Pameran Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam


Telat mau posting.. Pengennya langsung ditulis dan selesai setelah pulang dari pameran ini biar inget hehe.. tapi ternyata asa tak sampai...

Hari Jum'at, Tanggal 3 Februari 2017, Abinya Hanin mengajakku ke Masjid Nabawi karena mau hadir di dauroh seorang Syaikh yang cuma diadakan setahun sekali. Awalnya ragu juga, karena hari itu kota Madinah dingiiin banget. Pergi keluar itu bagai memasuki ruang berAC. Setelah bingung dan bimbang, akhirnya sore itu tetap keinginanku untuk pergi tak hengkang dari hati. 

Sebelum sampai di masjid Nabawi, abinya Hanin beli Tha'amiyah dulu dan teh panas. Teh panas dengan kepulan asapnya itu kubawa dengan senang hati dengan tangan telanjang tanpa kaus tangan. Teh itu menghangatkan tanganku menuju masjid Nabawi di dinginnya sore itu.

Sampai ke masjid, akhirnya teh panas pun menyerah dengan dinginnya udara luar. hihihi.. Cepat sekali.. Akhirnya kami makan Tha'amiyah dulu dan minum teh sembari menunggu adzan magrib berkumandang. 

Adzan Maghrib, kami berpisah. Abinya hanin menuju tempat shalat laki dan aku menuju tempat shalat perrmpuan. Setelah shalat, aku 
Ingin ke kamar mandi. Sebenarnya malas sekali ke sana karena pengalaman ke kamar mandi, antriannya lumayan panjang  juga ditambah bingung mau tinggal kereta bayi Hanin di mana. 

Namun rasa ingin kencing membulatkan tekad untuk menuju kamar mandi. Kereta Hanin ku letakkan di depan pintu umum menuju kamar mandi. Jadi kamar mandinya di bawah tanah. Ada dua pintu, turun dengan tangga menuju tingkatan pertama, pintu kedua dengan eskalator menuju tingkat kedua. Aku turun dengan eskalator. Awalnya hanin kugendong karena sepertinya takut dengan tangga berjalan itu. Namun akhirnya ku ajak dia menginjakkan kakinya di eskalator. Eh kesenengan akhirnya hehee..

Ternyata masih ada eskalator ke bawah lagi! Menuju tingkat ke 4. MasyaAllah baru tau ternyata kamar mandinya 4 lantai di bawah tanah. Di lantai 4 ternyata sepi Alhamdulillah.. langsung dapat tempat tanpa antri. Tempat wudhu juga ada di bawah sana. Tempat wudhunya ada kursinya, jadi enak wudhu sambil duduk dan bebas mau lepas jilbab dan abaya karena daerah khusus perempuan. 

Setelah wudhu, aku dan Hanin naik lagi ke atas dengan eskalator. Ckckck ada yang kesenengan naik eskalator hahaha.. sudah sampai lantai atas, Hanin mau turun lagi naik eskalator -,- karena tak ada kerjaan dan agar si kecil bahagia, akhirnya kami naik turun eskalator entah berapa kali hahaha.. Semoga saja tak ada yang memperhatikan hehe.. 

Oh iya, Alhamdulillah kereta hanin selamat nggak ada yang ambil.. Tetap saja harus berhati-hati ya teman karena walau di masjid Nabawi, pencuri ada saja.. Sepatu temanku pernah hilang padahal dibungkus di tas dan ditaruh rak sepatu. Pas mau pulang, Tasnya masih ada, namun sayang sepatu yang baru dibeli itu hilang.

Solat Isya, Hanin tertidur. Mungkin udara dingin ditambah suara imam yang merdu membuat matanya tak kuasa terpejam. Setelah selesai solat, aku jalan-jalan liat jualan di pinggir masjid  Nabawi. Setelah melihat-lihat tanpa ada yang terbeli, kepikir mau ke pameran Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam yang ternyata buka karena sudah lama pameran ini ditutup. Mungkin tambah bagus dari yang sebelumnya. Langsung deh ke sana sebelum pamerannya tutup.

Ini diaa foto-foto di pameran..


Ini gedung Pamerannya dari depan

pintu masuknya

Silsilah Nabi Muhammad Shallallahu álaihi wa Sallam sampai ke Nabi Ibrahim Álahissalam

Ini apa ya.. hiks aku nggak baca sepertinya.

Kalau nggak salah, ini rute perjalanan hijrah Rasulullah Shallallahu Álaihi wa Sallam

miniatur masjid Rasulullah Shallallahu Álaihi wa Sallam

rumah Áisyah Radhiyallahu Ánha dan Saudah Radhiyallahu Ánha di samping masjid Nabi

Aktivitas Rasulullah Shallallahu Álaihi wa Sallam di pagi hari

Aktivitas Rasulullah Shallallahu Álaihi wa Sallam di pagi hari



Aktivitas Rasulullah Shallallahu Álaihi wa Sallam di pagi hari

Aktivitas Rasulullah Shallallahu Álaihi wa Sallam dari dzuhur hingga setelah Maghrib


Aktivitas Rasulullah Shallallahu Álaihi wa Sallam di malam hari


miniatur masjid Rasulullah Shallallahu Álaihi wa Sallam juga.

ini apa ya,, hehehe,, penjelasannya pakai bahasa arab..


Daftar peperangan yang diikuti Rasulullah Shallallahu Álaihi wa Sallam

ini dia daftarnya,, ternyata nggak kefoto yang nomor 1 & 2
perang badr


Ini belum semua teman-teman.. Pokoknya kalau umroh harus ke sini yaa. InsyaAllah banyak sekali pelajaran yang akan didapat (kecuali cuma liat-liat dan nggak dibaca ilmunya hehe) m. 

Keluar dari pameran, Hanin bangun dari tidurnya.. telat naak hihihi.. 

Pameranpun tutup. Sepertinya jam 9 malam. Aku dan si kecil Hanin jalan-jalan lagi melihat dagangan di sekitar masjid Nabawi.

Setelah lama jalan bersama Hanin dan dinginnya malam, kami menghangatkan diri dengan masuk ke Mall dekat masjid Nabawi dan mengisi perut dengan Tha'amiyah. Tak lama kemudian, handphoneku berdering, oh! Abinya Hanin sudah selesai dauroh. Akhirnya akupun berjalan ke satu tempat yang telah disepakati bersama abinya Hanin daan,, Pulang deh..

Kalau umroh, jangan lupa ke pameran ini yaaa.. Posisinya di samping masjid Nabawi, terlihat besar kok tulisannya.. seperi di foto pertama tadi. Di samping pameran ini juga ada pameran Asmaul Husna. Kalau di depan masjid, ada pameran al-Qur'an. Lengkap kaan? Jangan lupa ke sana yaa.. Gratis kok 😉

Buku ~ Orang Tua Cermat Anak Sehat


Menjadi ibu baru, kepalaku masih belum banyak terisi ilmu-ilmu cara merawat anak, mendidik anak.. Apalagi tentang penyakit-penyakit anak. Ternyata menjadi ibu itu.. sesuatu kalau bahasa orang-orang hehee

Ya intinya nggak gampang juga. Semua butuh ilmu. Sepertinya kalau perlu diadakan sekolah persiapan untuk jadi istri dan ibu yang baik dan sholehah sebelum menikah..

Saat akan pergi meninggalkan rumah masa remaja menuju seatap berdua dengan suami, salah satu tanteku memberikanku hadiah buku ini. Saat itu aku masih hamil sekitar 3 bulan. 


Nggak nyangka ternyata buku ini bermanfaat sekali untukku setelah Hanin lahir dan bermanfaat juga bagi orang-orang sekitarku. Tampilan bukunya pun tidak membosankan bagai ensiklopedia. Setiap BAB, dijelaskan dahulu tentang penyakit tersebut, lalu di kelompokkan seperti, 'kapan harus membawa anak ke rumah sakit?' Lalu 'lakukan ini di rumah', juga yang tak kalah menarik adalah 'mitos vs fakta'.  Obat-obatan juga dibahas dibuku ini, perlukah memakai obat-obat yang banyak beredar. Pokoknya bagus, menarik, dan cocok untukku yang susah dan cepet bosen baca buku heheee.. Mata langsung bisa menemukan bagian-bagian yang dibutuhkan. Jadi kalau nggak sempet baca semua dan segera butuh masukan apakah harus ke rumah sakit sekarang, langsung otw ke kolom "kapan harus ke rumah sakit?". Juga tau apa yang harus dilakukan di rumah jika anak belum perlu dibawa ke rumah sakit. Kalau boleh dibilang, buku ini lengkap deh untuk new mom.

Jadi ku pikir buku ini cocok sekali sebagai hadiah untuk ibu yang baru melahirkan. Apalagi ibu baru yang baru memasuki dunia per-ibu-an.

Jadi.. Menurutku buku ini recomended banget-nget

Oh iya yang butuh info buku ini:
Judul : Orang Tua Cermat Anak Sehat
Penulis : dr. Arifianto
Penerbit : Gagas Media
Jumlah halaman :
Harga : hihihi tergantung tokonya mungkin yaa.. Aku tak menjualnya hehe..


Ini sampul belakangnya. 

Yang mau intip dikit isinya..


Penulis buku, dokter Apin, juga aktif di facebook dengan nama Arifianto Apin. Beliau juga menulis tentang kesehatan di sana. Baca di facebooknya, buku ini bisa dipesan dengan mengirim pesan ke nomor 08161134311.

Semoga bermanfaat ^^



Masak bareng, Macaroni Schotel, Brownies, dan Pastel

Hari Selasa, 7 maret 2017 lalu, Aku belajar masak bareng dengan teman-teman. Berawal dari cerita temanku di sekolah, Anggi yang sering main ke rumah kak Lida dan masak bareng, akupun pengen juga hehe.. Akhirnya kak Lida mengundangku juga ke rumahnya sore hari.

Alhamdulillah diizinkan Abinya Hanin pergi. (Jazakumullahu khairan ya Aba Hanin 💐)

Sekitar jam setengah 6 sore berangkat, janjian dengan Anggi di masjid Assalam karena belum tau rumahnya. Alhamdulillah ternyata rumahnya dekat juga dan bisa dijangkau dengan melangkahkan kaki saja. Syukran Anggi,,

Belajar masak kali ini, kami berlima dan rumah kita berdekatan semua. Aku, kak Lida, Aisyah, Fadhilah, dan Anggi. Kurang 1 sebenarnya, kak Humairo, tetanggaku. Anaknya sakit jadi nggak bisa ikut kali ini. 

Setelah sampai di rumah kak Lida dan tetangganya, Fadhilah, dan berbagai jamuannya, kami mulai membuat macaroni schotel dan brownies. Aku dan Anggi buat macaroni schotel. (Tapi aku cuma ngiris bawang sama icip rasa aja ya kayaknya hehehe.). Sedang kak Lida, Aisyah, dan Fadhilah buat brownies dan bantu buat macaroni juga. Haninpun tak ketinggalan, mengamati kami experimen di dapur hihihi..

Daan inilah hasilnya....



Macaroni schotelnya pakai resep dari masak.tv

Macaroni Schotel
Sumber : Masak.Tv

Bahan :
2 sdm bawang bombay cincang 
1 sdt merica bubuk 
3 butir telur ayam, kocok 
150 gr keju cheddar 
75 gr daging asap, potong dadu 
200 ml susu cair 
4 sdm margarin 
Garam secukupnya 
150 gr macaroni 
1 liter air 

cara pembuatan: 
1. rebus macaroni di dalam air yang diberi margarin. 
2. potong dadu bombay, tumis dengan daging asap 
3. parut keju. bagi dua keju parut. 
4. dalam bowl, masukkan susu dengan telur, kocok lepas. masukkan tumisan bombay dan ham. dan campur dengan macaroni. bumbui. 
5. lapisi loyang dengan margarin, tuangkan adonan, taburi dengan keju parut, dan oven dengan suhu 180 derajat celcius selama 30 menit. 


Rasanya? Enaaak bangeeet 👍👍👍👍👍 Tapi aku curiga enak "banget" ini karena Anggi suka keju jadi dibanyakin kejunya hehe..

Kecurigaanku yang kedua : aku baru saja baca resepnya hehe, ternyata bawang bombaynya cuma 2 sdm. Tapi aku iris 2 biji karena dividionya ada 2 bawang bombay di meja *ups... Yang mana yang bener ya hehehe.. Aku nggak nonton dengan serius sih.. Yang nonton Anggi hehehe.. Mungkin karena pakai 2 biji bawang bombay jadi lebih mantap rasanya hihihi... kalau ternyata yang bener cuma pakai 2 sdm aja, maaf yaaa kak Lida bawang bombaynya dikorupsi hehehe..

Kalau brownies, belum tanya resepnya ke teman-teman. Tapi sepertinya ini brownies termahal yang pernah ku rasa. Di resep sepertinya pakai Dark Cooking Chocolate, seperti brownies pada umumnya. Tetapi, karena nggak ada yang punya DCC, akhirnya pakai nutella 1 gelas punya kak Lida, ditambah chocomaltinenya Fadhilah, dan sedikit coklat bubuk milikku. Rasanya? MasyaAllah masa nggak enaaak? 👍👍👍  

Ini dia penampakan browniesnya

Hmmm kapan ya makan brownies ini lagi hihihi.. 

Lalu, Fadhilah ingin belajar buat pastel. Karena aku pernah buat *tapi belum ahli sebenarnya, jadi kita positif *kayak hamil aja positif untuk buat pastel juga. Ini sih kak Humairo yang sering buat. Karena ahlinya tidak hadir, akhirnya kita cari resep-resep di cookpad. Sayangnya aku tak bisa lama-lama di rumah kak Lida karena harus pulang jam 9 malam dan Abinya Hanin akan sampai di rumah. Akupun meninggalkan teman-temanku dengan pastel yang belum jadi...

Ternyata, kata mereka gagal pastelnya hehehe.. gagalnya, pas digoreng, pastelnya kebuka. Maaf ya teman-teman, meninggalkan kalian berjuang sendiri buat pastel hehehe..

Jazakuhunnallahu Khairan untuk teman-temanku atas ilmunya dan semua-muanya...
Inilah cerita ibu-ibu muda yang lagi belajar cooking and baking hehehe.. Semoga secepatnya masakan dan kue-kue kita enak-enak ya hihihi.. Minimal bisa membahagiakan suami dan anak dengan masakan kita..

Semangat belajar 💪💪💪

Jalan-Jalan ke Taman

Di pagi yang cerah ini, Aku dan keluarga kecilku pergi ke taman dekat rumah, tepatnya di hay Anabis. Abinya Hanin mau membahagiakan Hanin (2thn 4bln) setelah lama nggak ke taman hihihi. Liat hp, hmm 14 derajat. Kayaknya dingin nih. Tapi itu tak melunturkan keinginan kami untuk ke taman. Mumpung liburaaan..

Setelah bersua dengan udara di luar, ternyata tak terlalu dingin. Dan semakin menghangat bersamaan dengan meningginya mentari. Entahlah, si Hanin kepanasan atau nggak, karena jaket sudah terlanjur membungkus tubuh mungilnya.

Ini dia pohon kurmanya,, Di bawahnya banyak pohon kurma yang masih kecil.
MasyaAllah, Hanin semangat sekalii.. Naik perosotan berkali-kali.. Sekarang sudah berani naik sendiri. Sampai kotor pakaiannya dengan butiran pasir. Digoda dengan diajak pulang, nggak mau. Hahaha masyaAllah.. Ternyata benar kata orang-orang, bahagia itu sederhana *cieee.. Melihat anak bahagia itu ternyata.. Membahagiakan.


Setelah lama bersama Hanin di perosotan, Abinya Hanin memanggilku. Ada pohon Kurma. Abinya Hanin menunjukkan ada pohon Kurma dan ternyata sedang berbunga. Baru kali ini lihat bunganya pohon kurma. Lalu ada pohon-pohon kecil yang menemani disekeliling pohon kurma. Ternyata itu pohon kurma juga dan akan diambil dan ditanam di tempat lain. 

Bunganya yang warna kuning

Dan perintah Abinya Hanin setelah itu: tulis di blog 😄Mungkin lihat blog istrinya yang kosong tanpa tulisan setelah sekian lama, jadi dibantu cari inspirasi hihihi.. Jazakumullahu khairan ya Aba Hanin.. 

Sepertinya sudah cukup lama di taman. Akhirnya kami pulang. Di perjalanan Abinya Hanin memebeli Tamiz (تميز) dan Adas (عدس), makanan yang sudah populer di Saudi. Tamiz itu roti, berbentuk bundar, gepeng, dan besar, lebih besar dari teflon di dapur anda hehe.. kalau Adas itu untuk cocolan rotinya, dari kacang Adas, bukan Adas bumbu dapur bahasa indonesia.. Apa ya nama indonya,, *googling dulu*. Ooooooh.. Ternyata kacang Lentil namanya. Kok nggak pernah nemu ya di Indonesia. Tapi kalau di Saudi, sudah jadi makanan untuk sarapan. Murah, enak, kenyang. Tamiznya 1 real, Adasnya juga 1 real. Ada juga cocolan lain dari kacang Ful Mudammas (فول مدمس). Kalau di Indonesia namanya kacang kara oncet (hasil baca di google juga). Hmmm aneh lagi ya namanya *atau aku yang ketinggalan berita?. Tapi ada teman yang bilang namanya kacang koro kalau di Indonesia. Yah pokoknya itu lah.. Yang jelas menyehatkan dan kaya protein. MasyaAllah yaaa sarapan orang-orang Saudi ini.

Tamiz dan Adas

Sampai rumah, aku dan Hanin makan Tamiz dan Adas. Abinya Hanin nggak ikut makan karena sudah kenyang. Beberapa lama kemudian, Abinya Hanin teler. Uminya Haninpun pengen tidur. Hanin pengen tidur juga. Maunya tidur di kereta bayi dan didorong keliling kamar hahaha Haniin Hanin katanya mau jadi kakak hihihi.. Akhirnya Hanin juga tertidur di keretanya dan Uminya pun bisa tidur dengan tenang...

Alhamdulillah ^^

Ketika Lupa adalah Nikmat

Lupa.. Semua manusia tak luput dari sifat yang satu ini. Ada yang nggak pernah lupa? Hehe... Terkadang memang menyebalkan jika kita lupa, lupa membawa sesuatu yang penting, lupa mengerjakan sesuatu, dan lupa lupa yang lainnya. Apalagi kalau dapat amarah setelahnya dari orang lain.. 

Dulu pamanku bilang, lupa itu juga nikmat. Kalau kita ingaaat semua yang terjadi dalam hidup ini, bisa-bisa seseorang akan menangis terus-menerus karena ingat ayahnya meninggal misalnya..

Akupun baru menyadari, ada lupa yang harus ku syukuri.

Bagi ibu-ibu yang mempunyai anak kecil, tak asing lagi dengan ulah anak-anaknya yang masih belajar ini itu. Berbagai eksperimen dan tingkah mereka lakukan. Merekapun melakukan kesalahan jugakarena tidak tahu. Saat ditegur dan dinasihati bahwa itu salah dan diminta agar tidak mengulanginya lagi, merekapun bilang "iya". Namun bagaimana kesalnya jika ternyata hal itu terulang lagi?? Bahkan berkali-kali??

Misalnya lagi Toilet Training, anak ngompol dan bilang "iya" akan pipis di kamar mandi setelah dimarahi. Namun tau-tau kursi telah basah lagi dengan pipisnya di lain waktu. Belum selesai urusan di dapur, nambah lagi kerjaan...

Ya, terkadang aku lupa, mereka masih keciiil.. Yang dewasa aja sering lupa apalagi yang masih kecil ini.

Dan aku tersadar bahwa lupanya anak kecil ini sangat harus disyukuri setelah membaca artikel yang ditulis mba Sarra Risman di salah satu grup parenting di FB 

"Walau mereka jawab iya, mereka HAMPIR PASTI akan mengulanginya lagi sampai konsep sopan, tersinggung, dan memahami perasaan orang lain bisa dipahami oleh otak mereka di atas 7 tahun. Tidak perlu dimarahi, karena memang anak kecil pelupa. Allah ciptakan demikian agar bisa memaafkan semua kesalahan pengasuhan orangtuanya. Kalau mereka tidak pelupa, tidak mungkin mereka akan memeluk anda 5 menit setelah anda membentak dan memukulnya."

Ya Allah.. Bener bangeeet.. Walau lisan ini memarahinya, namun tangan kecilnya tetap memeluk tubuh ini, mencium pipi yang bau dapur dan tetap tersenyum dan tertawa tanpa tatapan dendam.. Tak bisa jauh dariku, selalu mencariku.. Ya Allah.. betapa dzalimnya diri ini.. Kasihannya Hanin, padahal uminya juga masih belajar mengurusnya, mendidiknya dengan berbagai kesalahan tetapi menuntutnya memahami semua perkataanku dan memintanya untuk tak mengulanginya lagi. Maafkan umi ya Hanin sayang.. 

Walau di satu sisi lupanya membuatku repot, namun lupa akan kesalahanku selama mengasuhnya adalah kenikmatan yang sangat besar. 

Benar-benar lupa yang harus ku syukuri. Begitu pula lupa lainnya, insyaAllah semua ada hikmahnya, baik kita ketahui atau tidak. Namun tetap harus berusaha sebaik mungkin untuk tidak melupakan sesuatu yang harus diingat. 

Alhamdulillah 'ala kulli hal 😊

Tipe Perajut


Tipe perajut? Hehehe ini pengamatan asal-asalanku ya 😄 karna suka ngerajut dan bingung mau nulis apa, jadi nulis ini aja deh..

Jadi, menurutku, ada 2 tipe perajut :

1. Perajut yang berbisnis menggunakan rajutannya.
Yup, emang paling asyik dan menguntungkan jika hobi bisa menjadi ladang rezeki juga. Senang juga rasanya rajutan mulai diminati banyak orang. Tipe ini sepertinya kalau ngerajut cepeet banget tangannya bermain dengan benang, karena ku lihat teman-teman perajutku bisa mengahasilkan beberapa karya dalam waktu beberapa hari saja. Dan tipe ini mungkin termasuk orang yang kuat berjuang melawan mood yang tidak bagus. Yup, ngerajut juga butuh mood lhoo.. Kadang bosen, pengen nyoba cara yang baru, tapi kalau orang ordernya rajutan itu-itu aja ya harus tetep dirajut. Semangat yaa rajuters!

2. Perajut untuk diri sendiri.
Hmm sebenarnya aku bingung menentukan nama perajut ini. Niat hati maksudnya ini kebalikannya tipe yang pertama. Ini tipeku, hobi ngerajut tapi nggak untuk bisnis, hanya untuk diri sendiri dan ngasi rajutan sebagai hadiah untuk orang lain. Bukan nggak pengen bisnis juga.. Sebenarnya karena aku tidak cepat tangannya saat ngerajut dan tidak bisa mengajak mood yang kurang bagus untuk ngerajut bersama. Tapi kalau dapat orderan, bisa saja dengan the power of kepepet deadline jadi deh rajutannya hahaha.. Pernah beberapa kali ada yang pesan rajutan, lama banget jadinya dan karena aku belum tau harga pasaran rajutan, beberapa kali ternyata aku jual modal atau rugi hehehe..

Kalau ada yang setipe denganku, kita bisa menggali kelebihan lain agar bisa menghasilkan uang juga. Bisa dengan inovasi karya-karya rajutan yang tidak pasaran dan tulislah buku!. Nanti yang cetak kan percetakan jadi langsung banyak deh hasil rajutannya hihihi,, Jadi menghasilkan uang juga kan 😁 Tapi tentu butuh ketelatenan juga kalau nulis buku karena kita nggak cuma ngerajut aja. Kita harus nulis caranya, ngerajutnya plus bongkar pasangnya, gambar pola, foto rajutan secantik mungkin, cari penerbit yang mau cetak dll.. Tapi enaknya nggak ada batas deadline, sudah jadi naskahnya, baru kirim deh naskahnya wakau tantangannya harus cari penerbit yang selera dengan rajutan kita *sebenarnya aku belum pengalaman hehe.. Tapi siapa tau ada yang tertarik 😁. Kecuali sudah sepakat sama percetakan mau buat buku dan kalian belum buat apa-apa, bisa ditagih nanti hehe..

Hihihi inilah tipe perajut menurutku 😀 Kalau berdasarkan tekniknya, mungkin ada 2 juga ya, teknik knit atau crochet (bisa baca perbedaannya di sini). Pernah lihat juga ada teknik tatting kalau nggak salah namanya. Tapi entah termasuk ngerajut nggak ya.. Belum kenalan hihihi..

Jadi, kamu termasuk tipe yang mana? 😊

Resep Nasi Mandi



Hayooo sudah mandi belum hari ini? Nasi aja mandi, masa kamu nggak? Heheee..

Nasi Mandi ini umum ditemukan di Saudi. Entah mengapa pembuat pertamanya menamakan nasi ini dengan Mandi. Yang jelas bukan Mandi dalam bahasa Indonesia yaaa..

Nasi dengan aroma rempah-rempah dan warnanya yang seperti zebra belang kuning-putih, apalagi ditambah aroma arangnya, ayamnya juga hmm enak deh pokoknya.

Duluuu pernah dikasi resepnya sama tanteku. Masak nasinya dengan bawang merah tanpa bawang putih dan rempah-rempah khas arab. Tapi belum pernah coba buat, kayaknya karena belum punya safronnya. Eh setelah dibeliin safron belum praktek-praktek juga hehe..

Lalu sempat ada cooking class yang diadakan ibu-ibu Indonesia di Madinah. Temanya belajar buat nasi Mandi dan puff dan diajar oleh mba Sumayyah. Nah, resepnya mba Sumayyah ini malah cuma pakai bawang putih aja tanpa bawang merah. Katanya kalau nggak salah ini inisiatifnya mba Sumayyah pakai bawang putih supaya lebih enak. Dan memang enak ternyata!! MasyaAllah.. cerita dan resep saat cooking class sudah ditulis temanku mba Selma di sini.

Setelah sekian lama, tibalah hari pengen nyoba buat nasi Mandi dan safronnya sudah ada. Tapi pas hari itu bawang merah habis, tinggal bawang putih. Akhirnya nyoba  praktek resepnya mba Sumayyah. Tapi takaran di resepnya porsi jumbo untuk buat acara hehehe.. Akhirnya coba memperkecil takarannya, sampai nimbang berasnya juga biar pas hahaha.. Ini resep pas untuk keluarga kecilku.. 2 orang dan 1 anak.

Resep Nasi Mandi Ayam
Sumber: Sumayya Ummu Ayyush (dengan modifikasi)

Bahan: 

1. 2 cup beras basmati / long grain. Rendam selama 1/2-1 jam dengan 2 cup air.
2. 1/2 ekor ayam, potong-potong.
3. 7 bawang putih, memarkan (aku ulek)
4. 1/4 sdt lada hitam
5. Sedikit batang kayu manis
6. 3 biji cengkeh
7. 3 biji kapulaga
8. 1/4 sdt jintan
9. 1/4 sdt ketumbar (halus lebih enak)
10. Za'faran secukupnya
11. Garam sesuai selera
12. Minyak zaitun secukupnya (bisa diganti minyak samin, minyak wijen atau minyak goreng)
13. 2 potong arang

Cara Membuat:

1. Memarkan bawang putih
2. Rebus ayam bersama bawang putih dan garam secukupnya hingga setengah matang.
3. Masukkan kayu manis, cengkeh, kapulaga, jinten dan ketumbar. Rebus agak lama hingga matang dan lembut.
4. Taruh ayam diatas nampan, beri air kaldu rebusan secukupnya (sedikit saja).
5. Tuang dengan minyak zaitun, aduk rata.
6. Beri za'faran yang sudah dilarutkan dalam air keatas ayam. Aduk rata.
7. Tutup nampan ayam dengan aluminium foil. Bakar di dalam oven suhu 180 C dengan api bawah di rak bawah selama kira-kira setengah jam. (Kalau aku panggang di double pan aja dengan api kecil karena ayamnya sedikit, jadi nggak pakai nampan lagi)
8.Pindahkan ke rak atas, buka aluminium foilnya dan panggang hingga ayam kering tapi tidak terlalu kering, cukup krispi saja dan hingga airnya habis. (Ini nggak karena sudah di double pan. Aku balik jika bagian bawah sudah cukup kering). Matikan api


9.Bakar 1 arang untuk ayam, siapkan 1 gelas kecil diisi sedikit minyak. Letakkan di dalam double pan. Masukan arang yang sudah panas ke dalam gelas kecil. Tutup double pan.
10.Masukkan beras yang sudah direndam dan air rendamannya ke dalam magic jar. Tambah air kaldu ayam sebanyak 2 cup (boleh lebih dikit). Jika kurang dari 2 cup, tambah air sampai 2 cup. Tambah garam gula dan sedikit minyak. masak nasi seperti memasak biasa.
11.Setelah matang, aduk nasi, siapkan za'faran yang sudah dilarutkan dengan sedikit air panas. Tuang menyebar ke nasi.  

12.Bakar arang untuk nasi, dan siapkan 1 gelas kecil diisi sedikit minyak. Letakkan di dalam magic jar. Masukan arang yang sudah panas ke dalam gelas kecil. Tutup rice cooker dan tunggu beberapa menit agar bau arang menyerap ke nasi dan wangi..
13. Sajikan nasi bersama ayam.

Catatanku 📝
🔹Cara memasak di rice cooker ini cara gampangku hehee.. Aslinya masak langsung di atas kompor. Kalau masak di kompor, caranya panaskan pancinya hingga mendidih, kemudian kecilkan api sampai paling kecil dan tutup panci. Biarkan 30 menit insyaAllah sudah matang. 

🔹Tapi pengalaman pakai beras basmati ini, kadang berhasil nasinya panjang-panjang, kadang gagal juga jadi pendek-pendek. Entah kenapa.. Ada yang tau nggak ya kira-kira kenapa..

🔹Dan arangnya, aku berhasil jika arangnya baru, belum dipakai sama sekali. Kalau sudah dipakai dan kena minyak, pas dibakar, arangnya akan kebakar dan saat dicelupkan ke minyak, apinya mati tapi tidak mengeluarkan asap.. Pernah coba juga setelah arang yang berminyak itu terbakar, aku matikan apinya dan tidak dimasukin ke minyak. Bisa berasap tapi jadinya pahit dagingnya. Entah kenapa. Jadi lebih baik pakai arang baru.

🔹Kalau nggak punya Za'faran, bisa juga kok nggak pakai Za'farannya.. Abinya Hanin malah lebih suka tanpa Za'faran.

Semoga bermanfaat ❤️
Selamat mencoba dan menikmati 😊

Bumbu Dapur (Bahasa Arab & Bahasa Inggris)


Ada yang kesulitan baca resep bahasa Inggris atau bahasa Arab? Hihihi kalau iya sama dong.... Ini catatan kosakata bahasa Arab dan bahasa Inggris bumbu dapur ku. Mungkin masih belum lengkap. insyaAllah nanti ditambah lagi kalau dapat kosakata baru. Sumbernya dari berbagai sumber hehee.. Kalau ada yang mau nambahin boleh bangeeet.. Semoga bermanfaat dan happy cooking!



Indonesia : Inggris : Arab

Bawang merah : onion : بصل (bashol)
Bawang putih : Garlic : ثوم (Tsum)
Merica putih : pepper : فلفل أبيض (Filfil Abyadh)
Merica hitam : black pepper : فلفل أسود (Filfil Aswad)
Kapulaga: Cardamom : هيل (Hil)
Cengkeh : Clove : مسمار قرنفل
Kayu manis : Cinnamon : قرفة
Kunyit : Turmeric : كركم (Kurkum)
Jahe : Ginger : زنجبيل (Zanjabil)
Ketumbar : Coriander : كزبرة
Laos / Lengkuas : galangal : خولنجان
Serai : Lemongrass
Jintan : Cumin : كمون (Kamun)
Adas : Fennel : شمار
Daun Ghar : bay leaves : ورق غار (mirip daun salam tapi beda)
Kemiri : Candle nuts
Daun Salam :
Cabe : Chili : فلفل (filfil) 🌶
Gula Merah : palm sugar :


Yang ini, ada dibungkus merica hitam merek Mehran yang kupunya.. lumayan nambah kosakata lagi. Sepertinya banyak bumbu yang belum ku ketahui juga

Ada yang mau bantu nambahin? 😁😃