Hobi yang Paling Awet Hingga Kini



Tak kusangka merajut menjadi hobi yang paling kusuka. Dari sekian banyak hal yang pernah kulakukan dulu : melukis, merajut, jahit, fotografi, crafting, blogging, dan lain-lainnya, yang paling awet sampai saat ini cuma merajut dan.. makan *ups. Sepertinya harus maksa nambah hobi 1 lagi : m-a-s-a-k, biar tambah disayang suami hehehe...

Kelihatannya merajut sudah tidak asing lagi yaa. Rajutan kini banyak diminati kalangan muda. Semoga saja tak lagi identik dengan hobi oma-oma.

Dulu ketika Ibuku tercinta merajut ikat rambut untuk kami, anak-anaknya, akupun tertarik merajut juga. Seingatku, ibuku sering merajut ikat rambut. Bukan untuk dijual. Yah, maklumlah, kasusnya seperti halnya kaus kaki yang sering hilang sebelah, ikat rambut termasuk barang yang sering hilang dirumah. Akhirnya membuat ikat rambut menjadi aktivitas yang lumayan sering dilakukan. Akupun mulai minta diajarin juga. Dari membuat ikat rambut itu, akhirnya bisa 3 macam tusukan : rantai, single crochet, dan double crochet. Namun rasa penasaran dengan teknik lain bermunculan. Akupun belajar sendiri dari buku dan youtube, hingga kini alhamdulillah bisa membuat sesuatu yang lebih dari ikat rambut dan membuat blog 'Go-Crochet' berisi karya rajut bersama temanku. 

Merajut itu menyenangkan. Kalau sudah menjadi suatu barang, di hati senang rasanya. Jika menjadi hadiah, membahagiakan pembuat dan penerimanya. Terkadang, sebuah rajutan mengingatkan momen-momen kehidupan. Karena untuk proyek yang besar, sering memerlukan waktu berhari-hari lamanya. Aku pernah ngerajut tas untuk Karimah, teman masa menengah atas. Saat merajut tas itu, ada hari di mana aku bertemu dengan suamiku untuk pertama kalinya dan di hari itu pula, hari di mana jarum rajut nomor 5 kesayanganku hilang. Jadi, untuk temanku, Karimah, ketahuilah, tas itu menjadi saksi bisu momen penting dalam hidupku. Jadi, mahal sekali harganya hihihi..


Rajutan itu istimewa. Ada waktu yang dikorbankan, belum lagi jika ada yang salah, harus rela membongkar simpul-simpul yang terlanjur dikaitkan. Ada seni yang tersirat, yang membuatnya limited untuk dibuat. Rajutan itu spesial, spesial dibuat hanya untuk kamu seorang. Dan perjalanan untuk bisa merajut itu tak sebentar, butuh minat yang kuat, ketekunan, dan kesabaran.

Jadi, untuk teman-teman yang bertanya-tanya, mengapa sih rajutan itu mahal? Jawabannya sudah diuraikan diatas. Kalau mau murah, bisa kok buat sendiri di rumah :)
crochet & knitting

Yang pengen belajar ngerajut juga, ayo segera coba. Alat dan bahan yang dibutuhkan hanya jarum rajut, benang, dan jari-jemarimu. Oh iya, teknik rajut yang kutekuni itu crochet, bukan knit. Kalau knit aku masih meraba-raba buatnya hehe.. Bedanya crochet dan knit, crochet menggunakan 1 jarum bernama hakken/hakpen sedangkan knit menggunakan 2 jarum atau lebih yang bernama breien. Kalau benangnya kurang lebih aja.. Buku-buku rajut banyak sekali dijual di toko buku. Di youtube pun banyak yang memberikan tutorial merajut secara cuma-cuma. Merajut itu enak bisa dilakukan dimana saja, karena tak terlalu banyak alat dan bahan yang dibutuhkan. Hobi ini juga menguntungkan karena bisa dijual. 

Jadi, tunggu apa lagi.. Ayo dicoba dan selamat mencoba ^^

Baca juga : Perbedaan Knitting dan Crochet [?]

__________________
Artikel ini dibuat untuk mengikuti lomba yang diadakan oleh Neetip.id

0 Orang Komen:

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca dan juga komentarnya yang meramaikan blog ini 😊 (Yang belum punya akun blog, bisa pilih 'anonim' untuk berkomentar dan jangan lupa sertakan nama ya 💐