Renungan Akhir Ramadhan


بسم الله الرحمن الرحيم

 

Kutulis untukmu dan paling teruntuk diriku..

Waahh,, tak terasa Ramadhan akan meninggalkan kita. Huhuhuu.. Sedihnya,, bulan suci yang dulu kita nanti-nantikan kini akan meninggalkan kita kembali. Bulan dimana terbukanya pintu surga dan ditutup rapatnya neraka, akan pergi,.. Tanda waktu terasa cepat.. Tanda kiamat semakin dekat..

Alhamdulillah dapat kesempatan nulis lagi di blog. Senangnya.. =) Terus maksud judul di atas apa? baca teruuuuss sampai subuuhh..!! *lho?*.

Marilah kita merenungi apa hasil dari Ramadhan kita selama ini. Apakah hasilnya hati kita tambah kotor, busuk, atau kah hati semakin bersih, bersinar dan semakin dekat dengan-Nya..?

Orang yang beriman selalu merenung di akhir Ramadhan. Inilah yang dilakukan oleh nabi kita Rasulullah SAW. Ibunda Aisyah r.a *tahukan?*. Suatu ketika ia mendengar surat al-Mu'minun ayat 57-61. Tahukah kalian apa isi ayat tersebut *ayo ambil al-Qur'an nya!!*. Ayat-ayat tersebut menceritakan tentang orang-orang yang baik, beriman dan selalu bersegera berbuat kebaikan namun mereka takut kepada Allah. Dan Ibunda Aisyah r.a pun bertanya, mengapa mereka takut kepada Allah? Apakah mereka pencuri, meminum khamr, atau berzina? Maka Rasulpun menjawab, "tidak, mereka bukanlah pencuri, bukan peminum khamr ataupun berzina. Mereka adalah orang-orang yang beriman yang selalu bersegera melakukan kebaikan. Mereka takut kepada Allah karena mereka takut akan amal mereka di terima atau tidak. InsyaAllah kurang lebih begitu *mengingat ceramahnya nih!*.

Inilah yang perlu kita perhatikan. Apakah amal kita diterima Allah atau tidak. Ali bin Abu Thalib berkata "Jadilah kalian memperhatikan amal kita di terima atau tidak dari pada amal itu sendiri". Karena Allah hanya menerima amal perbuatan orang-orang yang bertakwa. Apa itu takwa? takwa yaitu kita menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Dan sudahkah kita menjadi orang yang bertakwa? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing.. =)

Sahabat Rasulullah berkata "Sekiranya saya tahu ada amal saya yang diterima Allah sekecil biji sawi diterima oleh Allah, itu lebih saya sukai dari pada dunia seisinya". Seorang sahabat Rasul saja yang ahli surga berkata seperti itu, bagaimana dengan kita? Renungkanlah..

Ali bin Abu Thalib berkata "Aduhai, siapa yang amalnya diterima kami akan mengucapkan selamat.. dan siapa yang amal perbuatannya ditolak oleh Allah maka kami akan berbela sungkawa.."
Malik ibn dinar berkata "Takut akan amalnya diterima atau tidak itu lebih berat dari amal itu sendiri". Berbuat kebaikan itu mudah. Yang sulit itu apakah amal kita diterima Allah atau tidak. Para sahabat setelah berbuat kebaikan mereka tidak malah ujub membangga-banggakan diri. Tetapi malah sebaliknya. Mereka gelisah. Apakah amal perbuatan saya tadi diterima atau tidak??

Merenunglah.. Selama bulan Ramadhan ini kita telah berpuasa, shalat, mengaji dan banyak amal perbuatan kita. Namun apakah itu diterima olehNya? Semoga Amal perbuatan kita semua selama bulan Ramadhan diterima oleh-Nya dan kita semua dapat bertemu kembali dengan bulan Ramadhan tahun selanjutnya.. aminn... =)
Mohon maaf apabila ada kesalahan. Kesalahan datangnya dari saya dan kebenaran datangnya dari Allah semata.. Syukran..
Wassalam


Mau tahu aku denger ceramah dimana?
disini nih...

5 Orang Komen:

  1. syukran telah mengingatkan nas. jazakillah khoir...

    BalasHapus
  2. Syukran ya inas udah ngepost tentang ini :)
    Semoga amal selama bulan Ramadhan ini diterima oleh ALLAH SWT, amin..
    selamat idul fitri inas..

    BalasHapus
  3. salam aidil fitri buat inas & famili...

    :-)

    BalasHapus
  4. @Yuni & Kak Arin : Afwan.. =) semoga bermanfaat untuk semua.. ^^

    @Sifu Mirza : iya,,, syukran telah mampir..

    BalasHapus
  5. salam aidil fitri buat inas & famili...

    :-)

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan juga komentarnya yang meramaikan blog ini 😊 (Yang belum punya akun blog, bisa pilih 'anonim' untuk berkomentar dan jangan lupa sertakan nama ya 💐