasinya pertama direbus dengan air, santan, serai, dan garam. Tapi hasilnya sepertinya masih kurang lembek.. Apa karena kami pakai beras basmati dari India sana ya hehe.. Karena bakal dikukus juga, kamipun berpikir tak apalah nanti juga bakal jadi lontong 😄

Kata Anggi ditengah-tengah perjuangan kami buat lontong isi : "ujung-ujungnya nanti juga (isinya) dimakan pakai nasi" 😅😅😅 

Tinggal kolnya nih.. Kolnya masih keras. Kak Humairo bilang coba di panaskan di atas api agar lemas. Tapi tetap kurang lemas juga. Akhirnya kami rebus dulu dan berhasil. Setelah di rebus, nyoba menyusun nasi dan isiannya, digulung,,,,, ternyata susaaah banget. Kolnya ada yang robek, ada yang kecil, bagian tengah kolnya terlalu tebal, macem-macem deh.. Akupun memberi saran untuk diikat dengan benang saja hahaha.. Tapi akhirnya teman-temanku mencoba ditusuk pakai tusuk gigi saja seperti membuat lontong asli. Ckckck butuh ketelatenan melipat kol di sini 😄 Yang khusyuk lipat gulung dengan telaten kak Humairo dan Fadhilah. Aku cuma bantu dikit aja hihihi.. dan inilah hasilnya.. 
Siap dikukuuss

Tinggal kukus deh.. Di resep tastemade ditulis direbus 1-2 jam. Tapi dividionya dikukus 😅 Ya kita ikut vidionya aja.. Tapi untuk 1-2 jamnya..... *mikir gas wkwkwkwk.. Entah berapa lama kami mengukusnya karena kami meninggalkannya sambil menikmati mie ayam yang sukses hehehe.. Setelah kupikir cukup lama kami mengukusnya, ku matikan api. Dan tak lama kemudian teman-temanku akan dijemput untuk pulang. Akhirnya langsung ambil lontong isinya dan karena penasaran kami buka dulu sebelum teman-teman pulang dan hasilnyaaaa..
Lontong Isi gagal

Tetap samaaa hahaha.. Nasinya nggak jadi lontong hehe.. Ternyata gagal pakai kol.. Bener deh kata Anggi, ujung-ujungnya makan pakai nasi hihihi.. Karena sisa nasi dan isi lontongnya juga masih banyak karena kolnya terbatas. Ada yang pernah nyoba buat selain pakai daun pisang nggak teman? Hmm tapi entahlah, masih adakah keinginan untuk buat ini lagi setelah kegagalan yang terjadi hehe..

Mie ayam. taken by Kak Lida
Masakan yang kedua, buat mie ayam. Jadi pas lagi nunggu nasi untuk lontong isi jadi, kami buat mie ayam. Resepnya dari kak Lida *belum minta lagi. Alhamdulillah hasilnya memuaskan walau nggak selezat yang dijual. 

Akhirnya malam itu perut kami terisi dengan mie ayam. Kunafah yang masih dioven pun sedang antri untuk disantap hihihi..

Lalu yang ketiga, buat kunafah. Alhamdulillah lumayanlah jadinya walau krim di dalamnya kurang kental. Sepertinya kurang maizena. Juga nggak disiram air gula karena kata dokter, bayinya Anggi berat jadi takut kebesaran pas mau lahir. Oh iya, resep kunafahnya pernah kutulis di sini yaa..
Kunafah

Begitulah cerita ibu-ibu muda belajar masak hihihi... Semangat belajar yaa ibu-ibu muda.. Semoga usaha kita memasakkan masakan untuk keluarga tercinta Allah balas dengan pahala aamiin..

Hobi yang Paling Awet Hingga Kini



Tak kusangka merajut menjadi hobi yang paling kusuka. Dari sekian banyak hal yang pernah kulakukan dulu : melukis, merajut, jahit, fotografi, crafting, blogging, dan lain-lainnya, yang paling awet sampai saat ini cuma merajut dan.. makan *ups. Sepertinya harus maksa nambah hobi 1 lagi : m-a-s-a-k, biar tambah disayang suami hehehe...

Kelihatannya merajut sudah tidak asing lagi yaa. Rajutan kini banyak diminati kalangan muda. Semoga saja tak lagi identik dengan hobi oma-oma.

Dulu ketika Ibuku tercinta merajut ikat rambut untuk kami, anak-anaknya, akupun tertarik merajut juga. Seingatku, ibuku sering merajut ikat rambut. Bukan untuk dijual. Yah, maklumlah, kasusnya seperti halnya kaus kaki yang sering hilang sebelah, ikat rambut termasuk barang yang sering hilang dirumah. Akhirnya membuat ikat rambut menjadi aktivitas yang lumayan sering dilakukan. Akupun mulai minta diajarin juga. Dari membuat ikat rambut itu, akhirnya bisa 3 macam tusukan : rantai, single crochet, dan double crochet. Namun rasa penasaran dengan teknik lain bermunculan. Akupun belajar sendiri dari buku dan youtube, hingga kini alhamdulillah bisa membuat sesuatu yang lebih dari ikat rambut dan membuat blog 'Go-Crochet' berisi karya rajut bersama temanku. 

Merajut itu menyenangkan. Kalau sudah menjadi suatu barang, di hati senang rasanya. Jika menjadi hadiah, membahagiakan pembuat dan penerimanya. Terkadang, sebuah rajutan mengingatkan momen-momen kehidupan. Karena untuk proyek yang besar, sering memerlukan waktu berhari-hari lamanya. Aku pernah ngerajut tas untuk Karimah, teman masa menengah atas. Saat merajut tas itu, ada hari di mana aku bertemu dengan suamiku untuk pertama kalinya dan di hari itu pula, hari di mana jarum rajut nomor 5 kesayanganku hilang. Jadi, untuk temanku, Karimah, ketahuilah, tas itu menjadi saksi bisu momen penting dalam hidupku. Jadi, mahal sekali harganya hihihi..


Rajutan itu istimewa. Ada waktu yang dikorbankan, belum lagi jika ada yang salah, harus rela membongkar simpul-simpul yang terlanjur dikaitkan. Ada seni yang tersirat, yang membuatnya limited untuk dibuat. Rajutan itu spesial, spesial dibuat hanya untuk kamu seorang. Dan perjalanan untuk bisa merajut itu tak sebentar, butuh minat yang kuat, ketekunan, dan kesabaran.

Jadi, untuk teman-teman yang bertanya-tanya, mengapa sih rajutan itu mahal? Jawabannya sudah diuraikan diatas. Kalau mau murah, bisa kok buat sendiri di rumah :)
crochet & knitting

Yang pengen belajar ngerajut juga, ayo segera coba. Alat dan bahan yang dibutuhkan hanya jarum rajut, benang, dan jari-jemarimu. Oh iya, teknik rajut yang kutekuni itu crochet, bukan knit. Kalau knit aku masih meraba-raba buatnya hehe.. Bedanya crochet dan knit, crochet menggunakan 1 jarum bernama hakken/hakpen sedangkan knit menggunakan 2 jarum atau lebih yang bernama breien. Kalau benangnya kurang lebih aja.. Buku-buku rajut banyak sekali dijual di toko buku. Di youtube pun banyak yang memberikan tutorial merajut secara cuma-cuma. Merajut itu enak bisa dilakukan dimana saja, karena tak terlalu banyak alat dan bahan yang dibutuhkan. Hobi ini juga menguntungkan karena bisa dijual. 

Jadi, tunggu apa lagi.. Ayo dicoba dan selamat mencoba ^^

Teknologi aja Maju, Kalau Kamu?

sumber : rayapos.com
Maju. Kata ini sering mengiasi kata teknologi. Ya, semakin detik berjalan bersama bergantinya siang dan malam, semakin hari teknologi semakin dipercanggih oleh para ahli. Apakah anda merasakan majunya teknologi saat ini?

Ingatkah dulu?

Ketika tangan, pulpen, dan kertas beradu, jadilah sebuah surat untuk yang dirindu. Namun untuk memberikannya pun, harus menempuh jarak ke kantor pos dulu.
Kini, jempol dan handphone pintar yang beradu. 'Miss you', tak sampai 1 paragraf, dalam hitungan detik kalimat itu sudah bisa sampai pada yang dirindu. 

Ketika harus berjalan jauh, meninggalkan sanak keluarga demi menimba ilmu. 
Kini tinggal duduk dan website-website  ilmu berhambur, tinggal pilih mana yang ingin dituju.

Ketika ingin tahu kabar, baca koran dulu.. Kini segala informasi lewat di beranda tanpa disuruh.

Ketika ingin ngenet, perlu komputer jadi harus ke warnet. Kini handphone pun sudah cukup, bisa ngenet sambil makan roti goreng kornet.

Terasa banget ya, perubahannya? Terasa sekali betapa teknologi di Indonesia berkembang. Teknologi membuat semua pekerjaan semakin cepat, mempersingkat waktu, dan memudahkan pekerjaan. Membuat jarak dan waktu tak lagi masalah, ucapan rindupun cepat tersampaikan saat itu juga. Bahkan tukang becakpun kini menggenggam telepon genggam. Semakin berkembangnya teknologi, terlebih di negara kita, Indonesia, adalah hal yang patut disyukuri. 

Namun, apakah diri kita ini ikut maju bersama dengan majunya teknologi?

Nyuci baju di mesin cuci, ke pasar naik mobil. Dibanding orang dahulu nyuci dengan kedua tangannya, kepasar dengan berjalan. Seharusnya lebih banyak pekerjaan yang bisa kita lakukan hari ini dari pada kakek nenek kita, bukan? 

Ilmu sangat banyak bertebaran. Bahkan buku elektronik banyak dan ada yang cuma-cuma. Sekolahpun kini dapat dari rumah tanpa tatap muka. Dibanding ilmuan dan ulama zaman dahulu kala, mereka belajar dengan susah payah dengan berbagai keterbatasan, menempuh berkilo-kilo jarak, namun buku dan karya mereka sangat banyak. Seharusnya dengan ilmu yang semakin mudah didapat, kita semakin bersemangat belajar dan semakin banyak ilmuwan di Indonesia, bukan?

Mengerjakan pekerjaan rumah bagi seorang ibu sudah mudah. Ayo, selesaikan semua dan buat kue kesukaan keluarga! 

Cari ilmu sudah murah. Ayo, segera pelajari, hapalkan, amalkan, dan ajarkan!

Menyapa keluarga yang jauh tak perlu lagi berkirim surat. Ayo, bangun lagi keakraban dengan sanak saudara!

Memperluas pengetahuan tak perlu jauh jalan ke perpustakaan. Ayo, lebih semangat membaca dan perluas wawasan!

Pernahkah terpikir, ada apa sebenarnya? Setelah teknologi yang mempercepat pekerjaan kita, apa masih terasa 24 jam sehari itu kurang?

sumber : readersdigest.ca
Apa ada yang menyita waktu kita? Hmm apa ya.. Oh, mungkinkan salah satu teknologi canggih yang sering ada digenggaman memperbudak kita? 

Sobat, Cukup sudah menunduk tenggelam dan terpaku menatap layar itu.
Cukup sudah jam demi jam berlalu tanpa menghasilkan sesuatu.
Sudah saatnya untuk kita bangkit.
Sudah cukup rakyat Indonesia menjadi penonton gambar orang hilir mudik.
Saatnya jadi pemain!
Gunakan teknologi di depanmu ini.
Hasilkan manfaat setiap hari.
Mulai dari yang sedikit.
Membaca. Ponsel pintarmu juga bisa menjadi jendela dunia kini.
Menulis. Tebar manfaat yang didapat dan latih kemampuan diri.
Berkarya. Berikan inspirasi untuk orang lain dan belajarlah dari orang yang lebih ahli.

Menggunakan teknologi secukupnya, namun maksimal.

Mari, Sobat, kita gunakan teknologi dengan bijak. Menggunakannya dengan semaksimal mungkin untuk kemajuan kita. Bukankah seharusnya lebih banyak karya yang bisa dihasilkan anak bangsa? Ayo! Sama-sama kita rubah cara kita menggunakan teknologi. Jangan mau menjadi budak teknologi. Jangan kalah dengan majunya teknologi. Seharusnya kita juga maju dengan teknologi yang ada! 

Teknologi diciptakan untuk membantu dan mempersingkat waktu pekerjaan, bukan menyita waktu kita. 

Mari maju dengan majunya teknologi! Ayo kita majukan bangsa!


***


Update (31 Maret 2017)

Artikel di atas ku tulis untuk mengikuti lomba blog yang diadakan oleh DUMET School. Dan tanggal 29 Maret kemarin sudah keluar pengumumannya daan hasilnyaa.. belum menang hehehe.. harus lebih semangat belajar nulis lagi nih. Tulisan para pemenang memang bagus" masyaAllah. Tulisanku nggak ada apa-apanya.. Sebenarnya nulis artikel ini bagai menyindir diri sendiri hehehe.. Jadi berat juga mau dipublish karena diri inipun belum baik menggunakan teknologi. Tapi tak apalah, jadi pengingat untuk diri supaya berubah. Sudah nulis kayak gini masa nggak berubah. Semangat semangat!! Harus maju jugaaa nggak boleh tambah nunduk!!