Adab


بسم الله الرحمن الرحيم


Dikesempatan yang sempit ini, perkenankanlah saya menulis mengetik sesuatu yang telah kudapat hari ini *wkwkwkk* [SERIUS!!!]

Apa yang membedakan manusia dengan hewan, benda mati, dan lainnya?
Adab...
Sapi tidak akan izin dulu kepada sapi lainnya dengan mengatakan "Permisi, aku makan rumput disini juga ya?"
Burung dengan bebas terbang tak akan ke toilet dulu untuk membuang kotorannya. Ia akan menerjunkannya dengan bebas ke bawah dan mungkin akan mengenai wajah kita!
Betul Tidak??



Semut,,
Semut adalah hewan yang hidupnya kurang lebih 6/7 hari *pokoknya sedikitlah,,*
Apa JOBnya?
Cari makan,,, Mereka hidup untuk makan! bukan makan untuk hidup!
dengan umurnya yang sedikit ia mencari makanan untuk bertahun-tahun [baca : Serakah]
Coba saja, kita tumpahkan sirup di lantai [mubazir dong?]
Maka semut-semut akan menyerbunya dan meminumnya.
Lihat apa yang terjadi?
Lebih banyak semut yang mati tenggelam dari pada yang hidup.
karena apa? Mereka terlalu serakah...

Begitu juga manusia. Manusia yang sibuk mencari kekayaan dunia dan serakah terhadapnya, maka ia akan tenggelam bersama hartanya. Semua ada batasannya.

Inilah dunia..

Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma berkisah, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati pasar sementara orang-orang ada di sekitar beliau. Beliau melintasi bangkai seekor anak kambing yang kecil atau terputus telinganya (cacat). Beliau memegang telinga bangkai tersebut seraya berkata: 

أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنَّ هَذَا لَهُ بِدِرْهَمٍ؟ فَقَالُوا: مَا نُحِبُّ أَنَّهُ لَنَا بِشَيْءٍ وَمَا نَصْنَعُ بِهِ؟ قَالَ: أَتُحِبُّوْنَ أَنَّهُ لَكُمْ؟ قَالُوا: وَاللهِ، لَوْ كَانَ حَيًّا كَانَ عَيْبًا فِيْهِ لِأَنَّهُ أَسَكُّ فَكَيْفَ وَهُوَ مَيِّتٌ؟ فَقَالَ: فَوَاللهِ لَلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللهِ مِنْ هَذَا عَلَيْكُمْ

“Siapa di antara kalian yang suka memiliki anak kambing ini dengan membayar seharga satu dirham?” Mereka menjawab, “Kami tidak ingin memilikinya dengan harga semurah apapun. Apa yang dapat kami perbuat dengan bangkai ini?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata, “Apakah kalian suka bangkai anak kambing ini menjadi milik kalian?” “Demi Allah, seandainya pun anak kambing ini masih hidup, tetaplah ada cacat, kecil/terputus telinganya. Apatah lagi ia telah menjadi seonggok bangkai,” jawab mereka. Beliau pun bersabda setelahnya, “Demi Allah, sungguh dunia ini lebih rendah dan hina bagi Allah daripada hinanya bangkai ini bagi kalian.” (HR. Muslim no.7344) 

Dunia lebih hina daripada bangkai kambing, kawan!!!

Semoga kita selalu dalam lindunganNya dan selalu istiqomah.. Amiin,,
Rabu, 22 September 2010
*Ringkasan Kajian hari ini. :P *

_________________________________________
http://inasbasymeleh.blogspot.com/

0 Orang Komen:

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca dan juga komentarnya yang meramaikan blog ini 😊 (Yang belum punya akun blog, bisa pilih 'anonim' untuk berkomentar dan jangan lupa sertakan nama ya 💐