Aku tidak sedang mengatakan bahwa semua yang kusampaikan bebas dari kesalahan. Aku hanya berharap setiap kata yang kusampaikan di sini adalah kebenaran (Ghazi al-Qashiby)

CaTeGoRiEss... ^^

7G (1) 8C (6) 9C (5) Ab-Hur (2) adab menuntut ilmu (1) Artikelku (38) award (16) bahasa arab (1) Bali (1) berita dunia Islam (4) blog (4) Buku (1) Cat (2) Cerita Pondok (1) copas (7) crochet (3) do'a (1) field (1) FIKIH (3) gambar (3) gambar kreatif (13) gempa (1) global dimming (1) Hari-hari 8C (8) hari-hariku.... (45) Humor (3) i'rob (1) Info (18) iseng (36) Isi hati (64) islamku (39) knitting (4) kreatif (1) kucing (1) kuta (1) lagu (1) Laskar Pelangi (2) lebaran (1) lol (4) Lombok (12) lunar eclipse (1) Malang (10) MTsN Malang 1 (6) Mutiara Hikmah (14) nahwu (1) palestine (3) pasiad (1) penting (35) photography (27) photoshop (1) puisi (7) Ramadhan (5) rubik (1) Sahabat (6) Sholat (1) Syair (4) Tips Trik blog (4)

Ahlan wa Sahlan

Ambillah yang bermanfaat, dan tinggalkan yang tidak bermanfaat.

Kamis, 29 Desember 2011

Syair Untuk Si Jahil

بسم الله الرحمن الرحيم

Kali ini, aku akan memposting sebuah syair nih...
Tapi syair ini ada sedikit kisahnya..

Once upon a time,, Seorang kakak kelasku di sekolah mengirimkan sms. Biasalah,, Sms yang biasa menyebar. Tentang ke pribadian. Sayangnya aku hapus smsnya. Wkwkwk.. Kalau nggak salah, kepribadian berdasarkan permen!! InsyaAllah kalian yang hobi megang HP pernah dapet kok :

"Menurutmu, aku itu kayak gimana?
mentos : bla bla bla
dinamit : pemarah, bla bla bla,,,
dst..."

Pernah nggak?? Hahaha,, Tak usah dipikirkan lah,,
Back to the topic!

Nah, ku balas dengan semua permen yang sifatnya 'agak' kurang baik gitu. Hehehe,,
Smspun berlanjut saling tonjok menonjok dan jambak menjambak [lebay]...

Akhirnya, sang kakak kelas nan melankolis itu mengirimkan sebuah syair :


Imam Syafi'i bersyair :


يخاطبني السفيه بكل قبح فأكره أن أكون له مجيبا
يزيد سفاهة فأزيد حلما كعود زاده الاحتراق طيبا


"Si Jahil mencelaku dengan segenap celaan
Aku pun enggan membalasnya
Kejahilannya (terhadapku) semakin menjadi-jadi,
maka kelembutanku (untuknya) pun semakin lembut
Layaknya gaharu, semakin dibakar, semakin harum semerbak"

(Dari Diiwaan al-Imaam Asy-Syaafi'i hal. 33, Nu'aim Zurzuur)

Bagaimana? Nyebelin ya syairnya? Hehe,,
Benar-benar menohok hati bagi diriku yang mengejeknya sedari kemarin. :P

Semoga bermanfaat,,
Bagi yang suka diejek/dicela, sabar aja.. Kirimin aja syair ini. InsyaAllah diem orangnya ;)

Teruntuk Kakak Melankolis yang mengirimkan sms ini,
جزاك الله خيرا !!!!!! :)

1 orang comment:

Anonim mengatakan...

huhuhu.......
I think she must be bore
and can't express anythigs else......
and thats ways for escape!!!!!!
wkwkwkwk xD

Poskan Komentar

Assalamu'alaikum.. XD
silahkan keluarkan isi perut anda disini... *heh?* maksud saya, semua kata yang ingin dimuntahkan disini.. *hah?*. sudahlah,,, syukran all!! *Jujur ya!?*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kata-Kata...

..::..


"Barang siapa mencintai dan memarahi karena Allah, memberi dan menolak karena Allah, maka sempurnalah imannya (HR. Abu Daud)

"Hai orang-orang yang beriman, ruku'lah kamu , sujudlah kamu, sembahalh Tuhanmu dan berbuatlah kebaikan, supaya kamu mendapat kemenangan" (Al Hajj : 77)

Janganlah berjalan didepanku
Aku mungkin tidak dapat mengikuti
Janganlah pula berjalan di belakangku
Aku mungkin tidak dapat memimpin
Tetapi berjalanlah seiring bersamaku
dan jadilah sahabatku
(Albert camus)