Tampilkan postingan dengan label Syair. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syair. Tampilkan semua postingan

UAS??

بسم الله الرحمن الرحيم

 Akhirnyaaa... UAS selesai juga!! Sebentar lagi UAS Berakhir!!! ^_________^
*mencuri waktu buat ngeblog*
Tahukan kawan? Hal yang paling menyenangkan saat menghadapi ujian??

Ini diaaa....

^MENCORET JADWAL ULANGAN^

[Maaf, sepertinya anda harus memutar kepala 90 derajat]

Betapa leganya ketika tinta telah tergores.... haha *ngakak*
Tinggal beberapa hari lagi, soal-soal akan hilang dari pandangan!! 

Tinggal nilainya aja nih,,,
Semoga nilai kita semua memuaskan dan sedap dipandang mata..
Dan yang terpenting, semoga Allah memberikan keberkahan pada 'ilmu yang telah kita dapatkan..*Aaamiinnnnn*

***

.... في الجامعة نتعلم الدروس ، ثم نواجه الامتحانات
 أما في الحياة, فإننا نواجه الامتحانات وبعدها نتعلم الدروس

Di universitas (sekolah) kita belajar, kemudian menghadapi ujian...
Sedangkan dalam hidup ini kita menghadapi ujian,
setelah itu kita menjadikannya sebagai pelajaran.

[kata-kata hikmah dari buku 'Surat-surat Cinta', Fariq Gasim Anuz, hlm. 125]

Syair Untuk Si Jahil

بسم الله الرحمن الرحيم

Kali ini, aku akan memposting sebuah syair nih...
Tapi syair ini ada sedikit kisahnya..

Once upon a time,, Seorang kakak kelasku di sekolah mengirimkan sms. Biasalah,, Sms yang biasa menyebar. Tentang ke pribadian. Sayangnya aku hapus smsnya. Wkwkwk.. Kalau nggak salah, kepribadian berdasarkan permen!! InsyaAllah kalian yang hobi megang HP pernah dapet kok :

"Menurutmu, aku itu kayak gimana?
mentos : bla bla bla
dinamit : pemarah, bla bla bla,,,
dst..."

Pernah nggak?? Hahaha,, Tak usah dipikirkan lah,,
Back to the topic!

Nah, ku balas dengan semua permen yang sifatnya 'agak' kurang baik gitu. Hehehe,,
Smspun berlanjut saling tonjok menonjok dan jambak menjambak [lebay]...

Akhirnya, sang kakak kelas nan melankolis itu mengirimkan sebuah syair :

Seorang Pecinta...

بسم الله الرحمن الرحيم


فما في الأرض أشقى من محب … وإن وجد الهوى حلو المذاق

تراه باكيا في كل حين … مخافة فرقة أو لإشتياق

فيبكي إن ناؤا شوقا إليهم … ويبكي إن دنو خوف الفراق

فتسخن عينه عند الفراق … وتسخن عينه عند التلاق والعشق وإن استلذ به صاحبه فهو من أعظم عذاب القلب


"Tidak ada di dunia ini yang lebih sengsara daripada seorang pencinta…
Meskipun ia merasakan manisnya cinta…
Kamu lihat dia menangis di setiap waktu…
Karena takut berpisah atau karena rindu…
Ia menangis karena rindu akan jauhnya sang kekasih…
Namun, bila kekasihnya dekat…
Ia menangis karena takut berpisah…
Matanya selalu menghangat ketika terjadi perpisahan…
Matanya pun berkaca-kaca ketika pertemuan itu tiba…
Pelakunya memang merasakan kenikmatan…
Namun, sebenarnya…
Kasmaran itu merupakan siksa yang paling besar di hati…"


[ lihat dalam: كتاب الجواب الكافي لمن سأل عن الدواء الشافي
karya محمد بن أبي بكر أيوب الزرعي أبو عبد الله (masyhur dengan nama Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah), hal. 151 ]


Hendaknya kita semua bisa mengambil pelajaran.

جزاك الله خيرا !

Betapa banyak waktu yang terbuang, hanya untuk memikirkan 'dia'...
Hendaknya kita banyak-banyak menggunakan waktu sebaik mungkin.
Jika kita memikirkan 'Ilmu, Niscaya tidak separah ini... InsyaAllah...

Saat Kematian Menjemput

بسم الله الرحمن الرحيم

Aku membaca syair yang bagus di salah satu artikel Ustadz Firanda [firanda.com].

Seorang penyair berkata :


تَزَوَّدْ مِنَ التَّقْوَى فَإِنَّكَ لاَ تَدْرِي*** إِذَا جَنَّ لَيْلٌ هَلْ تَعِيْشُ إِلَى الْفَجْرِ
Berbekallah ketakwaan karena sesungguhnya engkau tidak tahu…
Jika malam telah tiba apakah engkau masih bisa hidup hingga pagi hari



وَكَمْ مِنْ صَحِيْحٍ مَاتَ مِنْ غَيْرِ عِلَّةٍ *** وَكَمْ مِنْ عَلِيْلٍ عَاشَ حِيْناً مِنَ الدَّهْرِ
Betapa banyak orang yang sehat kemudian meninggal tanpa didahului sakit…
Dan betapa banyak orang yang sakit yang masih bisa hidup beberapa lama



فَكَمْ مِنْ فَتًى أَمْسَى وَأَصْبَحَ ضَاحِكًا *** وَقَدْ نُسِجَتْ أَكْفَانُهُ وَهُوَ لاَ يَدْرِِي
Betapa banyak pemuda yang tertawa di pagi dan petang hari
Padahal kafan mereka sedang ditenun dalam keadaan mereka tidak sadar



وَكَمْ مِنْ صِغَارٍ يُرْتَجَى طُوْلُ عُمْرِهِمْ *** وَقَدْ أُدْخِلَتْ أَجْسَامُهُمْ ظُلْمَةَ الْقَبْرِ
Betapa banyak anak-anak yang diharapkan panjang umur…
Padahal tubuh mereka telah dimasukkan dalam kegelapan kuburan



وَكَمْ مِنْ عَرُوْسٍ زَيَّنُوْهَا لِزَوْجِهَا *** وَقَدْ قُبِضَتْ أَرْوَاحُهُمْ لَيْلَةَ الْقَدْرِ
Betapa banyak mempelai wanita yang dirias untuk dipersembahkan kepada mempelai lelaki…
Padahal ruh mereka telah dicabut tatkala di malam lailatul qodar

***
Firanda.com




Nama yang Tersimpan

بسم الله الرحمن الرحيم



Kata-kata indah yang kutemukan disini, Jazaakallahu khairan.

***

إن قلت غبت فقلبي لا يصدقني … إذ أنت فيه مكان السر لم تغب

Jika kukatakan kau menghilang…
Hatiku tak membenarkannya…
Karna kau tlah berada di tempat rahasia
di dalam hati yang tak pernah sirna…

Untuk semua teman-temanku yang di Malang, dan semua teman-temanku yang jarak memisahkan kita.
Semoga Allah mempertemukan kita kembali, bila tak di dunia, di surga nanti, insyaAllah :')
Semoga Allah menyatukan kita diatas sunnah...

 

يراد من القلب نسيانكم وتأبي الطباع على الناقل

Hati ini ingin melupakan kalian…
Namun, tabi’at enggan untuk berpaling…

Waktu tlah berlalu begitu cepat,
Seakan baru kemarin kita berjumpa.
Benar, bagaimana aku melupakan kalian,
sementara,,,

خيالك في عيني وذكرك في فمي … ومثواك في قلبي فأين تغيب


 

Bayanganmu ada di matakau…
Sebutanmu ada di bibirku…
Tempatmu pun ada di hatiku…
Maka, mungkinkah….
Kau ‘kan menghilang dari jiwaku…?



Dari Saudaramu yang merindukan kalian,

Inas Basymeleh
Lombok, 20 Mei 2011
__________________________________
Di nukil dari kitab Jawaabul Kaafi karya Ibnul Qayyim. [Hmm,, Kapan aku bisa bahasa arab dan membaca buku ini sendiri?...]