Sambil BerMedsos Minum Air



Sambil bermedsos minum air? Sambil menyelam minum air kaliii hehehe.. Pepatah yang mungkin sering kita dengar, yang berarti melakukan 2 atau 3 pekerjaan dalam satu waktu. Tentunya akan sangat menguntungkan jika kita mempraktekan pepatah "sambil menyelam minum air" dalam hidup kita, menghemat waktu dan waktu jadi begitu bernilai. 

Tentunya berselancar di media sosial (medsos), katakanlah seperti facebook, instagram, twitter, dan semisalnya sudah tidak asing lagi bagi penduduk bumi di zaman sekarang. Apalagi pembaca yang membaca tulisan ini, dipastikan 90% punya akun medsos. Mengapa? Blog saja tahu, masa medsos nggak tempe tahu  hehehe..

Semua hal memiliki manfaat dan sebaliknya kerugian, tergantung dari pemakainya. Ya, tergantung kita sang pemakai hal tersebut. Begitu juga media sosial yang sering kita gunakan. Kita bisa mendapat manfaat dari media sosial juga dapat tenggelam dalam kerugian.

Bicara manfaat, bagaimana jika kita mempraktekan "sambil menyelam minum air" di medsos? Apa bisa?

Coba deh beberapa cara mempraktekannya di bawah ini : 


1. BerMedsos dan Berbagi Manfaat
Mendapat pengalaman berharga hari ini? Mendapat hikmah dari kejadian-kejadian kemarin? Kenapa tidak dituangkan saja ke dalam tulisan dan dipost di dinding medsosmu? Siapa tahu banyak teman yang mendapat manfaat dari tulisanmu. Mulai dari yang sederhana saja. Mungkin kamu baru saja pulang jalan-jalan dari Banjarmasin. Kalau biasanya di medsos hanya upload foto-foto pemandangan dan caption seadanya,  cobalah untuk memberikan beberapa informasi-informasi di setiap foto, seperti harga tiket, lama perjalanan, hotel tempat menginap dan harganya, juga destinasi mana yang menurutmu recomended di Banjarmasin. Jadi upload sekalian memberi informasi bermanfaat bagi yang lainnya kalau-kalau ada teman di friendlist yang mau ke Banjarmasin juga. Oh iya, bisa juga hasil masakan hari ini, upload beserta resepnya agar teman-teman lain bisa praktek juga. Kita pun senang bila ada yang mencoba dan ternyata resep kita memanjakan lidah keluarga mereka. 

2. BerMedsos dan Belajar
Cobalah untuk megikuti akun-akun yang memberi manfaat, ilmu, atau berita yang benar, bukan hoax. Jadi, yang lewat di timeline kita nggak hanya status galau teman-teman kita hehehe.. Dan tentunya, kalau lewat dibaca, bukan menjadi penambah beban jempol untuk terus scroll down..  Setidaknya sehari ada ilmu yang kita dapat walau sedikit. Karena sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit.


3. BerMedsos dan Jualan
Berjualan di medsos? Kenapa tidak? Berjualan di media sosial bisa dilakukan oleh siapa saja. Coba saja dimulai dari karya-karya tanganmu sendiri (seperti rajutan) atau kalau suka desain bisa menawarkan jasa untuk desain. Apa saja. Biasanya bisnis yang dilakukan karena passion bisa lebih awet dan dilakukan dengan senang hati. Atau sudah punya toko? Atau toko keluarga? Coba saja dipromosikan di medsosmu! Rezeki siapa yang tahu. 

Dari info di katadata.co.id , Statistik Telekomunikasi Indonesia 2015 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan 82,05 persen penduduk usia lima tahun ke atas di perdesaan maupun perkotaan mengakses internet untuk keperluan bersosialisasi di dunia maya! Tentu ini peluang besar untuk mempromosikan produk di media sosial.

sumber : databoks.katadata.co.id

Jadi, tunggu apalagi? Mau coba jualan di medsos? 
Nah, Ini beberapa tips untuk berjualan di media sosial :

~ Belajar teknik jualan di sosmed
Nah, kalau sudah mantap hati dan serius mau bisnis lewat medsos, jangan tanggung-tanggung! Pelajarilah teknik marketing. Bisa dimulai dari yang gratis dengan membaca artikel-artikel yang beredar di internet. Dan untuk lebih mantapnya, bisa beli buku atau mengikuti seminar-seminar seputar bisnis online. Atau lebih lebih mantapnya lagi, belajar digital marketing langsung di Dumet School! Kursus ini bisa diikuti siapa saja, walaupun awam sekalipun! Coba saja langsung tengok infonya di sini (klik).


Ini nih yang didapat kalau belajar di Dumet School


~ Bangun kepercayaan calon pembeli
Tentunya calon pembeli yang akan membeli melalui jalur online akan berhati-hati dengan akun penipu. Maka dari itu, hal yang perlu dilakukan adalah membangun kepercayaan calon pembeli. Bisa dengan meng-upload testimoni pembeli sebelumnya, menyertakan alamat dan nomor telepon, dan kalau memang serius akan terjun di bisnis online, kenapa tidak membuat website resmi? Dengan menyertakan website resmi, kepercayaan pembeli  semakin bertambah. Kenapa? Domainnya kan bayar gitu lho hehehe.. 

Oh iya, di Dumet School kita juga bisa belajar buat website sendiri, tanpa perlu basic IT sama sekali! Membuat website sendiri tentu lebih banyak keuntungannya : kita bebas berkreasi, sesuai selera, atau bahkan bisa dijadikan bisnis lagi nanti : jasa pembuatan website! Betul atau betuul??

~ Sambil nulis status, minum air. Eh, promosi.
Sambil nulis status, siratkanlah promosi terselubung. Aku pernah ikut belajar bisnis online di sebuah grup whatsapp, salah satu trik untuk promosi adalah dengan tidak mempromosikannya langsung, tetapi secara tersirat. Siapa sih, yang suka dipromosiin. Iklan di TV saja langsung kita ganti kan hehehe.. begitu juga ngiklan di medsos. Begitu liat iklan, scroll down lagi deh hehe..

Mau tau caranya?

Caranya dengan bercerita. Misalnya "Wah, nggak nyangka hari ini sudah 20 orang yang beli bukuku!" Atau misalnya menceritakan testimoni teman "Tadi ketemu teman lama. Nggak nyangka dia pesen lagi tas rajut karyaku". Atau "Tadi pas jalan bareng adik pakai jilbab ini dan tetangga sampai tanya beli di mana.. katanya bagus kainnya" Dengan cara ini, pembaca akan penasaran. Sebagus apakah barang yang kita jual? Dan kotak inbox bisa terisi berbagai pertanyaan nanti. Tentu bukan dengan berbohong ya nulis statusnya teman-teman. Di sini kita harus melatih kreatifitas mengukir kata bagaimana agar calon pembeli tertarik dan penasaran dengan barang yang kita jual tanpa kita mempromosikannya secara langsung. Kalau masih penasaran dengan teknik menulis seperti ini, bisa googling dengan kata kunci covert selling.

~ Belajar teknik foto yang cantik 
Foto juga mengambil peran besar dalam memikat hati calon pembeli. Untuk mendapatkan hasil yang bagus, tak perlu ke studio dan kamera yang mahal. Cukup smartphone digenggamanmu (yang penting kamera nggak rusak ya!) dan ilmu memotret, seperti cara mengambil sudut yang bagus, mengatur pencahayaannya, juga belajar cara edit foto dengan aplikasi agar lebih cantik, bukan edit untuk menipu. Ini perlu belajar dan banyak latihan. Bisa belajar dari teman atau dari artikel yang banyak beredar di internet. Ketika akan foto produk, sertakan juga sesuatu yang menjadi identitasmu, seperti kartu pengenal diletakan di atas barang yang akan difoto. Ini akan menambah rasa percaya calon pembeli bahwa kita no tipu-tipu. 

~ Bersikap ramah dan cepat membalas pesan
Kalau bisa, segeralah balas pesan calon pembeli dan bersikap ramahlah agar pembeli nyaman untuk bertanya-tanya. 

~ Pantang menyerah, bersabar, dan bersyukur
Tentu semua butuh proses. Tekunlah untuk terus promosi dan melatih skill untuk mempromosikan barang. Bersabarlah jika menemui kesulitan dan bersyukur dengan apa yang didapat hari itu. Karena untuk menuju tempat yang indah harus melewati jalan yang berliku. 

Nah, itulah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mempraktekan pepatah "sambil menyelam minum air" ketika berMedsos. Saatnya menjadi pengguna sosial media yang bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Semoga bermanfaat. Selamat bersosial media dan jangan lupa minum air yaaa...

1 Orang Komen:

  1. Lama tidak maen .. panglling dengan tampilan barunya
    lebih greget, gambarnya menarik .. mau banget diajari. hehehe nodong nih.

    Siiip trik promosi yg terselubung bikin penasaran .. !

    oooohhh jadi ingin kenalan sama Dumet School
    Udah ketuwa-an kali yaa ane baru mulai ... hihi

    terimakasih sayang, artikelnya berbobot :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan juga komentarnya yang meramaikan blog ini 😊 (Yang belum punya akun blog, bisa pilih 'anonim' untuk berkomentar dan jangan lupa sertakan nama ya 💐