Ya, Ya, Ya

Anak yang nurut, orang tua mana sih yang nggak mau? Sekali dibilang, menurut tanpa menghabiskan waktu si ibu merayu atau meluapkan emosi karena anak nggak mau nurut.

Hanin (2thn 2 bln) pun begitu. Dulu sering bilang "La" (tidak/nggak mau - bahasa arab). Disuruh apa, bilangnya La. Aku pun mengajarinya untuk bilang "iya" (harusnya na'am sekalian ya hahahaha (na'am = iya dalam bahasa arab).


Makanannya "adik", ikan, bakso, sosis, nugget. :)

Akhir-akhir ini aku perhatikan, hanin pinteer masyaAllah bilang "Ya". Disuruh apa aja iya walau kadang menolak. Tetapi tidak seperti dulu. Tapi "Ya"nya datar dan.. Gimana ya.. Ini beneran "iya" atau asal bilang iya aja??

Saking seringnya bilang "ya", aku tes Hanin dengan pertanyaan, "Baba (abi) nikah lagi ya?"... "Ya" kata Hanin hahahaa.. Haniiin.. Aku yakin Hanin belum mengerti apa itu menikah dan dia hanya sekedar menjawab "Ya" saja.

Saat Hanin begadang, Hanin memainkan permainan kucing di handphoneku. Percakapanku dengan Hanin (kurang lebih) "Kita telpon Jidah (nenek) ya?"

"(Nada agak menolak) Ah ah....   Ya...."

Huaaa sedihnyaa..

"Hanin mau main kucing?" Kataku.
"Kucing aja....." Hanin menjawab.

Hiks hiks.. Betapa cepatnya perubahan dari penolakan "ah ah" menjadi ya.. Menurut tetapi aku jadi kasihan.. Seperti terpaksa. Seperti "iya"in aja deh apa kata umi yang penting umi bahagia. Seperti Hanin yang mengalah dari uminya.. Hiks hiks.. Nurut tapi kasiaannn.. Haniin maafkan umi ya.. Umi harus banyak belajar untuk menjadi ibu yang lebih baik lagi.. 



2 Orang Komen:

Terima kasih sudah membaca dan juga komentarnya yang meramaikan blog ini 😊 (Yang belum punya akun blog, bisa pilih 'anonim' untuk berkomentar dan jangan lupa sertakan nama ya 💐