Seorang Pecinta...

بسم الله الرحمن الرحيم


فما في الأرض أشقى من محب … وإن وجد الهوى حلو المذاق

تراه باكيا في كل حين … مخافة فرقة أو لإشتياق

فيبكي إن ناؤا شوقا إليهم … ويبكي إن دنو خوف الفراق

فتسخن عينه عند الفراق … وتسخن عينه عند التلاق والعشق وإن استلذ به صاحبه فهو من أعظم عذاب القلب


"Tidak ada di dunia ini yang lebih sengsara daripada seorang pencinta…
Meskipun ia merasakan manisnya cinta…
Kamu lihat dia menangis di setiap waktu…
Karena takut berpisah atau karena rindu…
Ia menangis karena rindu akan jauhnya sang kekasih…
Namun, bila kekasihnya dekat…
Ia menangis karena takut berpisah…
Matanya selalu menghangat ketika terjadi perpisahan…
Matanya pun berkaca-kaca ketika pertemuan itu tiba…
Pelakunya memang merasakan kenikmatan…
Namun, sebenarnya…
Kasmaran itu merupakan siksa yang paling besar di hati…"


[ lihat dalam: كتاب الجواب الكافي لمن سأل عن الدواء الشافي
karya محمد بن أبي بكر أيوب الزرعي أبو عبد الله (masyhur dengan nama Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah), hal. 151 ]


Hendaknya kita semua bisa mengambil pelajaran.

جزاك الله خيرا !

Betapa banyak waktu yang terbuang, hanya untuk memikirkan 'dia'...
Hendaknya kita banyak-banyak menggunakan waktu sebaik mungkin.
Jika kita memikirkan 'Ilmu, Niscaya tidak separah ini... InsyaAllah...

0 Orang Komen:

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca dan juga komentarnya yang meramaikan blog ini 😊 (Yang belum punya akun blog, bisa pilih 'anonim' untuk berkomentar dan jangan lupa sertakan nama ya 💐