Tampilkan postingan dengan label Resep Timur Tengah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resep Timur Tengah. Tampilkan semua postingan

Resep Nasi Bukhari

Seperti janjiku di postingan sebelumnya tentang lezatnya Nasi Bukhari, kali ini aku akan menuliskan resep nasi Bukhari yang kudapatkan dari internet setelah cari ke sana kemari.
Resep nasi Bukhari yang bertebaran di internet sangat banyak dan macam-macam. Dulu sempat baca banyak resep dan terkumpul 5 resep, trus data bumbunya satu-satu apa aja yang paling banyak dipakai, dan terakhir disimpulkan resepnya apa hahaha saking sukanya sama nasi Bukhari ini, niat banget didata-data juga biar hasilnya bener-bener enak hehe.. Sempat masak juga dengan resep buatanku ini, tapi rasanya gimana ya.. nggak inget hihihi.. Mungkin kebanyakan bumbu atau nano-nano.

Sampai akhirnya aku masuk disuatu forum gitu berbahasa arab saat googling resep nasi ini lagi *belum puas ternyata. Dengan berbekal bahasa arab yang seadanya, kalau nggak salah empunya thread bilang sudah 2 kali nyoba resep ini dan rasanya seperti nasi Bukhari di restoran. Rahasianya : Perlama pengadukan bawang merah dengan dagingnya sambil diaduk-aduk dan sedikit aja bumbunya (cuma jintan dan merica hitam) dan minyak yang digunakan minyak zaitun

Hmm beda banget sama resep "buatanku" diawal yang banyak bumbu hihihi. Tapi seneng banget dapat rahasia ini. Plus waktu itu nemu juga resep yang lain dan ternyata sama, bumbunya cuma jintan dan merica hitam. Sip deh harus dicobaa..

Setelah dicoba, hmm masyaAllah enaaak... Walau mungkin masih belum sempurna karena maklumilah yang masak diriku yang kalau ngicip kadar garam aja sampai berapa kali icip. Kalau teman-teman yang masak mungkin bisa mirip rasa di restoran. Tapi insyaAllah ini enaaak resepnya, mungkin 90% mirip (tiap restoran nggak sama ya hehehe). Dengan sedikit bumbu ini memang enak nggak nano-nano. Tapi aku tidak ikutin plek seperti di forum tadi, aku menggabungkan 2 resep yang hampir mirip dan jadilah resep "buatanku" lagi hehehe.. Karena kedua resep tadi tidak menyebutkan ukuran berasnya hiks.. Jadi coba-coba dulu. Dan aku belum coba kalau pakai minyak zaitun. 

Resepku ini mungkin agak rumit dikit karena aku membuat bumbu ayamnya lain lagi dengan bumbu nasinya. Karena pengennya seperti restoran gitu hehehe.. Resep-resep di internet umumnya setelah ayam direbus dengan bumbu, langsung dipanggang. Lalu air kaldu berbumbunya untuk masak nasi. Tapi kalau di restoran itu ayamnya ada bumbunya sendiri, inilah yang menyebabkan setiap restoran punya rasa sendiri di ayam panggangnya. Kalau nasinya hampir-hampir mirip dikit. 

Baiklaah ini resepnyaa yang sudah kukira-kira takaran bumbunya dengan banyak berasnya. Kalau aku sih enak-enak saja hasilnya. Bisa ditambah kurang ya kalau kurang sesuai dan nanti kabari juga yaa kalau ternyata jadi lebih enak hasilnyaa.. Ini resep porsi keluarga kecilku (suami + istri + anak 1). 

Resep Nasi Bukhari

Bahan :
Ayam 1/2 bagian
2 cup beras basmati (cup magic jar)
2 Bawang merah (1 bawang merah besarnya seperti bawang bombay di saudi. Jadi dikira-kira ya hehe)
4 Bawang putih 
Merica hitam bubuk
Jintan
1 Tomat sedang
2 Wortel kecil
Kismis sesuai selera
Garam gula

Cara membuat : 

1. Rendam 2 cup beras basmati dengan 2 cup air. Kira-kira 1/2 jam.
2. Selagi menunggu beras, Potong- potong ayam dan bersihkan.
3. Iris-iris bawang merah dan bawang putih. Bagi menjadi 3/4 bagian untuk ayam dan 1/4 bagian untuk wortel.
yang kiri untuk wortel, yang kanan untuk ayam
5. Tumis 3/4 bagian irisan bawang sampai harum, masukan potongan ayam, aduk-aduk dan biarkan sampai ayam berubah warna dan wangi.

6. Masukan 1 sdt jintan dan 1/2 sdt merica hitam, aduk. Masukan air secukupnya. Beri 1 sdt garam. Masak sampai matang. 

7.Sisihkan ayamnya dan tersisa air kaldu berbumbu. 

8. Tambahkan air kaldu dengan air secukupnya sehingga total air kaldunya 2 cup. Masukan ke magic jar.

9. Serut 1 wortel dan 1 lagi di potong-potong memanjang. Potong-potong tomat kotak-kotak. Siapkan juga kismisnya.

atas no 9 , bawah no 10-11
10. Tumis 1/4 bawang sisa hingga harum.
11. Masukan wotel, tomat, dan kismis, masak sampai agak layu. Matikan api.
Masukan ke magic jar juga. 
12. Masukan beras yang sudah direndam kedalam magic jar beserta airnya. Aduk rata, tambahkan merica hitam 1/4 sdt dan jintan 1/4 sdt juga garam gula. Masak nasi di magic jar seperti biasa sampai matang



Untuk ayam panggangnya, aku juga cari di internet. Sepertinya dari hasil beli nasi Bukhari dari beberapa macam restoran, tidak ada rasa ayam panggang yang khas nasi bukhari, masing-masing restoran punya bumbu sendiri. Mungkin enak juga kalau pakai resep ayam panggang Indonesia.


Ayam panggang
(مظبي دجاج)

Bahan :

1/2 ayam yang sudah dimasak sebelumnya
1/2 bawang merah (ukuran bawang bombay. Mungkin setara 5 bawang merah kecil)
2 bawang putih
1/2 tomat besar
Air lemon (sesuai selera. Kalau aku sedikit saja)
Sedikit cuka (aku tidak pakai hehe)
Garam
1/2 sdt Merica hitam bubuk
1/2 sdt jintan
1/2 sdt ketumbar
1/2 sdt jahe bubuk
1/4 sdt kayu manis
4 kapulaga
4 cengkeh

Cara membuat :

1. Blender bawang merah, bawang putih, tomat, ketumbar, jintan.
2. Panaskan minyak secukupnya, masukan blenderan bumbu, tambahkan sisa bumbu lainnya dan tambahkan garam gula sesuai selera. masak sampai bumbu hampir menyusut, masukkan ayam dan masak hingga bumbu menyusut dan matang.
3. Panggang ayam dengan pemanggang atau double pan. Lebih mantap dibakar di arang atau bisa diberi asap arang agar ada aroma arang.


Sajikan nasi Bukhari dan Ayam Panggangnya dan nikmati dengan saus tomat (tomat dijus), jeruk nipis, daun jarjir, dan bawang merah mentah. Disantap dengan sambal juga mantap. Hmmm yummyyyy..




Selamat menikmati nasi Bukhari 😊

Sumber :
Resep nasi bukhari (yang asli belum ada modifikasi)
Ayam panggang (مظبي دجاج)

Nasi Arab Maqlubah (مقلوبة) | CookBlog Challenge Middle East IDFB

Maqlubah pertamaku hehe

3 hari yang lalu nyoba buat masakan timur tengah lagi. Yup! Namanya Maqlubah. Pertama tau makanan ini dari kakak kelas dulu di SMA yang nikah dengan orang Yordania, dia cerita tentang masakannya sehari-hari. Ada yang pakai yoghurt nasinya, hmmm gimana eneknya ya hehehe.. Katanya awal-awal makan nggak suka, tapi sekarang malah suka banget 😄. Kakak kelasku juga cerita tentang membuat Maqlubah dan membuatku terpukau dengan ceritnya. Jadi, maqlubah itu artinya terbalik. Dipanci kita susun kentang dan terong yang sudah digoreng, masukan nasi, masukan ayamnya, masukan nasinya lagi. Lalu dimasak. Setelah nasi matang, jangan diaduk dulu.. Siapkan piringnya, balik deh pancinya dan nasi beserta lauknya sudah siap santap. Tapi aku masih nggak sadar kalau nanti hasil akhirnya itu padat masih berbentuk pancinya. Unik ya? Mungkin ini sebabnya dinamakan maqlubah/terbalik, karena nanti pancinya dibalik aja. Jadi penasaran gimana buatnya. Ternyata ini memang masakan orang Yordania dan Palestina. Aku pikir ini masakan orang Saudi hihihi. Tapi sepertinya sudah populer di beberapa negara lainnya..

Itu cerita sudah lamaa.. Akhirnya buat juga. Padahal belum pernah beli aslinya. Jadi rencananya pengen ikut challege masak bulan mei dengan tema Timur Tengah yang diadakan oleh Indonesian FoodBlogger. Tau info ini dari blog mba +selma alan ada challenge. Coba ikut aah,, Awalnya mau buat camilan-camilan aja untuk challenge. Tapi karena lagi semangat pengen nyoba buat Maqlubah, sekalian aja masakan ini untuk challenge 😊. Padahal belum siap apa-apa waktu itu, bahan nggak lengkap, sudah jam 11 siang, nggak inget langkah-langkahnya cuma pernah liat vidionya sekilas, resepnya belum diterjemahin masih bahasa arab hehehe lengkap deh. Jadi pas masak bolak balik liat vidio di youtube yang macet karena jauh dari wifii dan liat anak lagi ngapain hihihi.. Tapi Alhamdulillah Allah mudahkan dan alhamdulillah kata suami rasanya enaaaak 😍 bahagia ya rasanya kalau suami suka masakan kita hehe.. Rasanya itu gimana ya.. Enak deh pokoknya.. Kalau ada yang pernah coba madgut, mungkin mirip itu rasanya. Dominan rasa tomat tapi dengan nikmat rempah-rempahnya.. Hmm.. MasyaAllah. Tapi kan aku juga belum pernah coba aslinya hahaha.. Yang penting enak deh pokoknya.

Jadi resepnya.. Aku bingung bagaimana  harus menuliskannya. 😅

Aku melihat dari 2 resep..

Ini dia resep yang kulihat. Dapat  dari snapchat mraaaim123. Ceritanya punya snapchat tapi jadi tempat belajar masak hehehe.. Aku banyak follow akun orang saudi yang rajin masak 😄 Lagi semangat belajar masakan Arab nih. Nah, untuk Maqlubah, aku lebih banyak melihat di resep pertama ini. Tapi di resep pertama nggak ada takaran detailnya.

Sumber : snapchat mraaaim123


Jadi nyoba nyari lagi di youtube, nemu resepnya chef Manal Alalem. Tapi nggak ditonton habis. Cuma nyontek takaran bumbunya aja hehe,,

sumber : Youtube Manal Alalem
sumber : Youtube Manal Alalem

Jadi,, Sepertinya resep akan ditulis dengan penuh cerita hihihi.. Jadi ini resep yang sudah kumodifikasi gabungan dari 2 resep di atas. Karena masih coba-coba jadi buat porsi kecil. Sayang aku tidak foto step by stepnya.. 

Bahan :
- Kentang sesuai selera. Aku pakai 3 ukuran kecil-sedang
- Terong (nggak pakai karena nggak ada)
- Beras Basmati 2 cup ( di resep chef Manal Alalem pakai beras mesir)
- Air 4 cup
- 1/2 bagian ayam (450-500gr)
- Bawang Merah 1 (bawang merah di sini seperti besarnya bawang bombai)
- Bawang Putih  5
- kayu manis 3 cm
- Cengkeh 4
- Kapulaga 4
- Merica Hitam 1/2 sdt
- Jintan seujung sendok (dikiit)
- Tomat (tadi nggak pakai karena habis) & Pasta Tomat (nyoba pakai 2 sdt alhamdulillah pas. Tapi tanpa tomat)
- Daun Ghar 1 cukup sepertinya (nggak punya,, Padahal ini mungkin yang bikin rasanya khas arab ya?)
- Kunyit 1/4 sdt
- Cabai hijau (aku pakai merah ukuran sedang 2)
- Lemon hitam (ini dari resep pertama. diresep chef Manal nggak pakai. Aku juga nggak punya jadi nggak pakai. Mungkin pakai 1 saja cukup)
- Garam Gula secukupnya
- minyak secukupnya
- rempah-rempah arab kalau ada

Cara :
1. Cuci beras basmati, rendam dengan 3 cup air selama 1/2 jam

2. Siapkan kentang, kupas, potong-potong kentang dan terong melingkar. Goreng hingga matang. Sisihkan.

3. Potong-potong ayam sesuai selera.

4. Iris bawang merah, bawang putih ku geprek lalu diiris. Tumis bawang merah dan putih bersama kayu manis, cengkeh, kapulaga, jintan, lemon hitam.

5. Masukan ayam, aduk, tunggu 5 menit.

6. Tambahkan tomat yang sudah dipotong kecil-kecil dan pasta tomat, garam, gula, kunyit, cabai hijau utuh, dan air secukupnya. Biarkan sekitar 15 menit sampai ayam matang dan air menyusut. Matikan api.

7. Selagi menunggu ayam matang, Siapkan panci lain, masukan rendaman beras dengan sisa airnya, tambah airnya 1 cup lagi, garam secukupnya (icip rasa air nasinya), sedikit minyak, dan cabai (aku tidak pakai takut pedas). Masak hingga hampir matang dikiiit lagi. Cara masaknya, didihkan air, lalu kecilkan api paling kecil, tutup panci dan tunggu matang. Bisa ditambah air sedikit agar tidak terlalu kering kalau menggunakan beras basmati. Karena beras basmati tidak lengket seperti nasi Indonesia jika agak kebanyakan air. Matikan api.

8. Siapkan panci lain (kalau bisa ukurannya selebar piring saji). Tata kentang dan terong di dasar panci. Kemudian letakan setengah nasi yang hampir matang, ratakan dan ditekan-tekan. Kemudian ayam beserta bumbu-bumbunya, ratakan. Kemudian sisa nasi, ratakan dan ditekan-tekan. Tutup panci dan masak dengan api paling kecil 1/2 jam / hingga nasi benar-benar matang.

9. Siapkan piring saji, balik panci dan siap dihidangkan😊

Maqlubahku

Eits, yang benar sebelum dihidangkan, lihatlah seninya apa berhasil atau tidak hahaha.. Jadi aku buat Maqlubah ini benar-benar kurang persiapan. Nggak tau rupanya dan tehniknya (pas lihat foto hasil maqlubah, nggak sadar bentuknya seperti panci), pas dibalik pancinya yaaa berantakan lah nasiku hehehe.. Setelah googling, ternyata hasilnya keren loo.. Walau ada juga yang hasilnya sudah campur aduk antara nasi dan lauknya. Ini dia hasil pencarian di google.


Foto 1

Foto 2. Yang ini kreatiif

Hiks hiks.. Beda ya sama hasil buatanku. Walau hasil foto Maqlubahku lumayan tapi tentu itu hasil ditata dulu hehehe.. Aslinya campur aduk nasi, ayam dan kentangnya. Kentangnya lengket di panci dan beberapa ada yang gosong. Mungkin harus dioles minyak atau mentega dulu di dasar panci. Juga panciku kebesaran, nasi sedikit, daan tidak ditekan-tekan. Aku pikir ini seperti Madgut yang nanti bakal diaduk setelah matang. Ternyata memang ada seninya saat penyajiannya. Benar-benar kurang persiapan. Pantas saja namanya Maqlubah. Walau penampilannya kurang, tapi rasanya, hmm.. Enaaak.. Pengen masak lagi  jadinya.. Ini aja tanpa daun ghar dan lemon hitam sudah enak.

Benar saja akhirnya aku buat lagi kemarin. Dengan harapan bentuknya bakal seperti panci hihihi.. Buat porsi kecil, panci kecil, tata kentang membentuk bunga, daaan saat dibalik,,,,

Gagal lagiiiiii hehehee...
Nasinya berantakan, kentangnya tetap lengket setia dengan panci seperti perangko. Hmm apa yang salah ya.. 

Ya udah tata sendiri aja kentangnya hehe,, Maqlubah keduaku.

Akhirnya liat vidio-vidio lain lagi di youtube. Aku perhatikan pancinya, ternyata teflon!!! 😌😌😌😌😌

Jadi pas dibalik nggak nempel kentang dan terongnya..

Dan ternyata memang berbeda-beda tehnik membuat Maqlubah ini. Ada yang bumbunya di nasi jadi nasinya sudah berwarna, tapi lauknya tidak ada bumbunya. Ada juga yang nasinya putih dan bumbunya di dagingnya (seperti yang kubuat) jadi hasilnya nanti nasi berwarna merah putih. 

Bumbunya juga antara resep satu dengan yang lainnya ada saja bedanya. Namun dari yang ku lihat intinya tetap sama : tomat dan rempah-rempah khas arab (kapulaga, cengkeh, dll). Mungkin karena sudah terkenal di beberapa negara lain jadi ada tambahan kreasi dari negara tersebut. Juga lauknya, bisa ayam atau daging. Dan tidak hanya kentang dan terong saja.. Bisa ditambah potongan tomat, kol, irisan bawang merah.. Yup, sepertinya sesuai kreasi yang buat ya.. Dan biasanya dimakan dengan yoghurt dan salad arab. Kapan yaaa ke Yordania supaya bisa icip aslinya 😆

Ayoo teman-teman coba buat juga.. Gampang loo.. Beneran deh.. Tapi semoga berhasil saat membaliknya ya hihihi.. Tanpa daun ghar dan lemon hitam tetap enak kok. Kabari yaa kalau buat juga.. Terima kasih sudah membaca dan selamat mencoba 😊 


____________________
Sumber bacaan dan foto
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Maqluba
Foto 1 : https://youtu.be/Ycf3vElmHl4 
Foto 2 : http://www.lahamag.com/Details/1392/مقلوبة_الدجاج_بالباذنجان

Resep Kunafah, Kue Khas Timur Tengah


Kunafah.... Ada yang pernah mencicipinya?

Pertama makan dibelikan suami di Madinah. Sepertinya memang dijumpai di negri timur tengah. Renyah, bentuk luarnya seperti mi hun, tetapi dalamnya krim yang lembut. Kue yang manis dan enak! Sekali makan nggak mau berhenti rasanya.. 

Ternyata penyebutannya banyak juga.. Kunafah, konafa, kanafeh, apa lagi ya.. Yang jelas bahasa arabnya kunafah (كنافة). Kalau umroh, coba cicip deh...
Jadi kunafah ini juga termasuk pastry. Bahasa inggrisnya shredded phyllo pastry. Bahasa arabnya kunafah. (Cara membuat adonan kunafah mentahnya bisa dilihat di sini http://youtu.be/NV19r48LtwA ). Suami biasa membeli kunafah (yang sudah jadi ada krim di tengahnya) di math'am (restoran) Jabal Raidan (جبال ريدان) . Harganya 10 real ukuran lingkaran diameternya berapa ya.. Mungkin 20 cm. Dan ternyata Jabal Raidan menjual kunafah mentahannya. Harganya cuma 6 real dapet 1 kg! Lumayan juga untungnya kalau hasilnya dijual 10 real. Eits, jadi mikirin bisnis hehehe.. Ini dia kunafah yang kupakai..



Yaaa lebih untung buat sendiri memang.. Dari dulu awal di madinah suami memberitahu ada yang jual kunafah mentah. Tapi nggak tau cara buatnya. Setelah hampir 2 tahun, akhirnya aku membuatnya! Senang sekali rasanya. Dan ternyata tidak begitu susah dan tidak gampang-gampang juga. Ada aja salahnya setiap aku membuat kunafah. Dan akhirnya, 1 kg kunafahpun sudah habis dibuat semua alhamdulillah...

Sayangnya, sepertinya di indonesia jarang sekali dijual bahan kunafah ini.. Mungkin ada di toko-toko yang jual bahan makanan impor. Huhuhu bingung deh nanti kalau di indonesia gimana buat ini yaa.. Semoga nanti semakin banyak yang jual.. Aamiin.. 

Baiklaah,, Ini dia resep yang kupakai..
Aku menemukan resepnya di blog cleobuttera.com. Ini kunafah yang dioven. Kalau kita ke restoran yang menjual kunafah, biasanya mereka membuatnya di atas kompor. Kalau buat di kompor sepertinya ada loyang khususnya. (Yang penasaran bagaimana cara membuatnya di atas kompor, bisa tonton di sini (klik) )

Classic Cream-Filled Konafa 
Terjemah bebas dan modifikasi : Inas Basymeleh ^^

🔷 Pertama.. Kita buat air gula dulu.. Hanya masak 1 cup air dengan 2 cup gula. Bisa juga ditambah essense vanila. Empunya resep bilang, air gula ini bisa bertahan 7 hari di kulkas.

🔷 Lalu kita buat krim dalamnya.. Kita siapkan :

🔹 Susu cair 2 cup
🔹 Gula 2 sdm (sesuai selera. Kalau kurang manis bisa tambah)
🔹 Tepung maizena 4 sdm

Cara buatnya :
🔹Panaskan susu dan gula di panci, sisakan sedikit susu untuk melarutkan tepung maizena. 
🔹Setelah mendidih, kecilkan api dan tuang larutan maizena. Aduk" sampai mengental. Kemudian besarkan lagi apinya dan aduk terus sekitar 1 menit. Gelembung yang dihasilkan akan besar-besar. Kalau masih kecil-kecil gelembungnya bisa ditambah larutan maizena lagi. 
🔹 Matikan api. Krim masih agak cair setelah api dimatikan dan akan lebih kental lagi setelah dingin. 

Biasanya sebelum tidur malam aku membuat krimnya. Jadi besok tinggal buat kunafahnya dengan air gula dan krim yang sudah dingin dan kental. Tapi pernah juga lagi buru-buru buat, krim masih panas. Mau tuang ke kunafahnya takut rembes ke loyang. Akhirnya dituang dikit-dikit pakai sendok alhamdulillah bisa dan langsung mengental krimnya. Jadi nggak perlu buat dan nunggu lama agar mengental krimnya.



⛔️ Kesalahan yang pernah kulakukan:
🔺 Aku membuat larutan maizena dengan susu yang sudah mendidih.. Jadilah maizenanya mengental duluan hehehe.. Untuk kalian yang pemula sepertiku dalam masak memasak, larutkan maizena dengan air biasa ya! 

🔵 Untuk kunafahnya, aku tidak terlalu mengikuti resep banyak kunafahnya.. Di resep 450 gram. Tapi karena suami suka yang tidak terlalu tebal kunafahnya jadi cuma 200 gram saja. Namun tetap dengan krim yang mengikuti resep asli.

🔹Masukan 200 gram kunafah ke dalam mangkuk, beri minyak sedikit-sedikit dan aduk dengan tangan sampai semua adonan kunafah terkena minyak (tambah lagi minyaknya jika masih ada yg kering).  Sekarang terlihat kunafahnya mengkilat *cling cling





🔹Oh iya, panaskan oven ya! 200 derajat celcius.

🔹Olesi loyang dengan mentega, tuang 2/3 adonan ke loyang dan ratakan dan tekan-tekan ke seluruh permukaan loyang. Buat juga di pinggir loyang ya! Sehingga krimnya nanti tidak mengenai loyang. Menekan kunafah bisa dengan tangan atau bantuan sendok dan gelas takaran. *ups maaf yaaa ini lagi nggak rapi kunafah di bagian pinggirnya hehe.. Jangan ditiru yaa...



🔹Tuang krimnya di atas kunafah.. Dan ratakan dengan sendok. Hati-hati ya ketika meratakannya. Karena krimnya bisa menyeret kunafah ke mana-mana.


🔹Setelah rata semua, tuang sisa kunafah di atas krim tadi. Disini butuh kehati-hatian juga karena kita tidak bisa menekan-nekan kunafah seperti di dasar loyang. Ratakan kunafah hingga tertutup semua krimnya. 


🔹Oven deh.. Aku biasa oven sampai 30 menit. Setelah 30 menit, bisa buka oven dan lihat jika pinggiran kunafah warnanya kurang kuning keemasan, oven lagi.. Biasanya bagian atas lebih muda warnanya dari pinggirannya. Jad diakhir biasanya aku nyalakan oven api atas beberapa menit agar warna kunafah bagian atas juga cantik. 

🔹Keluarkan dari oven, daan,, tuang air gula di atasnya (aku dengan sendok dikit-dikit). 


🔹 Setelah dingin, siap disantap deh.. Jangan lupa baca bismillah sebelum makan yaaa.. Selamat menikmati renyah-lembutnya kunafah 😊


Oh iya, untuk isi kunafah, ternyata banyak variasinya juga lho.. Bisa pakai cream kalengan, atau isi nutella, kasi keju atau mozarella, hmmm jadi pengen nyoba variasi lainnya..

Semoga bermanfaat yaa.. Kalau ada yang berhasil, kabarin yaaa ^^
Selamat mencoba..

Oh iya, resep asli bisa dilihat di sini (klik)

Thank you Cleobuttera!


Kunafah jumbo.. Ku buat dengan loyang untuk kue kering. Butuh 500 gram kunafah.